Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya, tidaklah bisa lepas dari pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan mengenai bagaimana menyatukan itu semua karena dalam hal ini Indonesia yang sekarang merupakan negara berbentuk republik ini tidaklah secara mudah dapat langsung dapat menentukan sistem pemerintahan seperti apa yang akan digunakan. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari 33 provinsi dan merupakan negara kepulauan. Indonesia yang dahulunya dijajah tidaklah mudah dalam mencapai kemerdekaannya. Penjajahan yang dialami oleh Indonesia berpengaruh terhadap sistem pemerintahan yang dijalani Indonesia. Namun, dengan waktu yang cukup lama Indonesia yang dahulunya berganti-ganti sistem pemerintahan ini akhirnya memutuskan untuk menganut sistem pemerintahan republik. Mengenai perubahan sistem pemerintahan yang dialami Indonesia bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan karena dengan berubahnya sistem pemerintahan Indonesia bisalah menjadi pertanyaan yang mendasari mengapa sistem pemerintahan yang dijalani Indonesia terus mengalami perubahan sehingga pada titik akhirnya Indonesia telah menentukan sistem pemerintahan republik yang cocok untuk baginya.

Sistem pemerintahan republik ini muncul juga karena adanya pengaruh dari munculnya politik etis yang diberlakukan oleh Belanda kepada Indonesia. Dalam hal ini Indonesia yang mengalami masa yang menyuruh rakyatnya untuk melakukan tanam paksa. Hal ini mengakibatkan Indonesia menjadi rapuh dan menderita. Namun, hal ini telah mengambil hati seorang Belanda, Van De Venter yang membela Indonesia dan menentang adanya sistem tanam paksa tersebut (Teeuw 1984, 57).

Indonesia memiliki berbagai macam suku yang tidak mudah baginya dalam menetukan sistem pemerintahan apa yang cocok untuknya. Indonesia yang dulunya menganut sistem pemerintahan federal mengalami kendala karena Indonesia sendiri terdiri atas berbagai macam suku bangsa. Federasi merupakan bentuk negara yang menggambarkan adanya disintegrasi. Selain itu, federasi memerlukan adanya kehomogenan karena dalam masyarakat federal ini diperlukan adanya penyatuan yang dilakukan pemerintah dan itu semua berbeda dengan bentuk negara kesatuan (republik). Negara kesatuan ini dalam peranan tidaklah seperti federasi yang pemerintahan seakan memaksa rakyatnya untuk menjadi masyarakat yang homogen karena dalam bentuk republik ini merupakan penyatuan bagi masyarakat yang berbeda, baik itu berbeda suku bangsanya seperti Indonesia. Suatu negara yang heterogen tidaklah terlalu cocok jika sistem pemerintahan yang digunakan ialah federasi karena dengan adanya heterogenitas ini menyebabkan timbulnya hambatan. Selain itu, dengan rentan terhadap timbulnya disintegerasi. Indonesia yang gagal dalam menjalankan sistem pemerintahannya dengan federasi bukanlah satu-satunya negara yang mengalami hal ini karena Uni Soviet juga merupakan negara yang hancur akibat dari sistem pemerintahan yang digunakan tidaklah sesuai untuknya. Uni Soviet yang hancur karena tidak homogen dan Uni Soviet telah terpecah pecah menjadi beberapa negara. Mereka terpecah karena ingin adanya dominan yang ditimbulkan oleh negara-negara yang pecah tersebut. Selain itu, pengaruh yang menyebabkan Indonesia lebih memilih menjadi negara kesatuan (republik) bukan federal karena didukungnya politik masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa ide federal sangat lemah. Ide federal ini muncul karena pengaruh dari Belanda yang tak ingin pengaruhnya di Asia hilang (http://id.shvoong.com).

Kesimpulan dari penjelasan diatas ialah Indonesia yang memang lebih memilih untuk menjadi negara republik adalah pilihan yang bisa dikatakan tepat. Sistem pemerintahan republik yang pada dasarnya sesuai untuk Indonesia dapat menjadikan pengaruh yang besar karena masyarakat Indonesia yang heterogen. Selain itu, perubahan sosial politik juga mempengaruhi Indonesia memilih menjadi negara republik dan bukan federal.

 

Referensi :

Teeuw, A. 1984. “Akselerasi Perubahan 1900-1914” dalam Munculnya Elit Modern Indonesia. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya, pp. 54-150.

Firin. 2010. “Perbedaan dan Persamaan Antara Negara Serikat (Federal) dengan Serikat”. Tersedia dalam [http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1965101-perbedaan-dan-persamaan-antara-negara/] diakses pada 18 Maret 2013 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :