Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

PENGARUH GLOBALISASI DALAM TEKNOLOGI DAN AKSESIBILITAS

Globalisasi telah membawa pada dampak dengan memunculkan kemajuan dari teknologi. Kemajuan dari teknologi ini sebenarnya dapat dilihat dengan kemajuan teknologi industri yang berlangsung di Jepang. Peningkatan yang terjadi di Jepang sendiri menjadi sebuah contoh akibat adanya kemajuan teknologi yang kemudian mengubah sistem dunia. Perubahan yang terjadi di Jepang sebenarnya berasal dari pandangan President of the Japanese Patent Office, Korekiyo Takashi, yaitu mengenai perubahan yang akan membuat negaranya menjadi besar dengan mengadakan pematenan dalam produk-produk yang dihasilkannya (Maskus 2000, 143). Pematenan atas hasil produk merupakan hal yang terpenting saat ini karena berpengaruh terhadap kemajuan dari negara. Pelaksanaan yang menenkankan pada kehadiran pematenan tersebut, dikenal sebagai Intellectual Property Rights (IPRs) merupakan sebuah penanda bahwa dengan adanya IPRs akan membantu dalam kegiatan produksi yang akan mendorong dalam menciptakan dan mengembangkan teknologi, industri, dan pengembangan kultural, dan mengenai tindakan dari negara atas perhatian yang dapat mempengaruhi keberadaan dari IPRs tersebut karena dengan adanya IPRs mampu mempengaruhi posisi negara tersebut dalam kemajuan teknologi secara global dan konsentrasinya dalam pelaksanaan mengenai perwujudan dari IPRs (Maskus 2000, 143-4). Kehadiran dari IPRs merupakan sebuah kemajuan positif yang dapat dirasakan oleh negara-negara yang menerapkan IPRs tersebut karena dengan IPRs akan mampu memberikan pandangan terhadap negaranya notabene-nya sebagai negara yang benar-benar menjunjung rasa menghargai dari penciptaan sebuah karya yang menjadi sebuah penilaian tersendiri dalam pandangan dari negara lain. Hal tersebut kemudian memberikan suatu anggapan terhadap tolok ukur negara yang menjadi sebuah penggerak bagi rakyatnya dalam meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan sebuah produk dengan melakukan sebuah inovasi.

Kehadiran dari IPRs juga telah membawa dampak pada perkembangan ekonomi yang terjadi dalam sebuah negara. Hal tersebut dibuktikan dengan kemajuan yang dirasakan oleh Amerika Serikat pada abad 19 hingga abad 20 yang menekankan terhadap pelaksanaan dari IPRs sebagai sebuah upaya dalam melindungi trademarks dan trade secret-nya. Tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut kemudian memberikan dampak terhadap kehadiran IPRs sebagai upaya tuntutannya dalam melakukan proteksi untuk mengembangkan pembangunan ekonomi dan teknologi, serta entrepreneurship (Maskus 2000, 144). Selain itu, dengan kehadiran dari IPRs, telah membuktikan bahwa dengan semakin lemahnya upaya proteksi sebuah negara dalam masalah hak paten akan memberikan dampak yang buruk terhadap negaranya, khususnya rakyat. Hal tersebut berpengaruh terhadap sebuah upaya kompetisi yang semakin terbuka akibat dari kemajuan globalisasi dalam teknologi akibat borderless. Kemudian, memberikan adanya sebuah persaingan yang melakukan tindakan dalam melakukan imitasi sebuah produk yang menjadi sebuah tanda kerugian untuk negaranya.

Kemajuan teknologi yang diimbangi dengan pelaksanaan dari IPRs merupakan sebuah upaya positif yang dapat menjadi sebuah gambaran mengenai dukungan terhadap mekanisme yang berjalan di dalamnya, yang berhubungan dengan pendapatan dan kapabilitas teknologi. Hal tersebut kemudian berpengaruh terhadap kehadiran dalam struktur yang berkembang di dalam negara karena memberikan sebuah kompetisi yang semakin dinamis dan kekuatan dalam menghasilkan suatu produk yang didukung dengan persaingan dalam menghasilkan sebuah hasil karya berdasarkan pada kesesuaian regulasi yang transparan (Maskus 2000, 145). Munculnya IPRs membantu dalam pelaksanaan transfer teknologi yang berkembang saat ini. Dengan semakin terbukanya pasar telah menyebabkan terjadinya perluasan dalam perdagangan barang (produksi). Namun, dengan keterbukaan yang ada tersebut juga menjadi pembuktian atas kehadiran dari IPRs, yaitu dapat membantu dalam pemasaran barang secara internasional, baik itu impor maupun ekspor melalui FDI dengan bantuan MNE dan formal licensinf of technologies and trademarks to unaffiliated firms, subsidiaries, dan joint ventures (Maskus 2000, 150). Kemajuan yang dapat dirasakan oleh negara tersebut kemudian memberikan perubahan sikap dari negara maju yang merasa sangat diuntungkan dengan kehadiran dari perkembangan teknologi karena dengan adanya transfer teknologi juga telah membawa dampak pada kepercayaan dari negara maju kepada negara berkembang.

Perubahan sikap yang terjadi pada pandangan negara maju tersebut kemudian memberikan keuntungan tersendiri baginya. Hal tersebut ditandai dengan adanya pemindahan tempat produksi dari negara maju ke negara berkembang karena dengan pemindahan tersebut negara berkembang kemudian mendapatkan keuntungan terhadap persewaan ataupun kepemilikan lahan yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan negaranya sendiri. Selain itu, dengan perpindahan tempat produksi juga akan memberikan keuntungan terhadap negara berkembang dengan penyerapan tenaga kerja untuk rakyatnya, namun dengan penyerapan tenaga kerja tersebut menguntungkan bagi pihak luar (negara maju) karena mendapatkan tenaga kerja dengan upah murah. Hal tersebut kemudian merupakan sebuah pengaruh lain yang ditimbulkan akibat adanya transfer teknologi yang saat ini semakin mudah untuk dilakukan karena dilakukan berdasarkan FDI, joint ventures, dan licensing contracts (Maskus 2000, 151). Selain itu, sebenarnya pengaruh yang lebih terasa akibat terjadinya transfer teknologi lebih disebabkan karena adanya FDI yang mempengaruhi terhadap keuntungan dalam efisiensi teknologi, kemampuan manajemen, dan pemasaran. Hal tersebut juga membawa dampak pada semakin kuatnya gelombang skilled workers dan meningkatkan gelombang disparitas yang terjadi di antara skilled workers dan unskilled worker (Maskus 2000, 153).

Maka, dapat disimpulkan bahwa penulis setuju dengan pernyataan yang diutarakan oleh Maskus (2000) bahwa dengan kemajuan dari teknologi telah memberikan dampak yang baik bagi pembangunan ekonomi sebuah negara. Hal tersebut berdampak pada meluasnya perdagangan yang terjadi di antara negara-negara yang ada di dunia. Namun, dengan perluasan tersebut kemudian sebuah negara membentuk adanya sebuah pematenan produk yang dihasilkannya. Pematenan tersebut menjadi sebuah upaya dalam melindungi hasil produk yang telah dihasilkan dan membuat adanya kemajuan dalam berinovasi untuk menciptakan sesuatu hal yang baru. Tetapi, hal tersebut tidak diiringi dengan kesadaran dari masing-masing negara yang berpikiran untuk menggunakan IPRs. Hal tersebut terbukti dengan masih sedikitnya kesadaran dari negara akan IPRs yang menjadi sebuah penilaian buruk akan negaranya karena gagal untuk mendapatkan kepercayaan dari negara lain, yang dianggap akan menimbulkan persaingan produk dengan tindakan melakukan imitasi, yang kemudian menghambat untuk terjadinya transfer teknologi di negaranya.

 

 

 

Referensi:

Maskus, Keith E. 2000. “Intellectual Property and Economic Development: Patents, Growth, and Growing  Pains” dalam Intellectual Property Rights in the Global Economy. Washington D. C.: Institute for International Economics, pp. 143-170

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :