Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Ekonomi Makro

Pembelajaran ekonomi dibedakan ke dalam dua bentuk, yaitu ekonomi makro dan ekonomi mikro. Bahasan yang dipelajari dalam ekonomi mikro lebih kepada isu-isu yang lebih spesifik. Sedangkan, dalam bahasan ekonomi makro bahasannya lebih kepada pembahasan permasalahan-permasalahan ekonomi yang lebih komprehensif. Dalam hal ini perbedaan yang terletak diantara kedua bentuk ekonomi ini lebih kepada permasalahan isu yang diusung, aktor yang terkait, dan variabel-variabel yang terikat di dalamnya. Namun, dalam bahasan kali ini lebih menekankan pada bahasan ekonomi makro.

            Ekonomi makro atau yang lebih dikenal dengan macroeconomics merupakan pembelajaran yang lebih menekankan pada perilaku ekonomi secara keseluruhan (Lieberman & Hall 2003, 5). Macroeconomics sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu macros berarti besar. Selain itu, macroeconomics lebih mengacu pada bahasan mengenai agregat. Bahasan ini menganalisis mengenai pendapatan nasional, produksi nasional, konsumsi nasional, dan investasi nasional (Sarjono 2007, 78). Selain itu, dapat disimpulkan bahwa dengan ekonomi makro lebih terlihat bahwa dalam bahasan ekonomi ini lebih kepada pembahasan secara keseluruhan. Keseluruhan ini mencakup pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, dan hal-hal yang lebih menyangkut pada kegiatan negara. Namun, dalam bahasan ekonomi makro sendiri lebih menekankan pada pembahasan yang meliputi pada pendapatan nasional, pengangguran, dan inflasi.

            Pendapatan nasional merupakan salah satu input yang berhubungan dengan pemasukan negara dan dalam hal ini input yang tergabung dalam pendapatan nasional bisa berupa barang maupun jasa. Produk yang diproduksi oleh suatu negara ini diproduksi dalam suatu waktu tertentu. Namun, perhitungan pendapatan nasional suatu negara ini bisa berdasarkan produksi suatu produk domestik yang dihitung pada batasan brutonya atau yang lebih dikenal dengan PDB (Produk Domestik Bruto). Pengangguran merupakan salah satu yang mempengaruhi dalam pembangunan suatu negara. Dalam pembangunan suatu negara, pengangguran dikatakan sangat berpengaruh karena hal tersebut merupakan salah satu penilaian mengenai pembangunan yang terjadi dalam suatu negara. Jika, dalam suatu negara tersebut pengangguran rendah akan dapat disimpulkan bahwa pembangunan yang terjadi dalam negara tersebut mengalami kemajuan, dan begitu pula sebaliknya. Dalam bahasan pengangguran ini bisa dilihat dengan adanya sebuah penggambaran mengenai tingkat kemiskinan, pendidikan, dan kriminalitas yang terjadi di dalam negara tersebut. Sedangkan, inflasi merupakan pengaruh yang sangat penting dalam suatu negara jika terlalu banyak uang beredar di masyarakat. Inflasi merupakan peristiwa yang terjadi karena kebijakan pemerintah yang terlalu banyak dalam mencetak ataupun mengedarkan uang dipasaran. Hal ini menjadi pengaruh karena daam kehidupan ekonomi tidak diimbangi dengan barang dan jasa yang beredar. Selain itu, penyebab dari inflasi sendiri dikarenakan adanya tarikan permintaan dan naiknya permintaan dan biaya produksi. Dalam hal ini inflasi tidak menjadi bahaya yang akan dihadapi jika dalam terjadinya inflasi sendiri diiringi dengan akan ketersediaan dari komoditas dan naiknya tingkat pendapatan. Namun, inflasi juga dapat bersifat berbahaya jika terjadinya inflasi ini cukup lama dan tidak terdapat keseimbangan dari tingkat inflasi dan tingkat pendapatan sendiri.

            Dalam pembelajaran ekonomi makro lebih melihat kepada pembelajaran yang lebih luas isunya, yaitu dalam konteks negara. Dengan pembelajaran ekonomi makro bisa dilihat bahwa kestabilan dari pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan ini terlihat penting dan harus dijaga agar tetap dalam keadaan normal. Selain itu, dalam bahasan ekonomi makro lebih menekankan pada bahasan mengenai pendapatan nasional, pengangguran, dan inflasi.

 

Referensi:

Lieberman, Mark and Hall,Robert E. 2003. “What Macroeconomics Tries to Explain”. in Economics:  Principles and Aplications. South-Western,hal. 52-56 

Sariono, Endro. 2007. “Manusia dan Perilaku Ekonomi”. Jakarta: Ganeca Exact

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :