Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Sistem Finansial

Ekonomi yang berjalan di dalam kehidupan masyarakat global ini sudah berjalan sejak lama. Kegiatan ekonomi kemudian memunculkan kegiatan tukar menukar antar barang (barter) yang kemudian semakin berkembang dengan penggunaan alat tukar transaksi, yaitu dengan menggunakan uang. Fungsi uang selain sebagai alat tukar-menukar juga sebagai alat satuan hitung, penimbun kekayaan, dan standar pencicilan hutang (www.clear-education.com). Hal ini serupa dengan fungsi uang yang dijelaskan dalam Sobel (2009), yaitu sebagai alat tukar, penyimpan kekayaan, dan unit dalam akuntansi. Selain itu, nilai uang ini harus dijaga kestabilannya karena jika nilai uang tersebut goyah, maka untuk menghindari kejadian ini diperlukan adanya pertahanan dalam mempertahankan nilai uang tersebut, yaitu dengan cara sistem pengawasan dan pengaturan keuangan yang baik dan penegakan hukum dan fundamental ekonomi yang kuat (www.bappenas.go.id). Alat transaksi sebagai alat tukar (uang) ini tidak digunakan dalam sistem finansial, melainkan digunakan dalam sistem moneter. Dalam sistem finansial alat transaksi yang digunakan, yaitu surat berharga, real estate, saham, pasar modal, dan foreign exchange (www.academia.edu).  

Kondisi ekonomi politik global dipengaruhi oleh adanya sistem finansial. Sistem finansial merupakan sistem yang dimiliki oleh setiap negara dan terdiri dari unit-unit lembaga keuangan seperti institusi perbankan, lembaga keuangan bukan bank, dan pasar yang saling berinteraksi secara kompleks yang bertujuan untuk memobilisasi dana untuk investasi dan menyediakan fasilitas sistem pembayaran dalam pembiayaan aktivitas komersial. Selain itu juga, sistem finansial merupakan sistem yang penting dalam International Political Economy dan tercampur dengan sistem moneter. Sistem finansial yang ada ini diharapkan mampu berjalan secara efektif karena dengan keefektifan tersebut akan menghasilkan keuntungan yang dihasilkan akan banyak, namun jika tidak berjalan efektif akan mengancam pada stabilitas ekonomi dan politik (www.academia.edu). Dalam sistem finansial dijalankan dengan menggunakan sistem efisien yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dalam pertumbuhan ekonomi dan berhubungan dengan mobilisasi dan alokasi dari sumber daya yang terbatas dan mempengaruhi dari sistem finansial tersebut (esutomo.staff.gunadarma.ac.id). Sistem finansial yang ada ini selalu dikaitkan dengan modal, saham, dan investasi (www.academia.edu).

            Pada sistem finansial ini biasanya disebut dengan economic bubble karena pengaruh dari seringnya ketidakstabilan yang pasti dirasakan oleh sistem finansial ini akibat dari alat transaksi yang mempengaruhi sistem finanasial tersebut. Hadirnya sistem finansial bertujuan untuk menstabilkan sistem finansial yang berpengaruh juga terhadap sistem moneter. Hal ini dilakukan karena lambat laun sistem finansial yang ada sekarang ini sudah memasuki tahap tidak stabil. Ketidakstabilan sistem finansial ini karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu kombinasi dari kegagalan pasar dan perkembangan teknologi yang mempengaruhi dalam kecenderungan globalisasi sektor finansial. Kestabilan dalam sistem finansial diinginkan karena dianggap mampu untuk mengalokasikan sumber dana dan menyerap shock yang terjadi, dengan tujuan untuk mencegah gangguan terhadap kegiatan terhadap kegiatan sektor riil dan sisitem keuangan. Selain itu, dalam masalah sistem finansial ini terdapat kegiatan yang berujung pada terbentuknya resiko yang terjadi seperti resiko kredit, resiko pasar, dan resiko operasional (www.bi.go.id).

            Sistem finansial yang terjadi di dalam suatu negara juga dipengaruhi dari peran bank sentral karena peran dari bank sentral selain menjaga stabilitas sistem moneter juga menjaga stabiltas sistem finansial. Namun, dalam menjaga sistem finansial ini tidak dapat dipisahkan dari sistem moneter karena sistem finansial merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter dan salah satu alur dari kebijakan moneter. Alasan ini kemudian menjadi salah satu peran dari bank sentral, yaitu Bank Indonesia, tidak dapat melepas begitu saja mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan dari sistem finansial yang masih menjadi gantungan dalam sistem moneter. Peran dari bank sentral tersebut, yaitu menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka, menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan, kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, fungsinya dalam riset dan pemantauan, dan  jaring pengaman sistim keuangan  melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR) (www.bi.go.id).

            Dari penjelasan diatas, penulis menyimpulkan sistem finansial ini akan memberikan pengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Sistem finansial tidak dapat dipisahkan dari sistem moneter yang mempengaruhi suatu negara. Selain itu, sistem finansial ini diupayakan untuk selalu dijaga kestabilannya karena pada sistem finansial ini lebih sering untuk mengalami ketidakstabilan dalam permasalahan ekonomi. Alasan ini kemudian, memberikan peran dan fungsi dari bank sentral untuk mengatasi permasalahan yang mencakup sistem finansial ini karena permasalahan yang menggantungi sistem finansial ini juga memberikan pengaruh terhadap sistem moneter tersebut.

 

Referensi:

N. n. T. t.  “Garis Besar Program Pembelajaran Bank & Lembaga Keuangan 1” [online] dalam http://esutomo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11322/II+LEMBAGA_KEUANGAN.pdf [diakses 7 Desember 2013].

N. n. T. t. “Stabilitas Sistem Keuangan” [online] dalam http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Stabilitas+Sistem+Keuangan/Ikhtisar/Definisi+SSK/ [diakses 7 Desember 2013].

N. n. T. t. “Pengertian dan Fungsi Uang Lengkap” [online] dalam http://www.clear-education.com/2013/04/pengertian-dan-fungsi-uang-lengkap.html [diakses 7 Desember 2013].

Porcupine, Safira du. T. t. “Pengaruh Sistem Moneter & Finansial Bentukan Pasca PD IITerhadap World Governance Dalam Era Pasca Krisis Global” [online] dalam http://www.academia.edu/4328064/Pengaruh_Sistem_Moneter_and_Finansial_Bentukan_Pasca_PD_II_Terhadap_World_Governance_Dalam_Era_Pasca_Krisis_Global [diakses 7 Desember 2013].

Rafinus, Bobby Hamzar. T. t. “Pilihan Sistem Nilai Tukar dan Pengendalian Arus Modal” [online] dalam http://www.bappenas.go.id/index.php/download_file/view/10736/2452/ [diakses 7 Desember 2013].

Sobel, Gwarney, Stroup dan Macpherson. 2009. Chapter 12: Money and the Banking System, dalam Understanding Economic. Canada: CENCAGE Learning.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :