Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Lahirnya Indonesia

Nasionalisme merupakan faktor awal mula lahirnya Indonesia. Nasionalisme yang muncul ini bukan lahir (berkembang) karena pengaruh dari penjajahan yang dilakukan oleh Belanda karena sebenarnya pada masa kerajaan dahulu, khususnya kerajaan besar, yaitu Sriwijaya dan Majapahit merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan munculnya nasionalisme. Dengan kata lain, munculnya Majapahit dan Sriwijaya merupakan fondasi untuk munculnya nasionalisme itu sendiri. Selain itu, dengan adanya kesadaran kekuatan politis merupakan hal yang mempengaruhi nasionalisme itu sendiri. Nasionalisme yang muncul nantinya dipengaruhi oleh adanya pengaruh dari tingginya derajat homogenitas agama di Indonesia (Kahin 1995, 50).

Perkembangan yang muncul di Indonesia sendiri juga memunculkan adanya Majelis Rakyat (Volksraad). Majelis ini merupakan majelis tertinggi di Indonesia. Dengan adanya majelis ini di fungsikan sebagai pemersatu nasionalisme bagi rakyat Indonesia sendiri. Selain itu, dengan adanya majelis ini akan dapat membantu rakyat Indonesia agar sadar akan persoalan-persoalan dan hubungan dengan Belanda (Kahin 1995, 52). Sebenarnya, mengenai munculnya nasionalisme Indonesia belum dapat dipastikan secara pasti, namun nasionalisme ini terorganisir pada dasawarsa ke-20. Perkembangan nasionalisme dalam masyarakat Indonesia sebenarnya dibantu dengan cara yang dilakukan melalui penyebaran melalui surat kabar yang memakai bahasa sehari-hari dan radio. Hal ini juga terdorong karena adanya peningkatan mobilitas geografis penduduk dan gagasan-gagasan karena adanya pola organisasi ekonomi dan fasilitas-fasilitas transportasi (Kahin 1995, 54).

Situasi sosial politis yang melahirkan indonesia ini dipengaruhi dengan adanya pergerakan-pergerakan yang muncul di Indonesia dan memberikan gagasan-gagasan mereka. Terdapat salah satu organisasi, Sarekat Islam, merupakan organisasi yang pergerakannya cenderung mengarah pada nasionalistis, anti imperialistis dan sosialistis, serta bukan gagasan-gagasan. Selain itu, terdapat gagasan-gagasan yang muncul karena adanya pengaruh dari Barat. Gagasan-gagasan sosial politik Barat membenarkan, memaksa untuk dipakai dan sangat mengintensifkan nurani sosial yang luas dari orang Indonesia untuk menentang kepatuhan dan politik serta penghisapan oleh Belanda (Kahin 1995, 65). Terdapat program-program dalam Sarekat Islam yang akan dijalankan, antara lain promosi usaha komersial di antara orang Indonesia, pengorganisasian dukungan timbal balik dalam bidang ekonomi, promosi kesejahteraan intelektual dan materiil orang Indonesia, serta promosi Islam (Viekke 1961, 394). Namun, terdapat gagasan dari pemerintahan sendiri, namun dipercepat oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah Perang Dunia Pertama. Asal-usul gerakan nasional Indonesia muncul karena untuk melihat bagaimana nasionalisme ini dipengaruhi oleh kecenderungan internasional. Bangkitnya kesadaran nasional di kalangan orang Indonesia berhubungan erat dengan perubahan yang terjadi di Asia setelah 1900 (Viekke 1961, 383-384).

Lahirnya Budi Utomo merupakan salah satu bentuk organisasi jawa yang berupaya dalam menggambarkan tentang asal-usul dam pertumbuhan nasionalisme Indonesia. Budi Utomo sendiri didirikan pada tahun 1908. Pada dasarnya masyarakat jawa mengerti akan nasionalisme ini karena didirikannya Budi Utomo. Organisasi ini telah memberikan banyak arti mengenai nasionalisme bagi rakyat Indonesia.

Kesimpulan yang didapat ialah nasionalisme yang berkembang di Indonesia bukan hanya muncul karena pada masa penjajahan yang dilakukan oleh Belanda. Namun, terdapatnya (muncul) nasionalisme ini juga dimulai dengan masa kerajaan dahulu, yaitu Majapahit dan Sriwijaya. Nasionalisme ini muncul tidak diketahui munculnya kapan dengan pasti. Namun, semua ini bukan menjadi masalah karena dalam garis besarnya nasionalisme yang terjadi pada bangsa Indonesia muncul secara bertahap.

 

Referensi :

Kahin, George Mc Turnan. 1995. “ Timbulnya Pergerakan Kebangsaan Indonesia”, dalam

Nasionalisme dan Revolusi Indonesia, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, pp. 49-82

Viekke, Bernard H. M. 1961. “Berakhirnya Suatu Koloni, Lahirnya Suatu Bangsa”, dalam

Nusantara: Sejarah Indonesia, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, pp. 380-425

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :