Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Tingkat Pengangguran

Di Indonesia tingkat pengangguran yang ada ini masih terbilang tinggi tingkatannya. Terjadinya pengangguran ini disebabkan karena kurang dibukanya lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Selain itu, terjadinya pengangguran ini juga karena adanya ketidakpercayaan masyarakat yang membuka usaha dan memerlukan adanya pekerja, namun dalam hal ini pekerja yang diinginkan tidak memenuhi standar dan menyebabkan adanya pengangguran. Seharusnya dalam suatu negara diperlukan adanya kemaksimalan yang dilakukan di dalam menggunakan sumber daya yang ada. Hal ini disebut dengan full employment. Ukuran maksimal ini dilihat pada tingkat pengangguran yang terdapat dalam suatu negara (bisniskeuangan.kompas.com). Pengertian pengangguran, yaitu orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya (www.organisasi.org). Pengangguran sendiri termasuk salah satu permasalahan yang dibahas pada bahasan macroeconomics.

            Pada bahasan pengangguran ini menjadi salah satu yang terpenting karena tingkat dari pengangguran ini mempengaruhi dalam tingkat perekonomian suatu bangsa. Pengangguran yang ada ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang ada, yaitu kekurangan dalam pengeluaran agregat, keinginan dari pencarian pekerjaan, kemajuan dari teknologi yang menggeser sumber daya manusia dalam mencari pekerjaan, dan lain-lain. Pembagian jenis penganggguran ini dibedakan ke dalam tiga jenis, yaitu pengangguran terbuka, setengah menganggur, dan pengangguran terselubung. Pengertian dari pengangguran terbuka, yaitu keadaan dimana seseorang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari kerja. Setengah menganggur, yaitu keadaan yang dimiliki oleh seseorang yang sudah bekerja namun belum dimanfaatkan secara penuh. Sedangkan, pengangguran terselubung adalah pengangguran yang terjadi karena kelebihan tenaga kerja dan mengakibatkan kemampuan menghasilkannya itu kecil (Zamroni 2009, 86).

             Dalam buku Zamroni (2009) dijelaskan bahwa jenis pengangguran masih terdapat macamnya jika dilihat berdasarkan sebab yang ditimbulkan, antara lain pengangguran struktural, pengangguran siklus atau konjungtur, pengangguran friksional, pengangguran musiman, dan pengangguran teknologi. Pengertian dari pengangguran struktural, yaitu pengangguran yang terjadi akibat dari perubahan struktur dan kegiatan ekonomi karena pengaruh dari perkembangan ekonomi. Dalam pengangguran struktural ini dipengaruhi adanya persyaratan yang harus dipenuhi oleh pencari kerja namun tidak mampu untuk memenuhinya (www.organisasi.org). Pengangguran siklus adalah pengangguran yang terjadi akibat dari perekonomian yang mengalami kemunduran yang mengalami kemunduran sehingga menyebabkan perusahaan mengurangi kegiatan produksi dan pekerja di PHK. Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang terjadi pada saat perekonomian mengalami tingkat penggunaan tenaga kerja penuh yang dipengaruhi karena adanya kesenjangan dari pencari pekerja dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. Dalam hal ini pengangguran ini bersifat sementara karena adanya pengaruh dari kendala waktu, informasi, dan kondisi geografis (www.organisasi.org). Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan permintaan terhadap tenaga kerja. Hal ini dipengaruhi karena adanya fluktuasi dari kegiatan ekonomi dalam jangka pendek dan menyebabkan seseorang harus menganggur (www.organisasi.org). Sedangkan, pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan teknologi karena pergantian dari tenaga manusia yang sudah digantikan oleh mesin.

            Selain itu, jenis pengangguran ini dibedakan atas pengangguran sukarela dan pengangguran dukalara. Pengertian dari pengangguran sukarela, yaitu pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karena ingin mencari pekerjaan yang lebih baik. Sedangkan, pengangguran dukalara merupakan pengangguran yang terjadi pada seorang penganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan, namun belum berhasil mendapatkan perkerjaan (www.organisasi.org). Pengangguran yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu pendidikan yang dibutuhkan terlalu tinggi, tidak  ada akses menuju bekerja, pemikirannya dianggap primitif, tidak memiliki skill, keterbatasan peluang pekerjaan, dan kepadatan penduduk (www.bimbingan.org). Namun, kenaikan yang mempengaruhi pengangguran yang utama dipengaruhi karena adanya keterbatasan kesempatan kerja baru dan tidak adanya link and macth antara kompetisi yang dimiliki tenaga kerja dengan pasar kerja. Selain itu, diperlukannya terdapatnya penciptaaan lapangan kerja baru yang membutuhkan kehadiran investor yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan produktivitas kerja (m.sindonews.com). Terjadinya pengangguran ini juga mengakibatkan terjadinya kegiatan ekonomi yang berkurang di dalam masyarakat, kegiatan distribusi tidak lancar, dan kegiatan produksi terhambat (Zamroni 2009, 87).

            Pengangguran yang terjadi ini bisa ditekan dengan adanya usaha yang dilakukan oleh pemerintah yang dijelaskan dalam Zamroni (2009), yaitu dengan adanya mobilitas modal dan tenaga kerja, mengadakan pelatihan tenaga kerja, mendirikan industri padat karya, adanya deregulasi dan debirokratisasi yang merangsang adanya investasi baru, merangsang masyarakat untuk mengembangkan sektor informal, adanya transmigrasi yang dilakukan pemerintah untuk pemerataan dalam menyerap sumber daya manusia, mengarahkan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

     Dalam pengangguran ini juga memiliki kaitannya dengan inflasi. Pengertian inflasi, yaitu beredarnya uang di masyarakat yang tidak tertahankan (terlalu banyak). Inflasi yang dikatakan memiliki kaitan dengan pengangguran ini juga dapat mempengaruhi karena dengan terjadinya inflasi, maka akan terjadi pengurangan dalam menarik investasi karena nilai uang yang ada ini semakin turun dan hal tersebut memiliki pengaruh terhadap terjadinya pengurangan terhadap penerimaan pekerjaan. Sedangkan, jika terjadi hal yang sebaliknya mempengaruhi terhadap penerimaan pekerjaan yang banyak yang disebabkan karena kenaikan dari inflasi.

Pengangguran yang terjadi ini tidak hanya dirasakan oleh salah satu negara. Namun, dalam hal ini semua negara juga merasakan adanya pengaruh dari pengangguran. Pengangguran yang terjadi ini terdiri dari beberapa macam dan dalam menyelesaikan permasalahan pengangguran ini diperlukan adanya peran dari negara dengan dibuatnya kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk menyelesaikan permasalahan dalam pengangguran tersebut karena telah diketahui bahwa pengangguran yang ada ini menjadi salah satu nilai dalam perkembangan ekonomi yang terjadi di suatu bangsa.

 

Referensi:                                             

Izzudin. 2013. “Ini Penyebab Tingginya Pengangguran di Indonesia” [online] dalam http://m.sindonews.com/read/2013/08/27/34/775997/ini-penyebab-tingginya-pengangguran-di-indonesia diakses [30 November 2013].

N. n. 2007. “Pengertian Pengangguran dan Jenis/Macam Pengangguran: Friksional, Struktural, Musiman dan Silikal” [online] dalam http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-pengangguran-dan-jenis-macam-pengangguran-friksional-struktural-musiman-siklikal.html?m=1 diakses [30 November 2013].

N. n. T. n. “Faktor Penyebab Tingginya Pengangguran di Indonesia” [online] dalam http://www.bimbingan.org/faktor-penyebab-tingginya-tingkat-pengangguran-di-indonesia.htm diakses [30 November 2013].

N. n. T. n. “Menguat, Stimulus Baru di Amerika Serikat” [online] dalam http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/12/08373038/twitter.com November 2013].

Sobel, S. R. (Ed). 2009. "Chapter 8: Economic Fluctuations, Unemployment, and Inflation" dalam Understanding Economic, Mason. South Western: Cengange Learning.

Zamroni, M. 2009. Buku Kantong Ekonomi IPS. Jakarta: Pustaka Widyatama

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :