Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Perombakan Pada Sistem Kekuatan Politik

Pengglob Ekstra

 

Globalisasi tidak hanya berkutat pada bidang ekonomi saja, melainkan dalam bidang politik, globalisasi juga memberikan dampak. Globalisasi yang terjadi ini lebih khususnya mengacu pada sistem politiknya. Globalisasi sistem politik ini terjadi karena semakin berkembangnya demokrasi liberal. Demokrasi liberal ini memberikan dampak kepada negara-negara modern, yaitu terbesitnya pemikiran untuk mengadakan kerjasama diantara negara-negara modern. Namun, bukan hanya kerjasama saja yang mereka lakukan, tetapi rezim internasional juga terjadi.

Menurut Manfred Steger (2002) menjelaskan bahwa terdapat beberapa kelompok pemikir yang memandang globalisasi politik berdasarkan perspektif mereka. Pemikir kelompok pertama menganggap globalisasi politik sebagai proses yang secara instrinsik berkaitan dengan ekspansi pasar. Kelompok ini menganggap lahirnya dunia tanpa batas oleh kekuatan-kekuatan kapitalis yang pada akhirnya menyebabkan peran negara dan bangsa tidak lagi relevan dalam perekonomian global.

Pemikir kelompok kedua membantah pandangan bahwa perubahan ekonomi berskala besar semata-mata terjadi sebagai fenomena alamiah seperti gempa bumi dan topan badai. Jika bentuk globalisasi ekonomi ditentukan secara politik, maka perubahan pilihan politik mampu menciptakan kondisi sosial yang berbeda. Menurut Daniel Singer di dalam artikel Manfred Steger (2002), ketika keputusan-keputusan dijalankan pada dekade 1980-an, teknologi menjelma menjadi dirinya sendiri. Kecepatan komunikasi dan kalkulasi membantu pergerakan uang secara cepat. Singer juga berpendapat bahwa meskipun dalam konteks telah mengglobal, namun bangsa dan wilayah tetap penting. Intinya, kelompok kedua ini memiliki asumsi bahwa politik adalah kategori yang sangat penting dan di dalamnya terdapat pemahaman yang tepat mengenai globalisasi.

Dalam artikel Manfred Steger (2002), kelompok ketiga mengungkapkan bahwa globalisasi didorong oleh percampuran faktor teknologi dan politik. Menurut John Gray, globalisasi adalah proses panjang yang dikendalikan oleh teknologi yang bentuk kontemporernya ditentukan secara politik oleh negara-negara paling kuat di dunia. Kelompok keempat, mendekati globalisasi politik terutama dari perspektif tatanan global. Kelompok ini menganalisis peranan respon berbagai negara dan lembaga multilateral terhadap fragmentasi sistem ekonomi politik dan aliran transnasional yang berjalan melintas batas wilayah negara. Globalisasi dianggap sebagai hal yang menyebabkan kedaulatan pemerintah memudar, sehingga mengurangi relevasi negara-bangsa. 

David Held dan Anthony McGrew (2003) menyatakan bahwa perkembangan negara-negara modern karena adanya keinginan untuk membentuk politik dalam diri negara tersebut. Selain itu, negara-negara modern ini memisahkan antara ruler dan ruled, yang dibantu dengan adanya sistem yurisdiksi tertinggi mengenai wilayah teritorial. Dengan adanya pembentukan politik dalam diri negara membantu demi mencapai kerjasama internasional. Hal demikian dapat terjadi karena dengan kerjasama internasional dapat membantu adanya kepentingan-kepentingan yang nantinya akan dicapai. Namun, untuk membentuk kerjasama ini, setiap negara anggota harus memiliki sistem politik yang dimilikinya untuk membantu jalannya kerjasama internasional.

Menurut David Held dan Anthony McGrew (2003) menjelaskan bahwa pembentukan negara modern ini menjadi hal yang paling dominan dalam political power. Hal demikian terjadi karena adanya beberapa faktor. (1) adanya pengaturan daya yang semakin diperluas selama adanya periode modern, (2) menciptakan adanya sistem pemerintahan yang terpadu, (3) terpusatnya sistem administrasi, (4) adanya mekanisme dalam manajemen fiskal dan distribusi sumber daya, (5) adanya jenis baru dalam penegakan hukum dan legisltatif, (6) adanya tentara profesional, dan (7) terdapatnya institusi resmi, yaitu institusi diplomatik yang membantu negara-negara dalam melakukan hubungan khususnya dalam pengembangan diplomasi. Semua ini baru terjadi dengan adanya negara modern dan hal ini terwujud dengan adanya political power yang dimiliki masing-masing negara.

Namun, ini semua menjadi pengaruh dalam negara-negara modern yang melakukan kerjasama, yaitu mereka seakan-akan menyerahkan setengah kedaulatannya demi melakukan kerjasama internasional. Hal demikian terjadi karena mereka hanya mementingkan kepentingan mereka yang ingin dicapai. Pencapaian kepentingan tersebut dilaksanakan melalui kerjasama dan rezim internasional. Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan sebuah negara mampu menstabilkan kekuatan politiknya sehingga kepentingan dan keseimbangan tatanan politik negara akan tercapai.

Berdasarkan paparan diatas penulis memandang bahwa dengan adanya globalisasi yang terjadi dalam sistem politik menyebabkan terjadinya sistem kerjasama diantara negara-negara modern. Selain itu, berkurangnya kedaulatan yang dimiliki oleh negara-negara tersebut dikarenakan untuk pencapaian kepentingan dalam kerjasama. Namun, dengan adanya globalisasi dalam bidang politik ini juga memberikan dampak semakin berkembangnya sistem politik yang terjadi di dalam negara-negara global tersebut.

 

Referensi         :

Held, David dan Anthony McGrew. 2003. “The Reconfiguration of Political Power?”, dalam Globalization/Anti-Globalization, Oxford: Blackwell Publishing Ltd., pp. 9-24.

Steger, Manfred B., 2002. Globalisme, Bangkitnya Ideologi Pasar. Yogyakarta: Lafadl Pustaka.

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :