Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Cara Pengambilan Keputusan dan Perubahan Rezim Internasional: Pemenuhan, Perundingan, dan Pemecahan Masalah

Dunia yang semakin kompleks dan sifatnya yang seakan saling bergantung terhadap satu sama lain mengakibatkan adanya negosiasi, adopsi, dan implementasi dari perjanjian internasional. Hal ini merupakan komponen utama dari aktivitas kebijakan luar negeri yang dimiliki oleh setiap negara. Perjajian internasional itu memiliki beberapa variasi dalam bentuk dan ukuran, yaitu formal dan informal, bilateral dan multirateral, universal dan regional (Chayes dan Chayes 1993, 175). Dengan adanya kerjasama internasional yang juga mencakup sebagai rezim dapat membantu demi kelancaran kerjasama internasional yang dijalankan oleh negara-negara yang terlibat.

Keterlibatan negara-negara tersebut memiliki maksud yang ingin dicapai, yaitu bagaimana kepentingan-kepentingan yang mereka miliki dapat tercapai. Sudah jelas jika dengan adanya pelaksanaan rezim internasional menjadikan wadah bagi setiap aktor-aktor yang terlibat di dalam kerjasama internasional (rezim) tersebut. Dapat diketahui bahwa dengan adanya rezim ini menempatkan kedaulatan tertinggi pada negara. Hal ini kemudian memperkuat bahwa bagaimana sistem anarki yang berjalan di dalam tatanan internasional. Terdapat pernyataan bahwa perjanjian internasional ini tidak dapat diverifikasi secara empiris. Hal ini kemudian memberikan penjelasan mengenai bagaimana negara-negara yang terlibat di dalam perjanjian internasional tersebut mematuhi yang menjadi aturan di dalam kerjasama internasional tersebut. Namun, kemudian itu semua tidak melepaskan bagaimana negara-negara yang terlibat tersebut melanggar mengenai apa yang sudah ditetapkan. Pelanggaran yang mereka lakukan ini bisa saja karena adanya kepentingan yang ingin dicapai oleh setiap negara (Chayes dan Chayes 1993, 176).

Sebelumnya telah dikatakan bahwa kepentingan yang ingin dicapai oleh setiap negara berujung pada pelaksanaan kerjasama internasional. Kerjasama internasional yang berjalan ini mengakibatkan bagaimana peran serta yang nantinya diambil oleh negara-negara yang terlibat tersebut. Selain itu, dengan adanya kerjasama internasional ini yang biasanya juga diiringi oleh rezim maka dengan adanya rezim ini berfungsi dalam penstabilan yang nantinya dibuat dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang terjadi di dalam kerjasama internasional terkesan dengan pengambilan keputusan yang independen. Hal ini kemudian menjadi pengaruh yang akan membuat aktor, yaitu negara seakan diam kaku dengan adanya pengambilan keputusan seperti itu dan juga menyebabkan konflik diantara aktor-aktor yang terlibat. Namun, berbeda halnya dengan pengambilan keputusan yang terjadi di dalam kerjasama internasional yang berbasis rezim, hal ini akan membantu bagi aktor-aktor yang terlibat dari adanya konflik, yaitu menjauhkan karena dengan adanya rezim semakin membuat menurunnya akan kemunculan dari konflik itu sendiri.

Dalam artikel ini dijelaskan bahwa dengan adanya kerjasama internasional yang melibatkan negara-negara tergabung di dalamnya akan dapat merubah perilaku, hubungan, dan harapan yang ingin dicapai oleh setiap negara anggota (Chayes dan Chayes 1993, 176). Rezim internasional merupakan prinsip, norma, peraturan, dan prosedur pengambilan keputusan yang dapat menjadi suatu harapan dalam suatu isu tertentu. Proses pengambilan keputusan yang dilaksanakan di dalam rezim itu sendiri mengandung tiga unsur, yaitu efisiensi, kepentingan, dan norma. Pelaksanaan yang didasarkan pada efisiensi merupakan pelaksanaan yang terjadi karena adanya pemapanan dalam peraturan dan nantinya akan memberikan keuntungan kepada aktor-aktor yang terlibat, yaitu negara (Chayes dan Chayes 1993, 179). Pelaksanaan berdasarkan kepentingan merupakan gambaran bagaimana negara yang tunduk terhadap rezim yang berlaku, namun tunduknya negara terhadap rezim tersebut memiliki maksud tersendiri, yaitu adanya kepentingan yang ingin dicapai oleh negara-negara tersebut. Sedangkan, pelaksanaan yang berdasarkan pada norma dilihat dengan adanya peraturan yang berlaku dan mengikat bagi seluruh anggota yang terlibat dan hal ini menjadi pengikat antara negara-negara yang menjadi bagian dalam keanggotaan rezim itu sendiri.

Dengan adanya pengambilan keputusan dalam rezim tersebut dan memiliki tiga unsur yang terkandung, hal ini menjadikan pembuktian bahwa dengan adanya rezim yang mengikat bagi aktor-aktor yang terlibat mampu menjadi penyeimbang. Selain itu, dengan adanya rezim mengurangi adanya konflik yang nantinya akan berakibat terjadinya konflik diantara aktor-aktor tersebut. Rezim internasional yang menjadi bagian dari adanya penyeimbang memberikan keuntungan bagi aktor-aktor yang terlibat.

Referensi :

Chayes, Abram and Antonia Handler Chayes, 1993, “On Compliance”, International Organization, Vol. 47, No. 2 (Spring, 1993), pp. 175-205 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :