Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Negara dan Konstitusi

Negara merupakan bentuk organisasi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Organisasi negara memiliki kekuasaan yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat yang tinggal di dalam wilayahnya. Selain itu organisasi negara memiliki peranan yang sangat penting karena memiliki peraturan dan peraturan tersebut bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya harus tunduk juga. Selain itu, negara memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan agar terciptanya perdamaian, kesejahteraan bagi rakyatnya. Hal ini harus dilaksanakan karena hal ini merupakan peranan yang paling terpenting agar masyarakat merasakan cita-cita yang diimpikan negara tercapai. Namun, bisa saja hal ini tidak dapat terwujudkan karena tanpa adanya peran pemerintahan (organisasi negara) dalam melaksanakan kewajibannya akan sulit untuk mencapai perdamaian dan ketentraman (tujuan, cita-cita) yang ingin dicapai.

Dalam melaksanakan tugas-tugas negara, misalnya untuk mencapai cita-cita dan tujuan negara, pemerintah dalam hal ini memiliki pengawas yang bertujuan untuk mengawasi agar tidak sewenang-wenangnya dalam melakukan tugasnya. Pengawasan ini dilaksanakan dengan dibentuknya konstitusi, yang sering disebut dengan Undang-Undang Dasar 1945 (Modul Kewarganegaraan 2012, 25). Dengan adanya, UUD 1945 ini dapat memberikan pengereman terhadap tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh pemerintah, namun bukan hanya pemerintah saja, melainkan rakyat yang tinggal dan menempati Indonesia juga harus tunduk terhadap konstitusi yang ada. Selain itu, dengan adanya konstitusi diharapkan agar mampu organisasi negara berjalan dengan baik, tertib, dan teratur.

Bangsa dan negara memiliki kaitan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Terdapat banyak pengertian mengenai bangsa dan negara sendiri, menurut Ernest Reenan, bangsa (nation) merupakan suatu kesatuan solidaritas, kesatuan yang terdiri dari orang-orang yang saling merasa setia kawan dengan satu sama lain. Hal tersebut merupakan penggambaran kesatuan soladaritas yang besar, tercipta oleh perasaan pengorbanan yang telah dibuat di masa lampau dan di masa depan. Selain itu, terdapat pengertian bangsa menurut Benedict Anderson mengenai bangsa ialah komunitas politik (Imagined Political Community) dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat (Modul Kewarganegaraan 2012, 26). Pernyataan ini menjelaskan mengenai bagaiamana penciptaan solidaritas nasional yang merupakan proses pengembangan imaginasi dikalangan tertentu. Dari semua ini dapat disimpulkan mengenai pengertian bangsa yang mengandung elemen pokok yang terdiri dari jiwa, kehendak, perasaan, pikiran, semangat, yang membentuk persatuan, kesatuan, kebulatan dan ketunggalan. Hal ini semua termasuk dalam aspek kerohanian karena bangsa bukanlah aspek yang bersifat lahiriah, melainkan bersifat rohaniah, ini terjadi karena pernyatan senasib dan sepenanggungan dan kemauan membentuk kolektivitas (Modul Kewarganegaraan 2012, 26-27).

Negara (state) menurut O. Hood Philips merupakan “An independent political society occupying a defined territory, the member of which are united together for the purpose of resisting external force and the preservation of internal order“, yang artinya masyarakat politik independen yang menempati wilayah tertentu dan anggotanya bersatu dengan tujuan untuk menghadapi tantangan atau kekuatan dari luar dan mempertahankan tatanan internal (Modul Kewarganegaraan 2012, 27). Terdapat pendapat lain mengenai negara, yaitu dari O. Notohamidjojo yang menyatakan bahwa negara adalah organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya. Dengan adanya pendapat yang dikemukakan oleh para ahli ini telah membeerikan kesimpulan bahwa negara merupakan konstruksi yang diciptakan oleh manusia untuk mengatur pola hubungan antar manusia dalam kehidupan masyarakat (Modul Kewarganegaraan 2012, 28).

Dalam hal ini telah diketahui bahwa negara memiliki unsur-unsur yang menopangnya, tidaklah mungkin baginya jika tidak ada unsur yang membangun negara tersebut. Unsur-unsur negara, yaitu rakyat, wilayah negara, dan pemerintahan yang berdaulat. Rakyat dalam suatu negara dapat dikatakan penduduk dan bukan penduduk. Penduduk merupakan orang-orang yang tinggal menetap atau berdomisili disuatu negara. Sedangkan, bukan penduduk merupakan orang-orang yang bertempat tinggal di suatu negara hanya untuk sementara waktu, dan bukan dalam maksus menetap. Dalam hal ini penduduk juga dibagai atas menjadi dua bagian, yaitu warga negara dan warga negara asing. Warga negara merupakan penduduk yang merupakan anggota yang sah dan resmi dari suatu negara dan dapat diatur sepenuhnya oleh pemerintah negara yang bersangkutan. Sedangkan, warga negara asing merupakan diluar dari hal-hal yang menyangkut dengan warga negara asli. Namun, terdapat warga negara asli yang merupakan warga negara yang memiliki hubungan lebih erat dengan bangsa di negara tersebut (Modul Kewarganegaraan 2012, 28-29).

Penduduk dan bukan penduduk, warga negara dan bukan warga negara dibedakan karena terkait dengan hak dan kewajibannya. Hal ini menyangkut tentang status warga negara tersbut. Status kewarganegaraan suatu negara akan berimplikasi, sebagai berikut (1) Hak atas perlindungan diplomatik di luar negeri, (2) Kewarganegaraan menuntut kesetiaan, (3) Suatu negara berhak untuk menolak mengekstradisi warga negaranya kepada negara lain, (4) Bagaimana kewarganegaraan dapat diperoleh. Kewarganegaraan dapat diperoleh melalui, yaitu berdasarkan kewarganegaraan orang tua (Ius Sanguinis), tempat kelahiran (Ius Soli), asas Ius Sanguinis dan Ius Soli, dan melalui naturalisasi (Modul Kewarganegaraan 2012, 29-30).    

Wilayah suatu negara meliputi darat, laut, dan udara. Namun, disamping hal ini terdapat juga wilayah yang disebut dengan ekstra teritorial. Ekstra teritorial adalah sebutan bagi kapal di bawah bendera suatu negara dan kantor perwakilan diplomatik suatu negara di negara lain (Modul Kewarganegaraan 2012, 30). Terdapat batas-batas dalam wilayah kelautan yang terbagi atas tiga, antara lain batas Laut Teritorial, batas Landas Kontinen, dan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Laut Teritorial adalah laut yang merupakan bagian wilayah suatu negara dan berada di bawah kedaulatan negara yang bersangkutan. Laut Kontinen (continental shelf) adalah dasar lautan, baik dari segi geologi maupun segi morfologi merupakan kelanjutan dari kontinen atau benuanya. Dalam Laut Kontinen ini memuat pokok-pokok bagi Indonesia, laut kontinen Indonesia sampai kedalaman 200 meter. Pokok-pokok yang terkandung, yaitu (1) Segala sumber kekayaan alam yang terdapat dalam kontinen Indonesia adalah milki eksklusif negara Republik Indonesia, (2) Pemerintah Indonesia bersedia menyelesaikan garis batas landas kontinen dengan negara-negara tetangga melalui perundingan, (3) Jika tidak ada perjanjian garis batas, maka batas landas kontinen Indonesia adalaha suatu garis yang ditarik di tengah-tengah antara pulau terluar Indonesia dan titik terluar wilayah negara tetangga, (4) Tuntutan (claim) di atas tidak mempengaruhi sifat dan status perairan di atas landas kontinen serta udara di atas perairan itu. Selain itu, terdapat kewenangan suatu negara dalam landas kontinen adalah kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di dalam dan di bawah wilayah landas kontinen tersebut. Sedangkan, Batas ZEE juga memiliki kewenangan untuk negara, yaitu kewengangan memanfaatkan sumber daya, baik laut maupun di dasar laut. Selain itu, terdapat kewajiban negara di kawasan ZEE yang berkaitan dengan status ZEE sebagai perairan lepas (Modul Kewarganegaraan 2012, 31-32).

Wilayah udara suatu negara meliputi wilayah udara yang berada di atas wilayah laut dan wilayah perairan negara yang bersangkutan. Hal ini berkaitan dengan pemanfaatan ruang udara khususnya penerbangan, oleh masyarakat internasional yang telah disusun dalam perjanjian internasional utama, yaitu Convention on International Aviation 1944 (Konvensi Chicago 1944) (Modul Kewarganegaraan 2012, 32).  Perjanjian ini berkaitan dengan pengaturan kepentingan umum yang merupakan tanggung jawab pemerintah dalam kegiatan penerbangan sipil internasional.

Pemerintahan yang berdaulat, kedaulatan merupakan kekuasaan yang tertinggi. Kedaulatan sendiri dibagi menjadi dua, yaitu kedaulatan ke dalam dan kedaulatan ke luar. Kedaulatan ke dalam adalah kekuasaaan tertinggi untuk mengatur rakyatnya sendiri. Sedangkan, kedaulatan ke luar adalah kekuasaan tertinggi yang harus dihormati oleh negara-negara lain. kedaulatan ini bersifat permanen, asli, tidak dapat dibagi-bagi, dan tidak terbatas (Modul Kewarganegaraan 2012, 33).

Negara selain memiliki unsur juga memiliki sifat-sifat, antara lain sifat memaksa, sifat monopoli, dan sifat mencakup semua. Sifat memaksa artinya negara memiliki hak untuk memaksakan berbagai peraturan yang dibuatnya utuk ditaati oleh seluruh warganya. Sifat monopoli negara menunjukkan bahwa adanya kewenangan negara untuk mengelola atau menentukan sesuatu tindakan tanpa adanya hak yang sama dipihak lain. Sifat mencakup semua artinya kekuasaan negara berlaku bagi semua orang di wilayah yang bersangkutan (Modul Kewarganegaraan 2012, 34-35).

Negara juga memiliki konstitusi dan undang-undang dasar. Konstitusi merupakan hukum dasar dan sifatnya bisa tertulis dna tidak tertulis. Undang-undang dasar adalah hukum dasar yang tertulis atau yang tertuang dalam suatu naskah atau dokumen. Selain itu, terdapat hukum dasar yang sifatnya tidak tertulis disebut konvensi. Terdapat unsur-unsur yang terdapat konstitusi modern, yaitu struktur organisasi negara dengan lembaga-lembaga negara di dalamnya, tugas/wewenang masing-masing lembaga negara dan hubungna tata kerja antara satu lembaga dengan lembaga lainnya, dan jaminan hak asasi manusia dan warga negara (Modul Kewarganegaraan 2012, 30-41).  Peranan konstitusi dalam kehidupan bernegara berfungsi sebagai pedomana dasar agar negara berjalan tertib, teratur, dan tidak terjadi tindakan sewenang-wenang dari pemerintah terhadap rakyatnya. Selain itu, dengan adanya konstitusi adalah untuk memberikan jaminan atas hal asasi bagi warga  negara.

 

Referensi :

Modul Kewarganegaraan 2012

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :