Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Nilai yang Terkandung di dalam Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia yang memiliki keragaman dalam hal kebudayaan. Kebudayaan bangsa Indonesia yang beragam ini membuat negara ini semakin kaya akan nilai-nilai mengenai budaya yang patut dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia yang merupakan gabungan dari berbagai macam suku dan budaya telah memberikan makna mendalam karena kekayaan yang diperoleh oleh bangsa Indonesia mengenai kekayaan akan budayanya. Budaya yang beragam ini menjadi tolok ukur bagi pandangan bangsa lain terhadap bangsa Indonesia. Dapat dikatakan bahwa dengan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kepribadian yang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia sendiri khususnya.

Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam bangsa Indonesia, yaitu dengan adanya nilai agama dan demokrasi (Wahid 2001, 25). Nilai agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia merupakan salah satu hal yang menjadi pandangan bahwa bangsa Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Dengan adanya mayoritas Islam dalam bangsa Indonesia merupakan hal yang menjadi patokan dalam penggunaan ideologi yang terlihat lebih mengacu kepada nilai-nilai keislaman. Hal ini menjadikan adanya pergesekan yang terjadi di dalam masyarakat. Alasan tersebut menjadikan pada masa sekarang ini Indonesia dalam melaksanakan kegiatan politik tidak menggunakanperan agama dengan tujuan adanya sikap toleransi yang dijalani setiap masyarakat. Hal ini karena dalam kegiatan politik harus memainkan perannya sesuai dengan seharusnya politik tersebut dijalankan dan bukan atas dasar peran agama yang bermain di dalamnya.

Kebudayaan khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia seperti gotong royong. Gotong royong merupakan nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Nilai ini merupakan perwujudan dari masyarakat Indonesia yang sikapnya saling tolong menolong antar sesama. Kegiatan ini sudah merupakan kegiatan turun-temurun. Bukan menjadi hal yang aneh karena kegiatan semacam ini adalah salah satu pengerat antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Pengerat dalam masyarakat ini bisa dilihat karena perbedaan suku, agama, dan budaya yang menjadi alasan utama pembeda bagi masyarakat Indonesia khususnya. Kegiatan gotong royong ini merupakan budaya kontemporer dan kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan di Indonesia diambil sesuai dengan konsep gotong royong (Bowen 1986, 545).

Terdapat pernyataan yang diutarakan oleh Abdurrahman Wahid, yang mengatakan bahwa nilai yang diikuti kini merupakan pencarian yang tak berkesudahan akan sebuah perubahan sosial tanpa memutuskan sama sekali ikatan dengan masa lampau (Wahid 1981, 3). Pernyataan yang dimaksudkan ini merupakan penjelasan  mengenai nilai-nilai budaya bangsa Indonesia bisa saja mengalami perubahan, namun perubahan dengan adanya penyerapan dari budaya lain. Penyerapan budaya lain yang dikatakan sebagai pengembangan nilai-nilai dianggap sebagai penunjang, tetapi dalam hal ini bangsa masih memegang teguh bahwa dirinya masih berpegang pada konsep atas dasar nilai, budaya, dan identitas nasional.

Terdapat pernyataan yang berbeda jauh dengan pernyataan yang diutarakan oleh Abdurrahman Wahid, yaitu Mochtar Buchori. Beliau mengatakan bahwa nilai-nilai Indonesia itu ada. Keberadaan nilai-nilai Indonesia ini dalam proses pembentukan. Proses pembentukan ini karena adanya keaktifan dan kesadaran. Keaktifan dan kesadaran adalah hal yang sangat penting untuk menjaga sikap masyarakat Indonesia agak tidak terseret ke arah yang tidak dikehendaki (Buchori dan Lubis 1981, 38). Kesadaran dan keaktifan yang diperlukan ini merupakan hal yang wajib menjadi acuan karena masa sekarang ini sudah terlihat bahwa dengan keberadaan modal asing yang masuk ke Indonesia, konsumerisme, industrialisasi, dan lain-lain (Buchori dan Lubis 1981, 39).

Nilai-nilai yang terkandung di dalam bangsa Indonesia merupakan identitas yang harus dipegang. Jika terjadi pengeroposan terhadap nilai budaya yang berakar di dalamnya maka akan berakibat menghilangkan ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dengan penolakan yang disertai dengan kesadaran dan keaktifan leh masyarakat akan memberikan dampak kepada pertahanan terhadap kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan Indonesia merupakan identitas yang tidak akan pernah luntur karena dengan adanya hal tersebut menjadi alasan dalam mengimplementasikannya ke dalam kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk bangsa Indonesia khususnya dalam mencapau kepentingan bersama.    

 

Referensi :

Bowen, John R.. 1986. “On The Political Construction of The Tradition: Gotong Royong in Indonesia", dalam Journal Of Asian Studies, Vol. XLV, No. 3, pp. 545-560

Wahid, Abdurrahman. 1981. “Nilai-Nilai Indonesia: Apakah Keberadaannya Kini?”. Dalam         Prisma, No. 11, Th. X, hal. 3-8

Buchori, Mochtar, & Lubis, Mochtar. 11 November 1981. “Mencari Identitas Indonesia”. Dalam Prisma, hal. 38-49

Wahid, Abdurrahman, K. H.. 2001. “Indonesia’s Mild Secularism”. Dalam Sais Review, Vol.       XXI, No. 2, hal. 25-28

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :