Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Kapitalisme Indonesia

Kapitalisme yang terjadi di Indonesia merupakan kapitalisme yang berasal dari cangkokan bangsa Eropa. Sistem kapitalisme di Indonesia lahir bukanlah dari bumi putera sendiri, namun lahir karena adanya kepentingan asing yang ingin mengambil alih produksi alam Indonesia. Kapitalisme yang terdapat di Indonesia masih muda umurnya. Oleh sebab itu, pemusatan yang terjadi dalam kapitalisme Indonesia masih belum mecapai tingkat yang semestinya  (Malaka 2008, 45). Kapitalisme yang terjadi di Indonesia bisa dikatakan karena adanya pengaruh sistem yang dilakukan oleh para koloni pada masa penjajahan. Sistem cultuurstelsel atau tanam paksa dan VOC merupakan sekian dari banyaknya bentuk penyebab munculnya sistem kapitalisme di Indonesia. Penyebab tersebut merupakan perampokan yang dilakukan oleh bangsa Belanda terhadap bangsa Indonesia. Bangsa Belanda melakukan tindakan seperti ini karena ingin memusnahkan benih-benih industri bumi putra yang modern (Malaka 2008, 49).

Kapitalisme yang terjadi di Indonesia merupakan kapitalisme yang hanya menguntungkan satu pihak saja. Dapat dilihat pada saat Belanda memasukkan program pertikulir, yaitu dengan mengadakan pabrik-pabrik gula dimana-mana, kebun teh, dan lain-lain. Hal inilah merupakan cara Belanda untuk mengeruk keuntungan (Soekarno 1930, 55).  

Kapitalisme yang terjadi di Indonesia tidak hanya terjadi pada masa penjajahan saja, namun kapitalisme juga terjadi pada masa Orde Baru. Pada masa inilah yang bisa dikatakan bahwa kapitalisme benar-benar dirasakan oleh bangsa Indonesia. Kapitalisme yang terjadi ketika Presiden Soeharto berhasil melaksanakan pembangunan besar-besaran yang menyebabkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Selain itu, dengan adanya pembangunan besar-besaran yang dilakukan oleh presiden Soeharto dapat mengambil hati para investor asing untuk meminjakan hutang-hutang kepada Indonesia demi telaksananya pembangunan. Masa-masa inilah yang membuat sistem pemerintahan Soeharto terlihat kaku dan keras. Sistem pemerintahan Soeharto pada masa beliau menjabat dikenal sebagai sistem pemerintahan oligarki (Robinson dan Hadiz 2004, 42).

Pemerintahan Presiden Soeharto terbilang sangat lama dan menyebabkan terjadinya penyalahgunaan terhadap kepercayaan rakyat yang diberikan kepada beliau. Presiden Soeharto telah menyalahgunakan uang rakyat untuk keperluan pribadinya karena hal inilah yang menyebabkan beliau lengser. Namun, ini semua bukanlah akhir dari sistem kapitalisme di Indonesia. Sistem kapitalisme di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini karena dapat dilihat dengan adanya kekayaan-kekayaan yang dimiliki oleh Nusantara ini yang berhasil di eksplor oleh pihak asing seperti Freeport yang merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia tetapi hasil yang dikeluarkannya diraup oleh pihak asing, yaitu Amerika.

 

Referensi :

 Malaka, Tan. 2008. "Kapitalisme Indonesia"' dalam Aksi Massa, Yogyakarta: Narasi, pp 45-54.

Robinson, Richard dan Vedi R, Hadiz. 2004. "The Genesis of Oligarchy: Soeharto's New Order 1965-1982", dalam Reorganising Power in Indonesia the Politics of Oligarchy in an Age of Markets, New York: Routledge Curzon, pp 136-167.

Soekarno, Ir. 1930. Imperialisme di Indonesia, dalam Risalah “Indonesia Menggugat”, dari pidato di depan Pengadilan Landraad di Bandung.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :