Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Tuntutan Dalam Rezim Internasional

Dalam permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam dunia internasional tidaklah lepas kaitannya dengan adanya rezim internasional. Rezim internasional awalnya yang berasal dari anomali Realisme. Anomali ini memberikan pemahaman mengenai definisi rezim internasional. Hal ini diwujudkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tatanan internasional dan kerjasama internasional, melalui interpretasi regime-formation internasional. interpretasi ini berdasarkan pada pilihan yang rasional dalam tradisi kontrak sosial utilitarian. Rezim internasional merupakan seperangkat prinsip implisit ataupun eksplisit, norma, aturan, dan pengambilan keputusan yang merupakan ekspetasi titik temu bagi aktor-aktor di dalam cangkupan hubungan internasional (Keohane 1982, 325).  

Dalam artikel Keohane (2005) menyatakan mengenai rezim yang berlaku di dalam dunia internasional ini biasanya dipengaruhi dengan adanya negara-negara hegemon yang memiliki peranan penting bagi jalannya sebuah kerjasama yang berlandaskan rezim. Namun, dengan adanya negara hegemon ini membuat negara-negara lain yang tergabung di dalamnya menjadi seakan tidak memiliki keuntungan yang besar. Hal demikian terjadi karena dalam kasus ini yang lebih banyak diuntungkan ialah negara hegemon dan negara-negara yang lainnya hanyalah dianggap sebagai negara “lemah”. Sebenarnya adanya negara-negara yang dianggap “lemah” ini memiliki kekuatan yang sama besarnya seperti negara hegemon. Dalam artikel Keohane (1982) menyatakan bahwa adanya pemikiran seperti inilah yang termasuk pada pendapat yang diberikan nama systemic constraint-choice analysis: virtues and limitations. Terdapat sistem hegemoni internasional yang merupakan karakteristik bagi produksi barang massa yang. Produksi barang massa yang terkumpulkan lebih besar dibandingkan yang terjadi di dalam fragmented systems (Keohane 1982, 333). Hal inilah yang menjadi alasan bagi adanya pandangan mengenai fungsi dari rezim internasional. Fungsi dari rezim internasional dalam hal ini memberikan jaminan untuk mengatasi bengkoknya sebuah institusi. Selain itu, dengan adanya hal ini untuk mengurangi dominannya dari negara hegemon dan memfasilitasi dalam kerjasama internasional. Hal inilah yang kemudian merupakan argumen mengenai the context and functions of international regimes.

Dalam hal ini rezim internasional dapat mengalami pengurangan mengenai fungsinya, dengan kata lain, rezim internasional menjadi tidak berguna kembali. Kejadian seperti ini dijelaskan dalam artikel Keohane (1982) yang menjelaskan mengenai argumennya yang termasuk dalam elements of a theory of the demand for international regimes. Pendapat ini menjelaskan mengenai permasalahan issue yang meningkat dan hal ini juga akan mempengaruhi permintaan rezim internasional. Selain itu, permintaan akan rezim merupakan bagian dari fungsi keefektifan rezim. Terdapat pendapat information, openness, and communication in international regimes yang menjelaskan tentang informasi yang terjadi diantara negara anggota dan dengan adanya kerjasama internasional dengan tatanan yang terbuka akan memberikan dampak terhadap adanya rezim yang bukan hanya terjadi pada negara satu dengan negara lain, tetaoi memiliki makna yang lebih luas lagi. Selain itu, terdapat pendapat yang terakhir dalam artikel Keohane (1982) mengenai coping with uncertainties: insurance regimes, pendapat ini mengenai keefektifan yang akan terjadi dalam rezim dan hal ini mempengaruhi dalam lamanya penggunaan rezim karena dalam mengatasi permasalahan terkait dengan ketidakpastian, dalam hal ini akan menentukan seberapa lama rezim itu akan bertahan.

Kesimpulan yang didapat ialah dengan adanya negara hegemon belum tentu dapat menjaga kestabilitasan dari kerjasama yang dilakukan. Namun, dengan adanya kerjasama internasional, sebuah rezim bisa menjaga stabilitas yang diinginkan. Memang benar mengenai negara hegemon yang juga membantu dalam kestabilitasan kerjasama itu sendiri. Hal inilah yang menjadi pertanyaan selanjutnya karena telah diketahui bahwa adanya negara hegemoni hanyalah sebagai fasilitator dalam rezim internasional.

 

Referensi:

Keohane, Robert O. (1982). “The Demand for International Regimes”. Dalam Stephen D. Krasner (ed.), International Regimes, Hal. 325-355.. Cambridge University Press.

Keohane, Robert O. (2005). “Theories of the International Regimes”. Dalam Robert O. Keohane, After Hegemony Cooperation and Discord in The World Political Economy, Hal. 49-134. New Jersey.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :