Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

National Interest

Amanda Rizki Yuanita (071211233030 / B)

Weekly Assignment 6

Pengantar Ilmu Hubungan Internasional (SOH 101)

National Interest

 

Definisi mengenai national interest sangat beragam. Karena keberagaman mengenai definisi kepentingan nasional terkadang membuat bingung banyak pihak untuk memahaminya. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai macam pendapat dari para ahli mengenai national interest itu sendiri. Menurut Morgenthau, “national interest merupakan suatu hal yang diperjuangkan suatu negara untuk mendapatkan power (kekuatan)”. Power dalam konteks ini memiliki peran yang tidak kalah pentingnya karena tanpa power, kepentingan nasional bisa saja tidak dapat dicapai. Hal tersebut dikarenakan kepentingan nasional merupakan aset yang sangat penting dan bagian yang sangat vital dalam suatu negara. Dengan adanya power yang dimiliki oleh suatu negara, dapat membantu peran negara untuk menjaga eksistensi negara tersebut dalam kancah internasional. Selain itu, terdapat pula pandangan Morgenthau mengenai national interest yang dimiliki oleh setiap negara ada yang tidak memiliki nilai moral, namun biasanya negara mengatasnamakan kepentingan nasional pada nilai moral (Wardhani, 2012).

National interest merupakan kepentingan negara yang paling penting dan vital. Hal ini dapat diketahui bahwa hal yang paling mendasar dalam national interest adalah survive, contoh negara seperti manusia (Wardhani, 2012). Dalam pandangan ini, sikap negara harus bisa mempertahankan negaranya atau bagaimana negara itu survive dalam eksistensinya sebagai negara. Maksud dari pengertian tersebut, yaitu apapun akan dilakukan oleh negara untuk mempertahankan hidupnya. Selain itu, national interest dapat diibaratkan sebagai sebuah tujuan atau harapan yang ingin dicapai, tetapi meskipun demikian national interest juga masih berkaitan dengan foreign policy. Foreign policy ini merupakan suatu alat atau cara untuk mewujudkan kepentingan sosial. Dengan adanya foreign policy, maka kepentingan nasional yang dimiliki oleh sebuah negara dapat melakukan aksi-aksi dalam membuat tujuan negara. Tujuan negara berasal dari makna yang ingin dicapai oleh suatu negara dan memiliki konsep yang ingin dicapai oleh negara tersebut. Konsep ini merupakan hal standar untuk memberikan kontrol terhadap kepentingan luar negeri sebuah negara. Hal semacam ini diharapkan agar foreign policy dengan tujuan negara dapat selaras.

National interest juga memiliki dimensi dalam pandangannya. Dimensi national interest memiliki berbagai kepentingan vital yang mendasar bagi negara, antara lain kepentingan politik, kepentingan ekonomi, kepentingan keamanan, dan kepentingan pertahanan. Selain dimensi terdapat pula motivation maker, yaitu hal-hal yang memotivasi negara dalam melakukan kepentingan nasional. Motif negara dalam melakukan kepentingan nasional terbagi atas empat motif, antara lain individu, ideologi, organisasi, dan strategi. Individu merupakan sosok yang dapat berperan penting dalam melakukan tindakan yang nantinya akan membuat pengaruh yang besar, baik itu akan memberikan dampak positif ataupun negatif, contoh yang dapat diambil seperti Adolf Hitler yang merupakan individu yang melakukan kekacauan, yaitu dengan cara membunuh ras Yahudi yang tujuannya demi meningkatkan atau mengunggulkan ras Aria di Jerman. Ideologi dapat berpengaruh pada kepentingan nasional, yaitu ideologi yang dimiliki suatu negara dapat pula dikembangkan agar ideologi yang dianut oleh negara tersebut dapat juga dianut oleh negara lain, contoh dahulu Amerika ingin memperluas ideologi yang dianutnya di dunia internasional, dalam hubungan internasional Amerika memiliki kepentingan untuk mempengaruhi negara lain dalam menganut ideologinya. Organisasi bisa berasal dari sebuah kelompok atau dapat dikatakan menjadi sebuah wadah yang nantinya akan mengumpulkan suatu inspirasi untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dapat juga dilakukan oleh satu negara dengan negara lain dan membentuk perkumpulan, contohnya adalah ASEAN. Sedangkan, strategi dapat juga menjadi bagian dari motivation maker dalam kepentingan nasional, contoh Amerika yang merupakan negara adi daya yang ingin mendapatkan minyak, maka Amerika menginvansi Irak, dengan alasan ingin menumpas terorisme, tetapi Amerika juga meraup keuntungan dalam hal sumber daya yang dimiliki Irak, yaitu negara yang dinvansinya.

Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa national interest merupakan tujuan, cita-cita, dan harapan yang dimiliki oleh sebuah negara untuk menjalankan kebijakan luar negeri dan bermodalkan power. Setiap negara pasti memiliki national interest demi terwujudnya tujuan yang ingin dicapai oleh negara tersebut. Selain itu, negara juga dalam kepentingan nasionalnya bisa juga bertujuan untuk menjadi pembenar bagi kepentingan suatu negara. Maka pada dasarnya semua negara dalam melakukan tindakan pasti selalu berdasar pada kepentingan nasional.

Referensi

  • Wardhani, Baiq L. S., National Interest, materi disampaikan pada kuliah   

Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga, 8 Oktober 2012.

  • Glanville, Luke (2005) “Who Are We Think about the ‘National Interest’?”

Australian Quarterly, Vol. 77, No. 4; pp. 33-37.

  • 3B, Kelompok, National Interest, materi jurnal kelompok pada tanggal 8

Oktober 2012.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :