Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Regimes and Institutions

Masih banyak kesimpang siuran terhadap pemahaman yang diberikan antara rezim dengan organisasi internasional. Banyak yang mengatakan bahwa rezim memiliki kesamaan dengan organisasi internasional dan begitu pun sebaliknya. Namun, pendapat-pendapat yang dilontarkan tersebut tidaklah dapat dipastikan kebenarannya. Pengertian rezim sebenarnya ialah sebagai prinsip, norma, peraturan, dan prosedur pengambilan keputusan yang dapat menjadi suatu harapan dalam suatu isu tertentu. Sedangkan, pengertian organisasi internasional bisa dilihat dari dua pendekatan umum, antara lain pendekatan rezim dan pendekatan institusional. Pendekatan rezim lebih menekankan fokus terhadap ekspektasi aktor, bahkan pendekatan rezim ini tidak menyebutkan organisasi internasional. Sedangkan, pendekatan institusional lebih melihat dari berbagai kejadian yang terjadi dalam organisasi internasional tertentu dan bukan pada dampak aktor organisasi internasional tersebut  (Barkin 2006, 27).

Dengan kata lain, rezim tidak dapat disamakan dengan organisasi internasional, tetapi organisasi internasional sendiri bisa dikatakan rezim. Selain itu, rezim sendiri tidak memiliki struktur dibandingkan dengan organisasi internasional yang memiliki struktur yang jelas. Semua ini dapat dilihat dengan adanya semacam sebuah perusahaan yang terdiri dari atasan dan bawahan dan semua itu memerlukan adanya struktur organisasi yang jelas dalam memahami maksud dari tugasnya dan sebagai apa. Dalam rezim tidaklah ada struktur yang membebaninya. Berbeda dengan organisasi yang memerlukan adanya struktur di dalamnya. Selain itu, sebab rezim muncul sebagai alternatif untuk mengatur sistem yang ada karena organisasi internasional tidak selalu dapat memecahkan permasalahan layaknya seperti Persatuan Bangsa-Bangsa. Rezim sendiri merupakan alat yang digunakan untuk kelangsungan suatu negara. Dalam rezim pun sifat keanggotannya pun secara sukarela. Selain itu, rezim merupakan salah satu alternatif yang diminati banyak negara.

Pendekatan institusional merupakan awal yang penting untuk melakukan penelitian institusional ke dalam organisasi internasional. Pendekatan institusional seperti yang telah dijelaskan bahwa lebih melihat pada struktur formal, organisasi, dan sistem birokrasi dalam organisasi internasional. Struktur birokrasi dalam sebuah organisasi internasional sama pentingnya dalam memahami apa yang organisasi bisa dan tidak bisa lakukan. Hal ini memerlukan dalam pandangan terhadap ukuran, kompetisi, dan komponen dari struktur suatu organisasi tertentu. Namun, ketika melihat ke dalam kompetisi birokrasi yang dimiliki oleh organisasi internasional merupakan perbedaan yang dapat dilihat antara karyawan administrasi dan pejabat politik. Banyak organisasi internasional yang memiliki elemen administrasi dan pejabat politik, namun karyawan administrasi bekerja untuk organisasi itu sendiri dan loyalitas mereka lebih ke organisasi dan tujuannya. Sedangkan, pejabat politik bekerja terhadap organisasi internasional tersebut, tetapi bekerja untuk pemerintah rumahnya dengan loyalitas utama mereka yang melakukan kebohongan (Barkin 2006, 27-28). Dalam mempelajari organisasi internasional pada tahun 1950-an dan 1960-an menggunakan pendekatan institusional. Pendekatan institusional merupakan pendekatan yang dipelajari paling dominan. Hal ini juga membuat perkembangan baru dan juga dominan pada tahun 1980-an dan 1990-an dalam mempelajari organisasi internasional. Pendekatan baru inilah yang disebut dengan pendekatan rezim dan masih termasuk pendekatan dominan. Terdapat dilihat perbedaan utama antara pendekatan rezim dengan pendekatan institusional ialah terletak pada pendekatan yang dilihat sebagai aktor.

Kesimpulan yang di dapat ialah pendekatan yang ada digunakan sesuai dengan aktor-aktor yang sesuai. Aktor merupakan hal yang sangat berpengaruh untuk menentukan pendekatan apa yang akan digunakan. Aktor dalam pendekatan institusional ialah organisasi internasional sendiri, sedangkan dalam pendekatan rezim aktornya ialah negara. Negara yang merupakan aktor dari pendekatan rezim ini merupakan cara pendekatan rezim dalam melakukan tindakan untuk mengetahui bagaimana kekuatan negara tersebut. Organisasi internasional dalam strukturnya terdiri dari negara-negara yang bergabung membentuk suatu kerjasama. Namun, berbeda dengan negara, sebagai aktor, organisasi internasional lebih pantas untuk didekati dengan pendekatan institusional. Semua ini dilakukan agar mencapai keputusan (hasil) yang diinginkan.

Referensi :

J. Samuel Barkin, 2006. International Organization, Theories and Institutions. Palgrave

McMillan, New York.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :