Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

DINAMIKA CHINA DALAM KEKUATAN EKONOMINYA

Cina diusung-usung sebagai negara yang termasuk ke dalam jajaran teratas karena dianggap sebagai negara maju. Kemajuan yang dirasakan Cina dianggap telah mampu menyaingi Amerika Serikat dalam mengambil peran di dunia global. Keberadaan Cina yang menjadi tantang bagi Amerika Serikat tersebut ditunjukkan dengan adanya kemampuan dari Cina yang berhasil meningkatkan kemampuannya di bidang ekonomi, dan di bidang lain seperti bidang politik dan geopolitik berhasil menduduki tingkat tinggi dengan membawa penyelesaian yang mengakibatkan kenaikan untuknya selama tiga dekade (Golley dan Song 2011, 1). Hal tersebut dibuktikan dengan posisi Cina yang menempati urutan kedua dalam hal keberhasilan meningkatkan kemampuannya dalam mengubah dunia. Namun, dengan kemajuan yang dirasakan oleh Cina, Cina lebih menginginkan adanya anggapan bahwa dirinya masih menjadi sebuah negara yang tergolong periphery. Hal tersebut bertujuan atas dasar keinginannya yang tidak menginginkan negaranya mengalami kemunduran ataupun penurunan seperti yang dirasakan oleh Amerika Serikat. Selain itu, Cina menyebutkan bahwa dirinya termasuk ke dalam golongan status quo merupakan salah satu upayanya dalam menahan dirinya untuk tidak menjadi negara yang dominan (adidaya) dan berada pada posisi tetap (Johnston 2003, 8).

            Kemajuan yang dirasakan Cina tidak hanya mempengaruhi dalam hubungan ekonomi maupun politik yang dilakukannya dengan dunia luar, namun kemajuan yang dirasakan Cina tersebut telah merubah dalam pandangan yang dirasakan pada ekonominya dalam kawasan regional dan global serta fundamental politiknya. Hal tersebut kemudian dianggap menguntungkan dunia karena dengan kemajuan yang dirasakan oleh Cina akan berdampak pada keseimbangan dan kemakmuran dalam ekonomi dan politik dunia (Golley dan Song 2011, 1-2). Kemajuan yang sekarang dirasakan Cina dijelaskan oleh Overholt dalam (Golley dan Song 2011, 2) yang menyatakan bahwa kemampuan Cina dalam menaikkan tingkat ekonomi di dunia tersebut merupakan cara yang diambil dengan memiliki kekonsistenan dari kemandirian untuk merebut atau mewujudkan kenaikan ekonomi. Hal tersebut dilakukan dengan menumbuhkan nilai yang diberlakukan dalam menciptakan produk manufaktur, pergeseran dari pasar domestik yang ditingkat menjadi pusat dari pasar yang dikejar, dan meluaskan pasar sebagai bentuk ekspansinya, serta penanda dalam berjalannya dinamika yang dirasakan pada perusahaan baik itu kategori pribadi.

            Perkembangan yang dirasakan oleh Cina saat ini berbanding terbalik dengan rasa yang sebelumnya dirasakannya. Hal tersebut digambarkan dengan termasuknya Cina ke dalam kategori negara rendahan. Terdapatnya anggapan yang menunjukkan bahwa Cina sebagai negara yang tidak memiliki kemampuan apapun, Cina kemudian membuktikan keterlibatan dirinya di dunia internasional. Keterlibatannya tersebut berdasarkan hubungan yang dijalinnya di dalam pelaksanaan dari komunitas internasional. Hal tersebut dijelaskan di dalam Johnston (2003, 6-7) bahwa pada tahun 1997, Amerika Serikat menginginkan adanya keterlibatan dari Cina di dalam komunitas internasional. Keikutsertaan dari Cina dianggapnya sebagai upaya dalam penanggung jawab dalam kekuatan pada tatanan dunia internasional. Alasan tersebut kemudian menjadikan Cina sebagai penanggung jawab dalam komunitas internasional dengan alasan bahwa Cina dianggap mampu menjadi aktor yang dapat membangun di dalam arena internasional. Selain itu, kemajuan dalam ekonomi Cina juga didukung dengan kemampuannya dalam melakukan kegiatan ekspor dan impor yang terjadi dengan adanya keseimbangan di antara keduanya. Hal tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan neraca perdagangannya (Golley dan Song 2011, 2).

            Dalam Johnston (2003, 12-13) dijelaskan bahwa dengan sikap Cina yang menutup diri dari dunia internasional (isolasi) telah berubah dengan merubah posisinya dengan membuka hubungan dengan dunia luar, yaitu ikut bergabung sebagai member dalam organisasi internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan Cina dalam organisasi internasional yang dihitung hampir 80 persen terdaftar keikutsertaannya. Selain itu, dengan keikutsertaan Cina dalam organisasi internasional telah merubah pandangannya yang sebelumnya tidak mengalami peningkatan dalam pembangunannya, namun dengan keikutsertaannya tersebut telah merubah pandangan bahwa organisasi internasional yang ada telah mampu meningkatkan pembangunan dengan pembuktian adanya ikatan saling ketergantungan di antara para anggota yang mempengaruhi hasil per kapita dari Gross Domestic Product-nya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penjelasan bahwa sebelum keikutsertaan Cina dalam organisasi internasional, pada tahun 1990-an Cina berada di bawah garis kemunduran yang kemudian dengan keikutsertaannya telah mampu menaikkan level pembangunannya dan menjadikannya sebagai negara yang keterlibatannya sangat berpengaruh dalam organisasi internasinonal yang menguntungkan untuk peningkatan dari hasil per kapita dari Gross Domestic Product-nya (Johnston 2003, 13).

            Kemajuan yang dirasakan oleh Cina pada saat ini juga dapat dilihat dalam pernyataan Zhao (dalam  Calahan 2008, 757) yang terkesan percaya diri mengenai Cina yang mampu menjadi kekuatan dunia. Zhao memberikan masukan bahwa Cina tidak hanya memerlukan hasil dalam produksi ekonomi saja, melainkan dengan pemahaman dalam pengetahuan untuk berproduksi. Hal tersebut kemudian memberikan gambaran mengenai pengetahuan atas kekuatan yang berdasarkan pada pemikiran tradisional yang dapat dipergunakan dan memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi daya kepemilikan yang dimiliki Cina sendiri. Dengan penggunaan tradisional tersebut memberikan jawaban atas Cina bahwa ketergantungannya mengenai ide-ide yang berasal dari barat sudah tidak diperlukan karena Cina sudah memiliki kekuatan sendiri yang menjadi sebuah gambaran atas kepercayaan dari dirinya sendiri atas kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan konsep yang berdasarkan atas nilai-nilai tradisional tersebut yang bergaya sebagai Chinese style memberikan pemikiran kembali bahwa Cina telah mampu merestrukturisasi dirinya untuk membentuk dan menjadi kekuatan dunia.

            Dengan penjelasan yang telah diutarakan oleh penulis, maka penulis menyimpulkan bahwa kemajuan Cina yang awal mulanya menutup diri (isolasi) dari dunia luar memunculkan adanya rasa keingintahuannya untuk meningkatkan ekonominya. Kemajuan dalam ekonominya tersebut tidak terlepas dari nilai-nilai tradisional yang dimilikinya dan menjadi sebuah dasar dalam menentukan kebijakan yang diambil nantinya. Selain itu, dengan adanya keinginan dari Amerika Serikat dengan memasukkan Cina ke dalam organisasi internasional dengan memiliki kepercayaan bahwa Cina mampu menjadi negara yang bertanggung jawab atas pembangunan yang terjadi di dunia dan keterlibatan dari Cina dalam organisasi tersebut juga telah membawa dampak positif karena Cina merasakan kenaikan GDP yang berguna untuknya. Namun, dengan kenaikan yang dirasakan oleh Cina tersebut juga telah membawa dampak yang buruk terhadap dunia (negara lain) karena hasil produksi yang ditawarkan oleh Cina dengan harga telah membuat kompetisi perdagangan dunia, peran Cina dalam tatanan internasional telah menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dalam ekonomi global, dan keterlibatan Cina telah menyebabkan kenaikan dalam komoditas seperti energi dan mineral karena pengaruh dari permintaan yang cukup besar dari Cina dalam keperluan bahan bakar untuk pembangunannya, serta meningkatkan efek rumah kaca, yang diakibatkan peningkatan dalam industrilisasinya dan standards of living di Cina (Song dalam Golley dan Song 2011, 1).

 

 

 

 

 

Referensi :

Golley, Jane dan Ligang Song. 2011. “China’s Rise in a Changing World”, dalam Rising China: Global Challenges and Opportunities. Canberra: ANU E Press pp. 1-8

Johnston, Alastair Iain. 2003. “Is China a status quo power?”, dalam International Security, vol. 27, no. 4, pp. 5-56 

Calahan, William A. 2008. “Chinese Vision of World Order: Post-hegemonic or a New Hegemony?”, dalam International Studies Review, vol 10, pp. 749-761.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :