Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Studi Kasus: Peran Komunitas Epistemik

Pelaksanaan rezim internasional yang diikuti oleh beberapa negara yang tergabung menjadi satu demi mencapai kepentingan yang ingin diraih oleh masing-masing negara. Pelaksanaan dalam rezim ini bersifat sukarela. Namun, dalam pelaksanaan rezim dapat terjadi kejadian pada suatu negara yang kurang mengetahui mengenai tujuan tentang kepentingannya dalam mengikuti sebuah rezim. Adanya kejadian seperti ini membuat pemahaman dalam suatu rezim yang dikatakan sebagai pemersatu untuk pencapaian kepentingan negara-negara yang tergabung di dalamnya tidak berhasil seutuhnya. Alasan yang mendasari pernyataan ini dijelaskan di dalam artikel Peter M. Haas (1989) mengenai epistemic community.

Dalam artikel Peter M. Haas (1989) epistemic community merupakan suatu komunitas yang dapat membantu negara-negara yang kurang mengerti untuk mendefinisikan kehadirannya dalam mencapai kepentingannya di dalam suatu rezim. Namun, bukan hanya itu saja, dalam komunitas ini juga membantu negara-negara yang terlibat untuk memahami secara berkelanjutan mengenai prosedur pengambilan keputusan dan kebijakan yang akan diambil. Sudah menjadi hal yang sewajarnya dalam komunitas ini karena komunitas ini memang membantu dalam pelaksanaan kerjasama internasional yang dilakukan oleh negara-negara yang terlibat di dalamnya, begitu pula dalam pelaksanaan rezim internasional.

Suatu negara yang tergabung di dalam sebuah rezim memang ditekankan untuk mengetahui mengenai kepentingan yang ingin dicapainya kemudian. Hal ini menjadi alasan karena berhubungan dengan cost dan benefit yang nantinya akan diterima oleh rezim internasional tersebut. Selain itu, dengan adanya keuntungan yang akan diraih dalam rezim internasional tersebut memberikan keuntungan yang sama dengan anggota-anggota yang tergabung di dalamnya tanpa terkecuali. Dengan alasan itulah yang mengharuskan setiap negara wajib mengetahui kepentingannya dalam sebuah rezim internasional. Selain itu, dalam artikel Peter M. Haas (1989) menjelaskan mengenai peran epistemic yang berfungsi sebagai komunitas yang bisa melakukan kegiatan bertukar pikiran mengenai ilmu pengetahuan untuk pencapaian peningkatan kerjasama internasional. Dengan adanya hal ini maka dapat diberikan kesimpulan bahwa epistemic merupakan komunitas yang memiliki kompetisi dalam bidangnya masing-masing.

Dalam Peter M. Haas (1989) dijelaskan mengenai tiga alasan mengenai munculnya epistemic community. Pertama, munculnya negara administratif saat dibutuhkan adanya peranan mengenai elit pengetahuan dalam melihat dan menghadapi bermacam-macam masalah yang diikuti dengan kompleksitasnya. Kedua, kompleksitas, ketidakpastian, dan kebutuhan dalam informasi yang memiliki kaitan erat dengan pertambahan jumlah aktor dan bentuk interaksi yang kian kompleks. Ketiga, mengenai kecenderungan dalam menguatnya peran negara yang berada di dalam konteks pengaturan fungsi dan diarahkannya dalam pencapaian keuntungan. Dengan adanya epistemic community ini dapat menjelaskan mengenai adanya rezim yang terbantu dengan adanya komunitas tersebut, yaitu Mediterranean Action Plan (Med Plan).

Dalam artikel Peter M. Haas (1989) menjelaskan bahwa rezim tersebut ada karena diperlukannya keseimbangan yang terjadi di dalam kawasan Mediterania. Di dalam kawasan Mediterania tersebut telah mengalami polusi dan memerlukan adanya kontrol dalam kawasan tersebut. Rezim tersebut terjadi di antara negara-negara seperti Zionis, Israel, Siprus, dan Yunani. Dengan dibentuknya rezim yang membahas mengenai kawasan Mediterania ini telah memberikan masukan bahwa diperlukan adanya pemberdayaan dalam elit pengetahuan yang nantinya akan memberikan kontribusinya dan menyambungkan hal tersebut melalui kebijakan-kebijakan bagi negara dalam pemenuhan rezim yang diikutinya.

Terdapatnya epistemic community dapat membantu bagi anggota-anggota khususnya negara dapat mengerti dan memahami keberadaannya dalam suatu rezim. Pelaksanaan rezim yang dibantu dengan keberadaan epistemic community membantu dalam mengambil kebijakan dan pengambilan keputusan untuk memperhitungkan cost dan benefit yang nantinya akan diterima di dalam rezim tersebut. Selain itu, komunitas ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam suatu rezim internasional.                    

 

Referensi :

Haas, Peter M. 1989. “Do Regimes Matter? Epistemic Communities and Mediterranean Pollution Control”, International Organization, Vol. 43, No. 3, (Summer 1989), pp. 377-403 dalam http://www.jstor.org/stable/2706652

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :