Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

HISTORICAL DEVELOPMENT AND IMPORTANCE OF STUDYING IR

Amanda Rizki Yuanita (071211233030 / B)

Weekly Assignment 4

Pengantar Ilmu Hubungan Internasional (SOH 101)

HISTORICAL DEVELOPMENT AND IMPORTANCE OF STUDYING IR

 

            Studi Hubungan Internasional (HI) yang ada saat ini bukanlah sebuah studi yang tiba-tiba saja muncul. Namun, HI telah melalui berbagai kecaman-kecaman pertanyaan, antara lain bagaimana HI itu muncul dan apa itu HI. Pengertian HI sebenarnya hingga sekarang masih mengalami berbagai macam pendefinisian dari berbagai tokoh, karena HI sendiri saat ini bukanlah sebuah studi yang dulunya hanya fokus pada satu bidang saja tetapi sudah meluaskan bidang kajiannya. Bagaimana perkembangan HI itu sendiri juga melalui banyak perdebatan, yaitu ada yang menyebutkan bahwa HI muncul karena adanya perjanjian Westphalia, tetapi selain itu banyak pula yang berpendapat bahwa HI muncul berawal dari sebuah perang yang tejadi pada masa sebelum adanya perang dunia dan dibuatnya perjanjian Westphalia. Dari kesimpangsiuran kabar ini, kekeliruan atas bagaimana HI berawal membuat dunia kebingungan untuk memahami. Perjanjian Westphalia sebenarnya merupakan sebuah kajian lanjutan atas adanya HI, dapat dilihat bahwa HI muncul karena adanya perang yang terjadi jauh sebelum perang dunia dan perjanjian Westphalia terbentuk. Perjanjian Westphalia baru muncul pada tahun 1648 dan perjanjian itu merupakan perjanjian yang mengawali adanya HI di Eropa. Perang yang terjadi merupakan kajian dasar atas awal terbentuknya HI dan perang tesebut merupakan sebuah kunci HI yang kemudian muncul. Peran HI untuk meredamkan perang tersebut adalah dengan diadakannya diplomasi. Selain hal tersebut sejarah terbentuknya HI bisa dilihat dengan adanya perdebatan-perdebatan besar yang disebut dengan The Great Debate, yang muncul selama perkembangan HI.

            The Great Debate merupakan perdebatan-perdebatan besar yang terjadi untuk menemukan sejarah dan definisi HI sebenarnya, antara lain : 1) Perdebatan antara aliran realis dan idealis, 2) Perdebatan antara aliran tradisionalis dan behavioralis, 3) Perdebatan perspektif antara  realis, pluralis, dan marxis. Perdebatan pertama yang terjadi antara aliran realis dan idealis terjadi sebelum, selama, dan setelah Perang Dunia II terjadi. Dapat dilihat bahwa aliran realis lebih menginginkan perang sedangkan kaum idealis lebih memilih jalur perdamaian, yaitu dengan dibuatnya kerjasama dan diplomasi. Namun, dapat dilihat bahwa dalam perdebatan pertama ini kaum realislah yang lebih dominan. Perdebatan kedua yang terjadi antara aliran tradisionalis dan behavioralis karena aliran tradisionalis lebih menginginkan metodologi yang lebih humanis dibandingkan dengan aliran behavioralis yang lebih menginginkan studi HI lebih ditingkatkan metodologinya ke tingkat yang lebih mendetail. Sedangkan, perdebatan ketiga membahas mengenai bagaimana proses internasional dapat dipahami dan dijelaskan. Sebenarnya masih terdapat perdebatan yang terjadi, yaitu perdebatan yang keempat, namun perdebatan keempat ini masih membahas yang sama dengan perdebatan ketiga (Kurki, 1947, hal. 16). Hingga saat ini teori-teori yang berkembang apa itu HI masih ada dan dapat dikatakan bahwa HI merupakan studi yang meta-teori.

            Hubungan Internasional merupakan bidang studi yang muncul pertama kali sebagai art melainkan bukan science memiliki peranan penting karena HI adalah studi yang tidak hanya fokus dengan satu bidang kajian melainkan menekuni banyak kajian seperti bidang ekonomi, sosial, politik, dll. Pada bidang ekonomi, contoh yang diambil, yaitu jika suatu maskapai penerbangan mengembangkan sayapnya sebagai perusahaan penerbangan dengan low cost merupakan suatu strategi yang dilancarkan oleh perusahaan itu untuk masalah dalam bidang perekonomiannya (Wardhani 2012). Selain itu, manfaat penting yang dapat diambil dari HI, yaitu dapat membantu untuk menciptakan perdamaian dan penyelesaian konflik, menciptakan kerjasama di berbagai bidang, mengatasi kendala yang dihadapi dalam melakukan proses diplomasi. Pentingnya HI memiliki peranan yang utama agar terciptanya keseimbangan antara bidang satu dengan bidang yang lain. Hal semacam ini sangat diperlukan karena ini menyangkut keberlangsungan hidup para aktor-aktor HI.

            Kesimpulan yang didapat dari sejarah dan pentingnya HI adalah perkembangan HI memiliki tatanan agar dapat mengerti akan bagaimana duniaglobal masa ini dan menginginkan agar sarjana-sarjana yang memiliki keahlian memahami konsep dasar dan kerangka analisis umum yang diperlukan sehingga mampu memaknai dan menjelaskan fenomena hubungan internasional keseharian. Selain itu, perdebatan-perdebatan yang terjadi itu bukanlah akhir dari bagaimana sejarah HI dan apa definisi sebenarnya tentang HI, namun HI menjadi sesuatu yang dinamis dan telah mengalami banyak perkembangan seiring dengan terjadinya globalisasi. HI yang semasa lalu hanya sebuah disiplin ilmu, namun kali ini HI sudah mencakup studi yang lebih interdisipliner.

 

 

 

 

 

 

Referensi :

  • 2005-2020 Roadmap Studi Hubungan Internasional, Jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga, 2005 (chapter 2)
  • Kurki, Milja & Wight, Collin (2007) “International Relations Theories, Discipline and Diversity, Oxford University Pres, pp 13-33
  • Dugis, Vinsensio, 2012. Sejarahdan Pentingnya Hubungan Internasional, materi disampaikan pada kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga. 24 September 2012.
  • Wardhani, Baiq L. S., Sejarah dan Pentingnya Hubungan Internasional, materi disampaikan pada kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, 24 September 2012.
  • 3B, Kelompok, Sejarah dan Pentingnya Hubungan Internasional, materi disampaikan pada tanggal 24 September 2012.

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :