Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Hukum perdagangan internasional merupakan bidang hukum yang berkembang sangat cepat. Perkembangan yang dialami oleh hukum perdagangan internasional cakupannya juga luas karena terdapat pengaruh dari sifatnya yang lintas batas. Hal tersebut dapat dilihat dengan beberapa macam jenisnya, misalnya saja dlihat dari hal yang sederhana, yaitu barter, jual beli barang (komoditi) seperti produk pertanian, perkebunan, dan sejenisnya, hingga dalam hal hubungan ataupun transaksi dagang yang sifatnya kompleks (Hanafi 2011, 1-2). Kekompleksitasan yang dialami dengan adanya perdagangan internasional merupakan salah satu akibat dari perkembangan teknologi karena dengan pengaruh tersebut seakan membantu dalam pelaksanaan dari transaksi-transaksi yang mungkin akan dilakukan oleh pihak yang terkait dalam perdagangan internasional tersebut. Dalam hal ini, kemudian seakan memudarkan batasan-batasan yang ada yang sudah bukan lagi menjadi halangan dalam melakukan transaksi. Namun, dengan semakin canggihnya teknnologi yang mempengaruhi tersebut seakan menimbulkan efek samping bagi para pelaku yang melakukan perdagangan internasional karena dengan luasnya jangkauan hubungan yang terjalin menyebabkan adanya keegoisan sendiri dari para pelaku yang tidak mementingkan dengan perlunya pengenalan maupun mengetahui rekan dagangnya yang jauh berada di belahan bumi lain (Widjaja dan Yani 2001, 9-10).

Terjadinya perdagangan internasional tersebut dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan dari sumber daya yang dihasilkan seperti alam, tenaga kerja, keahlian, teknologi, dan modal. Disisi lain, perdagangan internasional yang terjalin tersebut merupakan salah satu cara yang dipergunakan oleh khususnya negara untuk memperoleh barang yang tidak diproduksinya, mengalihkan surplus perdagangan dalam negeri, dan memperoleh keuntungan yang timbul akibat adanya spesialisasi. Namun, kehadiran dari perdagangan internasional saat ini sudah tidak dapat dipungkiri karena semakin luas jangkauannya maka dikeluarkan sumber-sumber hukum yang mengikat perdagangan internasional tersebut, diantaranya adalah UN Convention on International Sales of Goods 1980, Convention on the Law Applicable to Contracts of International Sales of Goods 1986, Convention on the Law Applicable to Agency 1978, International Convention on Travel Contract 1970, Convention Relating to a Uniform Law on the International Sales of Goods 1964, Convention on the Law Applicable to International Sales of Goods 1955, Convention for the Unification of Certain Rules for International Carriage by Air - Montreal 1999, UN Convention on the Use of E-Communication in International Contract 2005, Convention on International Interest in Mobile Equipment 2001, UN Convention on the Carriage of Goods by Sea (The Hamburg Rules) 1978, dan UN Convention on Contracts for the International Carriage of Goods Wholly or Partly by Sea (the Roterdam Rules) 2008 (Supancana 2012, 6-23).

Dalam perdagangan internasional juga perlu dilihat bagaimana peran yang dilaksanakan oleh organisasi internasional yang nantinya akan memengaruhi kontrak dagang internasional itu sendiri. Organisasi internasional tersebut, antara lain The United Nations Commision on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Institut International Pour L’Unification Du Droit Prive (UNIDROIT), The International Chamber of Commerce (ICC), dan The Hague Conference on Private International Law. Pembentukan dari UNCITRAL merupakan bentukan dari Majelis Umum PBB tahun 1966, yang bertujuan untuk memajukan harmonisasi dan unifikasi ketentuan-ketentuan hukum di bidang perdagangan internasional. Kehadirannya diyakini akan mengurangi hambatan yang diterima karena pengaruh dari disparitas aturan hukum nasional yang mengatur kegiatan perdagangan internasional, yang kiranya menjadi faktor penghambat dalam perdagangan internasional yang dijalankan. Selain itu, UNCITRAL juga membahas mengenai isu-isu hukum terkait dengan transaksi elektronis dan repository dari ahli-ahli internasional atas permasalahan-permasalahan tentang e-commerce. UNCITRAL juga telah menghasilkan beberapa konvensi seperti UN Convention of the International Sales of Goods (CISG), UN Convention on Carriage of Goods by Sea (Hamburg Rules), UNCITRAL Arbitration Rules, Model Law on Arbitration, Model Law on E-Commerce (Jeffrey et al. 2011, 14-16).

            Pembentukan dari UNCTAD 1964 merupakan organisasi yang bertujuan untuk menjawab persoalan atas ketidakseimbangan dan asimetri dalam perekonomian global. Pembentukan dari UNCTAD tersebut mengalami perkembangan karena pada awal mula pembentukannya bertujuan untuk sebagai forum negosiasi, namun 20 tahun setelah kehadirannya, UNCTAD telah menjadi think tank bagi pembangunan dan Trade Development Report (TDR) (Supancana 2012, 34). Kehadiran dari UNIDROIT bertujuan untuk mempelajari kebutuhan dan metode bagi modernisasi, harmonisasi, dan koordinasi hukum privat dan terutama hukum komersial antar negara dan antar kelompok negara serta untuk memformulasikan instrumen hukum, prinsip-prinsip serta kaidah-kaidah yang uniform untuk mencapai tujuan tersebut. Strutur UNIDROIT atas tiga bagian, yaitu Sekretariat, Dewan Pemerintah, dan Majelis Umum. Sekretariatnya bertugas untuk melaksanakan program kerja harian. Dewan Pemerintah bertugas untuk mengawasi semua aspek kebijakan dan saran yang harus digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh Statuta, melalui program kerja yang dilaksanakan oleh Sekretariat Jenderal. Sedangkan, Majelis Umum bertugas menetapkan anggaran tahunan, menyetujui program kerja tiga tahunan, dan memilih Dewan Pemerintahan lima tahunan (Supancana 2012, 35-36).

            Perkembangan perdagangan internasional yang terjadi di Indonesia dapat dilihat dengan adanya pengaturan nasional terkait dengan kontrak dagang internasional. Hal tersebut dapat dilihat dalam peraturan perundang-undangan, baik dalam ketentuan-ketentuan KUH Perdata, KUH Dagang, maupun peraturan perundang-undangan lainnya. Namun, keterlibatan Indonesia dalam penyusunan instrumen internasional seperti hard laws dan soft laws tersebut tidak aktif. Alasan tersebut memengaruhi dalam pengembangan berbagai kontrak dagang internasional dalam perkembangan hukum nasional yang mengatur kegiatan perdagangan internasional. Hal tersebut juga dianggap sebagai salah satu pelaksanaan hukum nasional yang mengacu pada KUH Perdata dan KUH Dagang), yang dimana ketentuan-ketentuannya sudah tidak sesuai dengan perkembangan ataupun modernisasi kehgiatan perdagangan internasional (Supancana 2012, 50-51). Maka, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan dari hukum perdagangan internasional menjadi hal yang vital karena dengan kehadirannya akan memperjelas dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para aktor tersebut. Selain itu, hukum perdagangan internasional yang disesuaikan dengan hukum nasional, misalnya saja Indonesia harus disesuaikan dan diperbaiki karena alasan zaman yang semakin berkembang, yang pada sisi lainnya bahwa tanpa adanya tindakan nyata untuk memperbaiki hukum nasional yang mengatur perdagangan internasional nantinya akan merugikan pihak negara tersebut. Maka, diperlukannya adanya kesadaran dan peranan yang semakin aktif untuk memberikan dan memperjelas bahwa hukum nasional yang mengatur mengenai perdagangan internasional akan membantu perlindungan setiap aktor maupun pelakunya.

 

 

Referensi:

Girsang, Y. C. 2013. Hukum Perdagangan Internasional [online] dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39411/3/Chapter%20II.pdf [diakses 10 November 2014]

Hanafi, Irma H. 2011. Perdagangan Internasional Pasca Putaran Uruguay dan Dampaknya di Indonesia.

Jeffrey, et al. 2011. UNCITRAL and E-Commerce, dalam Colloqium on Electronic Commerce.

Supancana, Ida Bagus Rahmadi. 2012. Perkembangan Hukum Kontak Dagang Internasional [online] dalam www.bphn.go.id/data/documents/pk-2012-2.pdf [diakses 10 November 2014]

Widjaja, Gunawan dan Ahmad Yani. 2001. Transaksi Bisnis Internasional (Ekspor-Impor dan Imbal Beli). Jakarta: Rajawali Pers.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :