Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

PENGANTAR GLOBALISASI

 

Globalisasi adalah sebuah kata yang telah marak kita dengar di berbagai media elektronik maupun media cetak. Tidak dapat dipungkiri, secara tidak langsung sudah bersarang dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari. Untuk mengetahui bagaimana efek globalisasi dalam kehidupan manusia, kami melakukan wawancara secara langsung dengan 10 orang siswa sekolah menengah atas. Untuk pengambilan sampling wawancara kami kali ini, kami mengambil cluster dari siswa sekolah menengah atas baik dari jurusan IPA maupun IPS dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan, sekolah negeri atau swasta kelas 2 atau tiga SMA di Surabaya. Kami melakukan wawancara di sekolah-sekolah menengah atas atau bimbingan belajar di luar sekolah. Dengan list pertanyaan sebagai berikut  :

  1. Apa itu globalisasi ?
  2. Ketika mendengar kata globalisasi, lima hal apa yang akan muncul di pikiran anda berkenaan dengan globalisasi?
  3. Bagaimana globalisasi menurut anda, apakah baik atau buruk? Berikan alasannya !
  4. Apakah globalisasi adalah hal yang dapat dihindari? Berikan alasannya!
  5. Apakah globalisasi menguntungkan semua pihak? Berikan alasannya!
  6. Apakah globalisasi itu sama dengan liberalisasi? Jelaskan!
  7. Apakah globalisasi adalah sebuah hal yang positif untuk demokrasi?

Dalam wawancara ini, beberapa responden terlihat antusias ketika menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang berkenaan dengan globalisasi. Kebanyakan dari responden kami yang notabene adalah siswa sekolah menengah atas juga sering mendengar mengenai globalisasi. Ya, globalisasi adalah hal yang sering didengar dan diperbincangkan dalam kehidupan. Di media cetak misalnya, hampir setiap hari dapat ditemui kata globalisasi di salah satu artikel yang terdapat di koran. Berdasarkan survey yang dilakukan dengan mewawancarai sepuluh siswa sekolah menengah pertama, didapati sebuah kesimpulan mengenai definisi globalisasi. Globalisasi adalah sebuah proses mendunia dimana seluruh budaya dan hal-hal lain bisa masuk ke negara lain, baik melalui media elektronik, media cetak atau media massa yang lainnya. Hal yang paling sering muncul ketika ditanya 5 hal mengenai globalisasi adalah internet dan kebarat-baratan. Tidak dapat dipungkiri, globalisasi memang sering dikaitkan dengan dua hal tersebut. Dari fashion, social network, hingga lifestyle adalah pengaruh dari luar yang masuk ke Indonesia. Namun ketika ditanya apakah hal ini menjadi hal yang baik, hampir seluruh narasumber yang diwawancara menjawab bahwa globalisasi tidak selamanya baik. Ada beberapa hal yang dapat menjadi positif, antara lain ketika masyarakat mendapat kemudahan untuk mengakses segala informasi baik dalam pendidikan maupun sehari-hari. Kebanyakan dari narasumber lebih senang dengan adanya globalisasi karena lebih praktis dan lebih mudah, tidak perlu berkirim surat atau bertemu untuk membicarakan suatu hal meskipun terpaut jarak yang cukup jauh. Selain itu juga dapat mengetahui bagaimana dunia luar tanpa harus ‘keluar’ karena hal tersebut bisa diakses melewati internet atau media yang lainnya.

            Pertanyaan selanjutnya menggiring narasumber untuk lebih dalam memikirkan globalisasi, ketika ditanya apakah globalisasi dapat dihindari, para narasumber secara pribadi menjawab hal tersebut sangatlah sulit untuk dihindari, bahkan tidak bisa dihindari. Ketergantungan akan telefon genggam, social network dan hala modern lainnya menuntut mereka agar selalu tau dan ingin tau mengenai perkembangan dunia di segala bidang. Kebutuhan komunikasi yang meningkat dengan kemudahan akses yang adal membuat ketergantungan ini semakin meningkat sehingga globalisasi dianggap sebagai sebuah hal yang sulit dihindari. Banyak hal yang dianggap diuntungkan dengan adanya globalisasi, mereka yang beruntung adalah mereka yang dapat mengolah teknologi dan informasi yang didapatkan, dan mereka yang tidak adalah mereka yang masih stuck dengan tradisionalisme yang melekat di diri mereka. Hal ini menunjukkan bahwa globalisasi tidak menguntungkan semua pihak, hanya pihak-pihak tertentu saja yang bisa diuntungkan dengan adanya globalisasi.

            Berbicara mengenai globalisasi, erat kaitannya juga dengan liberalisasi. Ketika ditanya mengenai perbedaan antara liberalisasi dan globalisasi, sedikit sulit bagi narasumber untuk menjelaskannya. Kebanyakan dari narasumber kami menganggap bahwa globalisasi dan liberalisasi hampir sama karena keduanya kebarat-baratan, letak perbedaannya hanya kuantitas kebebasan yang dirasakan pada liberalisasi dianggap lebih besar daripada kebebasan yang ada pada globalisai. Pertanyaan terakhir yang menutup sesi wawancara adalah kaitan antara globalisasi dan kehidupan demokrasi, berdasarkan wawancara yang tekah dilakukan dapat disimpulkan bahwa globalisasi telah mendukung kehidupan demokrasi, karena dengan adanya efek globalisasi, masyarakat seakan mendapat wadah lebih besar untuk mengeluarkan aspirasi dengan mudah. Dan dengan hal tersebut bahwa globalisasi membantu kehidupan demokrasi.

            Dengan adanya globalisasi, banyak hal yang dapat diambil dari segi positifnya, misalnya kemudahan akses komunikasi dan informasi, lebih hemat kertas karena semua bisa dikemas dalam telefon genggam atau tablet. Dari banyak segi kemudahan ini adalah hal yang menguntungkan, namun di satu sisi, ketika terlalu silau dengan adanya globalisasi maka jadilah pribadi yang bimbang menghadapinya. Kehilangan identitas karena adanya peleburan berbagai budaya yang datang dari luar. Hal ini lah yang seakan menjadi tugas bersama masyarakat dunia dalam mempersiapkan diri mengenai globalisasi.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :