Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

George Washington dan Thomas Jefferson - Kelompok (2)

George Washington yang lahir pada tanggal 22 Februari 1732 merupakan presiden Amerika Serikat yang pertama. Beliau menjabat sebagai presiden selama dua periode mulai dari tanggal 30 April 1789 sampai dengan tanggal 4 Maret 1797 (Stevens 2001). George Washington dikenal sebagai "Bapak Negara Amerika" dan salah seorang tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat serta pencapaiannya yang luar biasa di bidang militer.

Karirnya di bidang militer sendiri dimulai segera setelah kakaknya, Lawrence, meninggal pada tahun 1752. Pada tahun 1753, Perancis dan Inggris berlomba-lomba untuk mendapatkan kedaulatan di wilayah yang sangat luas yang bernama Ohio. George Washington dengan ditemani enam temannya kemudian memutuskan untuk menjadi volunteer dalam misi yang berbahaya dimana mereka diminta untuk menyampaikan ultimatum dari Gubernur Virginia, Dinwiddie, meminta agar Perancis segera meninggalkan wilayah itu (Smith 2013). Sengketa wilayah ini kemudian memicu pertempuran antara Washington dan 160 orang pasukannya dengan pasukan Perancis, yang dimenangkan oleh pasukan Perancis. Setelah beberapa kali terlibat pertempuran yang sengit, Washington lalu diangkat menjadi Letnan Kolonel oleh Gubernur Negara Bagian Virginia di usianya yang baru menginjak 23 tahun dan Inggris pada akhirnya tampil menjadi pemenang dalam Perang Perancis dan Indian tersebut berkat semangat heroik Washington. Namun pada tahun 1758, Washington memutuskan untuk meletakkan jabatannya dan kembali mengurusi perkebunan di Virginia. Pada 6 Januari 1759 George Washington menikah dengan Martha Dandridge Custis, seorang janda yang telah memiliki dua anak (Stevens 2001).

Pada tahun 1774 Washington kembali terjun ke dalam perkembangan revolusi politik dan ekonomi Amerika. Washington menentang adanya Stamp Act dan dengan adanya Coercive Act akibat dari Boston Tea Party, George menjadi delegasi mewakili Virginia di Kongres Kontinenal Pertama dan menjadi ketua kongres pada Kongres Kontinental Kedua.

Washington kemudian terpilih menjadi pemimpin dari Constitutional Convention pada tahun 1787 dan pada usianya yang ke-57 tahun, George Washington terpilih menjadi presiden pertama Amerika dengan suara bulat. George mengadakan inaugurasi pertama kepresidenan di New York pada 30 April 1789 dan bersumpah untuk menjalankan tugas kepresidenannya dengan sepenuh hati dan mengerahkan seluruh kemampuannnya untuk “menjaga, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat.” Washington kemudian mengangkat Alexander Hamilton sebagai Menteri Keuangan. Pada tahun 1791, Hamilton mengusulkan dibentuknya Bank of the United States untuk menerbitkan uang kertas yang didukung oleh emas dan perak, juga untuk menjadi tempat penyimpanan utama dana pemerintah (Martin 2013). Di tahun yang sama, Washington mengeluarkan undang-undang sewa bank. Dan pada tahun 1792 George Washington kembali dipercaya menjadi presiden Amerika Serikat.

Selama menjabat sebagai presiden, Washington dikenal sebagai sosok yang netral. Misalnya saja, ketika terjadi perang antara Inggris dan Perancis pada tahun 1793, ia memilih untuk tidak memihak manapun baik Inggris maupun Perancis dan membuat Proclamation of Neutrality. Selain itu, pencapaian Washington dalam menangani urusan dalam negeri pun dinilai baik seperti pada saat terjadi peristiwa Wheskey Rebellion pada tahun 1794. Peristiwa tersebut terjadi karena para petani di Pennyslavia menolak membayar pajak. George kemudian mengirimkan pasukan untuk menertibkan kembali para petani tersebut dan berhasil meski tanpa melakukan tindakan yang represif.

Pada tahun 1796, George kembali dicalonkan untuk menjadi presiden namun ia menolak. Dalam pidato perpisahannya, Washington mengatakan bahwa masa pemerintahan yang terlalu panjang akan memberikan kekuasaan yang terlalu besar kepada seseorang. Ia pun memilih untuk kembali ke perkebunannya. George Washington meninggal pada 14 Desember 1799 akibat infeksi tenggorokan.

Thomas Jefferson merupakan tokoh yang berasal dari Virginia  yang terlahir pada tanggal 13 April 1743. Ia memulai karirnya pada tingkat nasional pada tahun 1775, ketika ia terpilih menjadi anggota dari Kongres Kontinental Kedua.  Dalam kongres tersebut, Jefferson menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah bangsa yang merdeka. Thomas Jefferson bersama John Adams, Benjamin Franklin, Robert L.Livingston, dan Roger Sherman kemudian ditunjuk untuk mempersiapkan naskah dari deklarasi kemerdekaan. Setelah melalui proses revisi, akhirnya pada tanggal 4 Juli 1776 lahirlah deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Spurr 2013). Thomas Jefferson yang dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi hak asasi manusia sebenarnya tidak lepas dari esensi mengenai deklarasi tersebut yang juga merupakan buah dari pemikirannya. Dalam deklarasi kemerdekaan tersebut, dijelaskan mengenai hak-hak asasi manusia dan membahas tiga hal mendasar dari hak tersebut yaitu kehidupan (life), kebebasan (liberty), mengejar kebahagiaan (pursuit of happiness). Dan atas pemikirannya mengenai hak asasi manusia ini, Amerika kemudian dikenal sebagai sebuah negara yang sangat melindungi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia serta menekankan pada kebebasan individu. Tidak hanya itu saja, Jefferson juga telah berkontribusi bagi dirumuskannya Undang-Undang Pendirian Kebebasan Beragama (The Act for Establishing Religious Freedom) pada 1779 yang berisi mengenai pemisahan antara urusan agama dan negara.

Ketika presiden George Washington menjabat sebagai presiden, Thomas Jefferson terpilih menjadi Menteri Luar Negeri pertama pada bulan Desember, 1789. Tetapi ia mengundurkan diri pada tahun 1792 karena tidak sependapat dengan Hamilton mengenai pendirian bank pusat Amerika Serikat. Kemudian, pada tahun 1796, Thomas Jefferson menjadi  wakil presiden AS setelah mengikuti pemilihan Presiden sebagai wakil dari Partai Demokrat Republikan tetapi sayangnya, ia kalah dari John Adams (Spurr 2013). Pada tahun 1800, ia kembali mengikuti pemilihan umum presiden dan bersaing dengan Aaron Burr dan akhirnya ia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat dalam dua periode berturut-turut pada tahun 1801-1809 dan beliau wafat pada usianya yang ke-83 tahun.

Jadi, dari penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa George Washington dan Thomas Jefferson merupakan dua tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat yang telah berkontribusi dalam mewarisi nilai-nilai fundamental di antaranya adalah kebebasan hak asasi manusia yang di dalamnya terdiri dari life, liberty dan pursuit of happiness, netralitas dalam isu-isu asing, serta sistem sekuler yang memisahkan urusan negara dan urusan pemerintahan dan dengan dinternalisasikannya nilai-nilai tersebut oleh bangsa Amerika, akhirnya mampu mengantarkan Amerika Serikat menjadi bangsa yang maju seperti yang dikenal saat ini.

 

 

 

Referensi:

Martin, Kelly. 2013. “George Washington - First President of the United States”. Tersedia dalam [http://americanhistory.about.com/od/georgewashington/p/pwashington.htm], diakses pada 13 Maret 2013

Smith, Robert H. 2013. “George Washington’s Mount Vernon”.  Tersedia dalam [http://www.mountvernon.org/meet-george-washington/biography-and-influence], diakses pada 13 Maret 2013

Spurr, Sean. 2013. “Thomas Jefferson”. Tersedia dalam [http://www.american-presidents.com/thomas-jefferson], diakses pada 13 Maret 2013

Stevens, Patsy. 2001. “George Washington”. Tersedia dalam [http://gardenofpraise.com/ibdwash.htm], diakses pada 13 Maret 2013

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :