Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Apa itu Indonesia?

 

Indonesia merupakan sebuah negara yang selama ini dikenal sebagai negara yang memiliki berbagai macam akan budaya, agama, dan suku dalam mata dunia. Indonesia sendiri merupakan sebuah negara yang kaya akan sejarah yang dapat digali bagi khalayak umum tanpa mengenal suku ataupun bangsanya. Negara Indonesia tidaklah semata-mata lahir begitu saja, begitu pula dengan nama Indonesia sendiri yang bukan juga semata-mata langsung muncul begitu saja. Kata “Indonesia” sendiri muncul dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan bagi para ahli. Salah satu pendapat itu ialah Indonesia sebagai bangsa yang paling buruk sekarang karena lemah kontrol terhadap takdir yang bangsa itu miliki. Pendapat ini dikemukakan oleh Ahmad Syafi’i Maarif (Emmerson, 2005: 1). Pendapat mengenai Indonesia bukanlah hanya dari Ahmad saja, melainkan banyak pendapat yang sangat memberikan masukan terhadap pengeritian dalam memaknai arti Indonesia itu sendiri.

Dapat diketahui bahwa Indonesia belum ada sekitar abad dua puluhan karena Indonesia sendiri pun belum memiliki penduduk yang menempatinya atau dapat disebut juga sebagai orang Indonesia (Elson, R.E. 2008: 1). Terdapat gagasan politis “Indonesia” yang menyebutkan bahwa ada satu negara yang mencakup satu kepulauan, dan bahwa negara ini bisa punya bentuk selain jajahan satu negara kecil yang dingin dan basah di Laut Utara amat lambat berkembang kalau dibandingkan dengan pemikiran serupa. Indonesia bahkan tidak semata-mata keluar begitu saja tanpa adanya gagasan yang terlintas dalam penilaian para pengamat. Semua gagasan dari para pengamat sangatlah beragam. Pertama kali gagasan kata “Indonesia” digagas oleh seorang pengamat sosial berasal dari Inggris, Earl, yang menyebut “Indonesia” dengan “Malayunesia”, sedangkan gagasan Earl ini tidaklah langsung diterima karena seorang koleganya, Logan, lebih memilih menyebut “Indonesia” dengan “Indonesian” sendiri. Hal ini dipilihnya karena lebih tepat untuk digunakan sebagai istilah geografis.  Selain itu, terdapat gagasan lain yang terkandung dalam nama Indonesia, yaitu gagasan politik yang berasal dari penciptaan Hindia Timur Belanda yang bisa saja dianggap bersatu dan relatif terpadu dalam segi ekonomi oleh kekuasaan kolonial Belanda. Aspek kedua proses kemunculan gagasan Indonesia sebagai kesatuan politik adalah integrasi vertikal seluruh wilayah Indonesia, sebagai akibat perkembangan sarana angkatan (Elson, 2008: 6-8).

Situasi Indonesia pada saat menginjak dasawarsa pertama abad 20, Hindia sudah lebih merupakan negara ketimbang koloni yang tergantung, jauh lebih bisa dikenali sebagai entitas politik yang berdiri sendiri (Elson, 2008: 10). Hal ini yang kemudian menyebabkan identitas Indonesia setidaknya terbentuk. Namun, identitas yang semakin menguat ini harus  diimbangi dengan dibentuknya dewan khusus di Hindia. Dapat dilihat dengan hadirnya tanda-tanda pertumbuhan identitas di Hindia itu dirangsang walau bukan diciptakan oleh imperialisme Belanda. Selain itu, terdapat media cetak yang merupakan bagian dari identitas pribumi pada saat itu, misalnya Pewarta Prijaji, Bintang Hindia, dan Retno Dhoemilah. Namun, pembentukan identitas diatas merupakan sebagian kecil yang diutarakan, terdapat pula jalur pembentukan identitas namun berbeda dari yang lainnya, misalnya ibadah haji. Snouck memerhatikan bahwa “orang-orang Indonesia terkenal sangat berminat” melakukan perjalanan panjang penuh bahaya untuk memenuhi kewajiban keagamaan dan memberi kontribusi kepada satu masyarakat “Jawi” di Mekkah.

Dalam penjelasan yang telah diutarakan dapat disimpulkan bahwa banyak makna yang dapat diperoleh dari arti kata Indonesia itu sendiri. Hal ini terjadi karena tak banyak orang awam yang tahu “Apa itu Indonesia?”. Banyak kepastian yang di dapat namun tak pasti bagi pemahaman yang nantinya didapat karena itu semua bukanlah hal yang sangat mudah. Bagi masyarakat harus ditekankan kembali untuk diberikan kembali penjelasan mengenai “Apa itu Indonesia?” itu sendiri, karena hal ini sangat penting untuk kemajuan bangsa. Walaupun tak secara terperinci dikenalkan kepada masyarakat tetapi semua ini sangatlah bermanfaat untuk ke depannya.

 

Referensi :

Emmerson, Donald K. 2005. “What is Indonesia?”, dalam John Bresnan (ed.), Indonesia: The

Great Transition, Maryland, Rowman & Littlefield Publisher. Inc., pp. 7-73

Elson, R. E. 2008. “Asal-Usul Gagasan Indonesia”, dalam The Idea of Indonesia. Sejarah

Pemikiran dan Gagasan, Jakarta: Serambi, pp. 1-55

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :