Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Neorealisme dan Neoliberalisme

Neorealisme dan neoliberalisme merupakan pandangan yang turun karena adanya perkembangan baru dalam pandangan terdahulunya. Neorealisme merupakan padangan baru yang berkembang pada pandangan realisme, sedangkan neoliberalisme merupakan perkembangan pandangan dari pandangan liberalisme. Neoliberalisme mendapatkan pengakuan dari realisme bahwa terdapat nilai liberal di dunia. Sedangkan, neoliberalisme yang mengakui adanya sifat-sifat realis dalam kehidupan internasional. Hal ini merupakan bukti bahwa adanya pengakuan dari pandangan satu dengan yang lain. Pengakuan yang terjadi yang dimaksudkan, pertama, bagi kaum neorealis negara merupakan aktor dominan, tetapi aktor non negara memiliki peranan pula, namun dalam peranannya, aktor non negara tidaklah sebesar aktor negara. Kedua, dalam neoliberalisme menekankan bahwa aktor kunci dalam hubungan internasional ialah negara, tetapi neoliberalisme juga mengakui bahwa terdapat aktor lain selain negara, yaitu aktor non negara yang lebih dominan dibandingkan dengan aktor negara. Dapat diketahui bahwa dalam neoliberalisme mengakui adanya sifat-sifat realisme dalam dunia internasional. Neoliberalisme masih sependapat dengan sistem anarki. Namun, neoliberalisme meyakini negara dalam melakukan kerjasama mengenai isu-isu yang berkembang merupakan cara dalam berhatan hidup dan berkembang di anarki.

Pengakuan ini terjadi karena kaum behaviouralis yang membawa sifat-sifat meodologi ilmu pengetahuan alam, yaitu basic science ke ranah paham tersebut. Metodologi ini berdasarkan pada fakta bukan hanya pemikiran saja. Dengan adanya pemikiran yang dibawa oleh kaum behaviouralis ini memberikan pencerahan bagi pemikiran realis dan liberalis yang terlalu idealis. Neoliberalisme yang merupakan kelanjutan dari pendekatan yang dilakukan oleh kaum liberal. Kaum liberal yang menekankan pada idealisme, berbanding terbalik pada pandangan kaum neoliberal. Namun, kaum neoliberal menerima dan menggunakan ide-ide kaum liberal lama tentang kemungkinan dan kemajuan dan perubahan (Jackson dan Sorensen 2009, 63). Liberalisme dalam hal ini mengakui bahwa individu dalam pandangan positif, begitu juga dengan neoliberalisme. Padangan seperti inilah yang kemudian dapat menetukan bahwa neoliberalisme merupakan pandangan baru yang tumbuh dari liberalisme.

Asumsi dasar kaum neoliberal, yaitu (1) Negara merupakan negara kunci dalam hubungan internasional, namun bukan yang utama, (2) Bersifat kooperatif, (3) Negara menentukan sukses atau tidaknya kerjasama yang dibuat, (4) Kerjasama tidak akan terlaksana jika tidak ada masalah. Selain itu, kaum neoliberalis memiliki integrasi yang mengacu pada bentuk intensif kerjasama internasional. Terdapat teoritisi terdahulu yang mempelajari bagaimana aktivitas-aktivitas fungsional lintas batas tertentu dalam menawarkan kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan. Teoritisi kaum liberal ialah kerjasama pada satu wilayah transaksi membuka jalan bagi kerjasama di wilayah lainnya (Jackson dan Sorensen 2009, 63). Neoliberalisme terbagi atas empat aliran, yaitu liberalisme sosiologis, liberalisme interdependensi, liberalisme institusionalis, dan liberalisme republikan. Liberalisme sosiologis merupakan aliran pemikiran neoliberal yang menekankan dampak dari perluasan aktivitas-aktivitas lintas batas. Liberalisme interdependensi merupakan terbentuknya hubungan antar masyarakat sebagai tambahan pada hubungan politik pemerintah, namun dalam hal ini tidak terdapat hirarki di antara isu-isu. Liberalisme institusional merupakan kegiatan dengan dibentuknya institusi-institusi dalam memajukan kerjasama lintas batas-batas internasional dengan menyediakan informasi dan mengurangi biaya. Liberalisme republikan merupakan pandangan neoliberalis yang beranggapan bahwa demokrasi liberal meningkatkan perdamaian karena dibantu dengan tidak terjadinya perang terhadap satu sama lain (Jackson dan Sorensen 2009, 64-65).

Terdapat pula pandangan dari kaum neorealis, yaitu (1) Hubungan anarki terjadi karena pengaruh dari interaksi yang dilakukan oleh negara satu dengan negara yang lain, (2) Sikap aktor merupakan penentu utama dalam sistem struktur, (3) Negara beorientasi pada self-interest, (4) Masalah inti dalam neorealis adalah survival, (5) Negara melihat negara lainnya sebagai musuh yang potensial, dan (6) Sikap kooperatif masih memungkinkan dalam neorealisme. Neorealisme memang memiliki perbedaan dalam sudut pandangnya, yaitu dengan mencapai perdamaian dunia bisa dicapai melalui kerjasama, berbeda dengan realis yang menekankan jika ingin mencapai perdamaian dunia melalui peperangan. Namun, neorealis dalam melaksanakan kerjasama ini juga mementingkan kepentingan dari aktor-aktor yang terlibat. Selain itu, dengan power yang dimiliki oleh aktor menjadi dasar yang paling utama dan aktor yang memiliki power ini tidaklah sembarangan karena kaum neorealis beranggapan bahwa aktor yang paling dominan yang mempengaruhi, disebut hegemoni. Hegemoni ini memiliki peranan yang sangat penting bagi jalannya suatu institusi. Hegemoni tidak ada mungkin jalannya instituai tersebut tidaklah terlalu sesuai nantinya karena negara hegemon ini berperan sebagai supplier public goods dan negara-negara yang berada di bawah negara hegemon juga akan mengambil keuntungan dari negara hegemon tersebut.

Kesimpulan yang didapat ialah dengan penjelasan diatas telah membuktikan bahwa neoliberalis percaya dengan institusi-institusi, interdepedensi, dan demokrasi mengarah pada kerjasama sempurna. Namun, ini semua tidak seperti yang neorealis pikirkan. Perbedaan pikiran yang menyatakan bahwa kaum neoliberal lebih menekankan dalam aspek terjalinnya kerjasama antar negara yang nantinya akan mewujudkan sesuatu yang ingin dicapai. Selain itu, dengan ini semua akan menguntungkan satu sama lain.

 

Referensi :

Jackson, Robert, dan Georg Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional (terj. Dadan Suryadipura, Introduction to International Relations). Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :