Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Politik Domestik dalam Memahami OI

Politik domestik suatu negara dapat mempengaruhi dalam perilaku yang ditunjukkan oleh sebuah negara terkait dengan keikutsertaannya dalam organisasi internasional. Hal tersebut menjadi gambaran mengenai kepatuhan yang ditunjukkan oleh sebuah negara dalam keikutsertaanya yang dapat menentukan kontribusinya dalam organisasi internasional, yang dimana terdapat dorongan yang ditimbulkan untuk mempengaruhi tindakan yang diambil oleh sebuah negara. Dorongan tersebut memang diperlukan karena demi berjalannya mekanisme tindakan dalam negeri (Dai 2005, 362). Pelaksanaan dari konsep kepatuhan dalam mekanisme domestik tersebut berawal dari permasalahan yang menyangkut prisonner dilemma yang mencakup pada level internasional berpengaruh terhadap situasi lingkungan strategis pemerintahan yang berbeda dengan kondisi domestiknya. Kepatuhan yang dijalankan oleh sebuah negara menjadi sebuah hal yang menentukan karena sering kali dalam pelaksanaannya terdapat tindakan yang menjadikan aktor-aktor yang terlibat menjadi korban. Hal tersebut seakan menunjukkan bahwa aktor-aktor yang terlibat dengan pengharapan yang besar akan hasil pemerintahan yang tidak sesuai dengan perjanjian internasional yang ada. Hasil yang seperti ini sering jadi ketika adanya tindakan yang dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam organisasi internasional tersebut lebih memilih untuk menyogok dana untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dibandingkan dengan keuntungan yang sebenarnya tanpa perlu adanya tindakan tersebut. Keberadaan dari politik domestik tersebut seakan membantu pelaksanaan dari tindakan-tindakan diluar itu yaitu berdasarkan pada sumber-sumber domestik seperti enforcement before one can begin to identify, in theoretically coherent ways, how international institutions may work through these sources to influence national compliance (Dai 2005, 364).

            Tindakan yang ditunjukkan oleh negara dalam pelaksanaan politik domestiknya yang berbanding lurus dengan keikutsertaan sebuah negara dalam organisasi internasional. Pelaksanaannya tersebut juga digambarkan dengan adanya kesesuaian dari aktor-aktor yang terlibat dan dilibatkan seperti halnya pelaksanaan yang dijalankan oleh model prinsipal dan agen, yang dimana pada batasan prinsipal adalah batasan dalam pihak yang memiliki modal dan agen adalah pihak yang menjalankan terhadap pengelolaan sumber daya. Hal tersebut dimaksudkan adalah pada pihak prinsipal tersebut lebih menentukan pada penentuan batas-batas yang akan dicapai, sedangkan pihak agen lebih menyangkut pada pihak yang merealisasikan dengan pelaksanaan tindakan untuk pencapaian tujuan (Dai 2005, 365).

            Dalam Dai (2005) dijelaskna bahwa kepatuhan dan keikutsertaan suatu negara dalam organisasi internasional sebenarnya lebih menggambarkan pada titik yang lebih mendominasi, yaitu batasan yang berada pada cakupan domestik. Dalam hal ini pihak-pihak yang lebih menentukan jalannya karena disisi lain tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebut (pemerintah) berdasarkan pada kepentingan yang ingin dicapai. Kepentingan yang dimaksudkan adalah dimana peran dari pemerintah dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada kelompok-kelompok kepentingan yang dominan karena diketahui bahwa peran dari kelompok dominan dalam pemerintahan, khususnya dalam pengambilan keputusan memengaruhi tindakan yang nantinya akan dipilih dalam pelaksanaan di organisasi internasional. Selain itu, perlu diingat bahwa dalam pelaksanaan tindakan yang disesuaikan juga tidak selamanya berjalan sesuai dengan logika yang dipikirkan karena banyak dalam kenyataannya pelaksanaannya selalu berubah. Hal tersebut dapat terlihat dalam kepemilikan electoral pressure yang dimiliki atau tidak oleh pemerintah karena dengan adanya electoral pressure memiliki pengaruh yang penting terkait dengan seberapa konsistensinya tingkat kepatuhan sebuah negara dalam organisasi internasional.

            Kesimpulan yang di dapat dalam penjelasan di atas adalah pengaruh politik domestik dalam organisasi internasional menjadi sebuah aturan main yang menunjukkan bagaimana sikap negara dalam menunjukkan kepatuhannya dalam organisasi internasional. Keputusan yang diambil dalam pelaksanaan dalam politik domestik memiliki peranan yang berbeda, yaitu dengan adanya jalannya keputusan yang memang sesuai dengan keputusan yang diambil pemerintah tanpa memandang masukan  dari kelompok-kelompok dominan dan terdapat keputusan yang disesuaikan dengan aspiran dari kelompok-kelompok dominan tersebut. Tindakan yang dijalankan oleh pemerintah dalam menjalankan tindakan tersebut merupakan salah satu cara untuk menimbulkan dan menunjukkan reputasi negaranya di mata internasional.  

 

Referensi:

Dai, Xinyuan. 2005. Why comply? The domestic constituency mechanism. International Organization 59, hal. 363-398.

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :