Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Actors of International Relations

Amanda Rizki Yuanita (071211233030 / B)

Weekly Assignment 5

Pengantar Ilmu Hubungan Internasional (SOH 101)

Actors of International Relations

Banyak yang beranggapan bahwa nation dan state itu memiliki makna atau pengertian yang sama, tetapi pemahaman seperti ini sebenarnya kurang tepat. Karena pengertian nation dan state berbeda. Nation (bangsa) memiliki makna mengenai sekelompok orang yang memiliki kesamaan antar ras, ikatan wilayah, dan akar keturunan, serta ideologi. Sedangkan, state (negara) merupakan organisasi diantara sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mengakui adanya sistem pemerintahan. Dapat dilihat dari kedua pengertian tersebut sangatlah berbeda antara pengertian satu dengan yang lain. Selain itu, nation memiliki ruang lingkup yang sempit, sedangkan state memiliki ruang lingkup yang luas seperti diakuinya tentang teritorialnya dan adanya rakyat.

Nation dan state merupakan actors dalam Hubungan Internasional (HI). Dalam HI actor yang sangat penting, yaitu state (negara), karena negara merupakan main actor (state centric approach), yaitu “negara adalah segalanya” (Wardhani 2012). Hal semacam ini merupakan salah satu pemahaman tentang pandangan berpusat, yaitu negara. Selain itu, negara memiliki kekuasaan yang lebih tinggi karena memiliki satu-satunya unit yang tidak dimiliki oleh aktor-aktor lain dalam HI, yaitu tentara. Selain memiliki tentara, negara dikatakan sebagai main actor karena negara dapat memonopoli kekuasaan dan kekerasan, serta dapat melakukan perang. Selain itu, pengertian negara mengenai state centric approach itu menunjukkan bahwa negara mendukung tentang pemikiran para kaum realis. Dalam masa globalisasi seperti saat ini, negara juga memiliki keterbatasan, karena dapat diibaratkan negara itu sebuah poros yang nantinya semakin besar dan semakin sulit untuk menghentikan globalisasi. Karena globalisasi ini tidak mengenal tentang batasan tentang geografi, contohnya informasi. Informasi merupakan kebutuhan primer pada masa sekarang ini, dan misalnya dalam suatu negara mengalami masalah akan cepat tersebar kabar tersebut ke negara lain (penjuru dunia). Informasi yang menyebar saat ini mudah tersebar karena pengaruh perkembangan teknologi dan menyebabkan interaksi. Namun, teknologi juga bisa mengakibatkan dampak yang sangat significant. Karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh negara tersebut dalam menghadapi masalah-masalah semacam ini yang membuat negara semakin lemah. Kelemahan ini disebabkan oleh luasnya peranan yang dikendalikan oleh negara. Karena hal ini, maka terdapat pula aktor-aktor lain yang menjadi pendukung dalam HI, yaitu INGO (International Non-Goverment Organization), IGO (Inter-Goverment Organization), dan MNCs (Multi National Corporation). Aktor-aktor pendukung ini diharapkan mampu untuk membantu menghadapi masalah-masalah yang dihadapi oleh aktor utama, yaitu negara.

INGO merupakan aktor yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah dalam negara dan merupakan organisasi yang berperan antar lintas negara. Hal semacam ini sangat diperlukan, karena INGO berperan dalam mengatasi masalah sosial seperti mengentas kemiskinan, mengentas pendidikan bagi negara yang terbelakang, menjadi donatur dalam melakukan aksi sosial pada korban (negara) yang mengalami bencana alam. Organisasi yang termasuk dalam INGO, antara lain  Greenpeace, International Red Cross, dll. Selain itu, INGO juga terbagi atas MNCs, Terrorist Organization, dan Churches (Henderson p. 85-87, 1998). MNCs juga memiliki peran yang tak kalah pentingnya karena MNCs merupakan perusahaan multinasional dan ini sangat berpengaruh dalam kancah dunia internasional, contoh yang dapat diberikan, yaitu adanya program microsoft yang saat ini semakin luas berkembang dan microsoft ini memiliki cabang di negara lain untuk memudahkan individu atau kelompok untuk memiliki program tersebut dalam mengerjakan sesuatu hal. IGO merupakan organisasi yang mencakup wilayah antar pemerintah satu dengan yang lain. Hal ini bertujuan untuk melakukan interaksi dan dapat melakukan kerjasama dengan negara satu dengan yang lain, maupun itu dalam lingkup sempit seperti pemerintah daerah dengan pemerintah daerah lainnya. Organisasi yang termasuk dalam IGO, antara lain ASEAN, NATO, PBB, dll.

Dengan adanya bantuan dari aktor lain, peran negara dapat menjadi lebih fokus dan lebih teratur. Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan diatas bahwa aktor utama dengan aktor yang lain memiliki kesinambungan satu dengan yang lain. Karena jika salah satu aktor itu patah (lemah) dalam melakukan peranannya maka akan berakibat buruk bagi aktor yang lainnya, seperti halnya sebuah jaring ikan jika salah satu bagian putus dan itu membuat bagian yang lainnya menjadi tidak bekerja dengan sesuai. Dengan kata lain dapat mengalami kerusakan yang sama, yaitu ikut terputus juga, maka antara aktor satu dengan yang lain harus seimbang agar tidak terjadi pergejolakan diantara aktor-aktor tersebut.

Referensi :

  • Henderson, Conway W. (1998) International Relations, Conflict, and Cooperation at The Turn of 21st Century, McGraw-Hill International Editions, (Chapter 3)
  • Wardhani, Baiq L. S., Actors of International Relations, materi disampaikan pada kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, 1 Oktober 2012.

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :