Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Apa itu The English School of Thought dan Rasionalisme?

The English School of Thought merupakan suatu aliran yang lahir di Inggris dan tidak familiar dan tidak disukai bagi para penstudi hubungan internasional. Namun, bukan berarti hal ini menjadi permasalahan yang begitu berarti untuk tidak mengerti akan aliran ini. The English School of Thought lahir sekitar tahun 1960an dan aliran ini biasa dikenal dengan “Aliran Inggris”. Aliran Inggris juga biasa dikenal dengan liberalisme realisme juga (Wardhani 2013). Terdapat asumsi dasar yang menjelaskan mengenai aliran ini yang lebih memfokuskan diri terhadap masyarakat internasional, yaitu pernyataan bahwa hubungan internasional adalah cabang dari hubungan manusia yang pada intinya merupakan nilai-nilai dasar, pendekatan yang lebih berfokus pada manusia, dan penerimaan premis anarki internasional (Jackson dan Sorensen 2009, 181).  

Terdapat hal yang sangat mengganjal mengenai aliran ini. Dalam kasus ini, Aliran Inggris muncul karena adanya penolakan mengenai cara pandang liberalisme dan realisme. Dalam tradisi masyarakat internasional tersebut menjelaskan mengenai penolakan terhadap pandangan yang dilakukan oleh kaum realis klasik yang berpendapat mengenai negara sebagai organisasi politik. Negara dalam hal ini dianggap sebagai organisasi politik yang berdiri sendiri dan bangga terhadap diri sendiri. Selain itu, tradisi masyarakat internasional juga menolak terhadap keoptimisan kaum liberalis klasik karena kaum liberalisme klasik percaya mengenai hubungan internasional sebagai komunitas dunia yang berkembang dan bermanfaat bagi kemajuan manusia, serta merupakan perdamaian abadi yang tidak terbatas (Jackson dan Sorensen 2009, 183-184). Namun, seperti yang telah diutarakan sebelumnya bahwa aliran ini dikenal juga sebagai liberalisme realisme. Hal demikian terjadi karena dalam Aliran Inggris ini lebih berfokus terhadap masyarakat internasional. Selain itu, The English School of Thought merupakan jembatan antara realisme dan liberalisme. Dalam kasus ini, Aliran Inggris merupakan aliran yang melahirkan produk baru, yaitu rasionalisme.

Rasionalisme bermaksud untuk menjembatani antara realisme dan liberalisme. Kaitannya dengan hal sebelumnya ialah mengambil hal-hal yang baik dalam realisme dengan liberalisme. Tidak berbeda jauh dari pemahaman mengenai The English School of Thought, rasionalisme juga mengakui adanya sistem anarki dan fokus terhadap masyarakat internasionals. Namun, mengenai hal ini dalam pandangan rasionalisme mengatakan bahwa rasionalisme bukanlah pandangan yang merupakan gabungan dari realisme dan liberalisme. Dalam hal ini rasionalisme dianggap sebagai pandangan yang banyak mengambil dari pendekatan-pendekatan yang lain. Oleh sebab itu, pandangan rasionalisme dalam hubungan internasional  dianggap sebagai pandangan yang membingungkan (Wardhani 2013).

The English School of Thought dan rasionalisme mengakui adanya anarki, namun mereka tidak menyetujui dengan adanya anarki tersebut karena The English School of Thought dan rasionalisme memiliki pandangan bahwa negara berupaya mengejar keinginannya sendiri tanpa melalui jalan perang. Dengan kata lain, mereka mengakui bahwa kondisi anarki memaksa negara untuk mewujudkan keamanan mereka sendiri dan mengakui bahwa gagasan moralitas universal terus memeriksa egoisme kedaulatan negara, tetapi menekankan tatanan internasional tingkat tinggi yang terdapat bahkan dalam konteks anarki dimana tidak ada kekuasaan otoritas atau kedaulatan yang lebih tinggi yang dilengkapi dengan hak resmi untuk memerintah tindakan-tindakan negara (Burchill dan Linklater 2009, 127). Selain itu, dalam masyarakat internasional juga mengenal yang namanya tradisi. Tradisi tersebut memandang ketatanegaraan sebagai aktivitas manusia dan sangat penting yang mencakup kebijakan-kebijakan, yaitu kebijakan luar negeri, militer, perdagangan, pengakuan politik, komunikasi diplomatik, pengumpulan data intelejen, dan mata-mata, dan lain-lain. Ketatanegaraan disini dianggap sebagai aktivitas manusia karena dalam hal ini tradisi masyarakat internasional menyebutkan bahwa negara merupakan aktor utama dan negarawanlah yang merupakan ahli dari ketatanegaraan tersebut  (Jackson dan Sorensen 2009, 184).

Dalam pendekatan masyarakat internasional memiliki sikap antipati untuk pilihan tersulit karena terdapat teoritisi masyarakat internasional yang menjelaskan mengenai hubungan manusia yang terjadi dalam masa bersejarah dan melibatkan aturan-aturan, norma-norma, dan nilai-nilai (Jackson dan Sorensen 2009, 183). Selain itu, dalam masyarakat internasional terjadi sistem internasional. Sistem internasional ini menganut sistem anarki yang bertujuan agar negara-negara berusaha menjaga keamanan internasional. Sistem seperti inilah merupakan sistem yang dianut oleh kaum realis. Dalam hal ini kaum rasionalisme bertindak dalam menyokong keadilan yang lebih besar, namun ini semua telah menjadi pemicu kembalinya masalah yang ingin menegaskan tindakan yang akan dilakukan kaum rasionalisme sebenarnya karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa rasionalisme memiliki prinsip untuk mencapai tatanan internasional (Burchill dan Linklater 2009, 129).

Pandangan mengenai The English School of Thought dan rasionalisme merupakan pandangan yang menekankan akan adanya masyarakat internasional. Terdapat penjelasan bahwa teoritisi masyarakat internasional mengenai hubungan internasional yang merupakan studi tentang perang dan damai. Kedua pandangan tersebut mengakui adanya sistem anarki dan sistem anarki ini masih bisa diatasi dengan tidak adanya perang untuk bisa mencapai perdamaian. The English School of Thought dan rasionalisme bukanlah pandangan yang sebenarnya dapat dikatakan menjadi pandangan yang mudah diartikan karena sebenarnya kedua pandangan ini masih menjadi permasalahan. Permasalahan yang terjadi karena mereka terlalu banyak mengambil pandangan-pandangan lain yang digunakan dalam mengambil atau bertindak untuk pandangannya sendiri.

 

Referensi :

Jackson, Robert, dan Georg Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional (terj. Dadan Suryadipura, Introduction to International Relations). Jogjakarta: Pustaka Pelajar. 

Wardhani, Baiq L. S., 2013. Rationalism and the English School of Thought, materi disampaikan pada kuliah Teori Hubungan Internasional. Departemen Hubungan Internasional, Universitas Airlangga. 4 April 2013.

Burchill, Scott, dan Andrew Linklater. 2009. Teori-Teori Hubungan Internasional (terj. M. Sobirin, Theories of International Relations). Bandung: Nusamedia.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :