Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Studi Kasus: Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan global yang terjadi di bumi ini tidak melihat batas-batas. Dapat diketahui bahwa pemanasan global yang terjadi ini sudah dirasakan oleh seluruh lapisan dunia, khususnya dalam kancah dunia yang semakin global ini. Selain itu, dengan terjadinya pemanasan global ini telah menyebabkan adanya perubahan yang secara tidak langsung akan bahaya yang akan mengancam dunia. Alasan ini telah memiliki penjelasan kuat bahwa pemanasan global telah membuat terjadinya suatu rezim yang membahas mengenai isu-isu global yang dirasakan saat ini. Selain itu, dengan adanya peningkatan aktivitas manusia telah menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang saat ini sudah mulai disarakan (Sebenius 1991, 110).

Pemanasan global yang terjadi ini sudah merambah yang nantinya akan berdampak seperti menispisnya lapisan ozon, terjadinya bencana alam (banjir), serangan yang dipicu oleh lingkungan dan berdampak meningkatkan suatu macam gas yang tidak diperlukan, dan lain-lain. Rezim yang membahas mengenai pemanasan global tidak lepas dari adanya peranan dan pengaruh terhadap pembentukan Hukum Laut.Namun, terdapat rezim lain, yaitu CFC. Kedua rezim tersebut menjelaskan mengenai sumber daya global yang membahas tentang lingkungan (Sebenius 1991, 113).

Dalam pembentukan rezim tersebut tidak mudah dalam mencapai kepastian. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa rezim yang membahas mengenai lingkungan ini susah untuk dicapai. Selain itu, dengan adanya penggalakan yang diusung oleh negara maju dan mempengaruhi bagi negara berkembang menjadi satu hal yang riskan. Alasan tersebut menjelaskan bahwa dengan adanya isu pemanasan global telah membuat susahnya dalam pencapaian peningkatan ekonomi yang dilakukan oleh negara berkembang. Namun, terdapat alasan yang kemudian memperjelas bahwa dengan adanya isu mengenai pemanasan global ini telah merubah pola kerangka berpikir mengenai isu pemanasan global yang terjadi ini dianggap tidak penuh dengan kepastian yang jelas (Sebenius 1991, 120).

Pemanasan global yang telah terjadi juga memiliki ancaman yang akan sangat berpengaruh seperti peningkatan permukaan air laut, perubahan suhu yang terjadi di dunia, dan lain-lain. Alasan tersebut juga merupakan salah satu alasan yang menjelaskan bahwa rezim mengenai pemanasan global menjadi sulit untuk dicapai dalam pembentukannya (Sebenius 1991, 120).  Penolakan yang terjadi mengenai rezim ini berhubungan dengan pemikiran atas terbentuknya koalisi penghalang mengenai ideologi, kepentingan, pengetahuan, dan kesempatan(Sebenius 1991, 126).

Terdapat penghalang dalam menangkis koalisi penghalang, yaitu dengan adanya rancangan mengenai proses negosiasi yang baik. Rancangan tersebut seperti ratchet, negotiated baselines, dan tindakan sukarela (Sebenius 1991, 148).Dengan adanya rancangan-rancangan tersebut telah memberikan penjelasan bahwa rancangan tersebut dapat membantu dalam mengatasi perbedaan dalam persaingan yang terjadi diantara negara-negara yang terlibat, mengenai keuntungan yang akan diperoleh bersama, dan menjadi protokol utama.

Pernyataan yang telah diutarakan tersebut menjelaskan bahwa dengan adanya pemanasan global ini menjadi salah satu akibat atas peningkatan terhadap aktivitas yang dilakukan individu. Dengan adanya pembuatan rezim mengenai lingkungan ini menjadi salah satu upaya agar penyelesaian dapat memberikan jawaban atas kepentingan-kepentingan yang ingin diterima. Selain itu, dengan adanya rancangan yang dapat membantu agar terbentuknya rezim tersebut akan memberikan kepastian karena hal ini menjadi penentu mengenai ke depannya bagi negara-negara yang terlibat dan menjadi seimbang diantara satu dengan yang lain.

 

Referensi:

Sebenius, James K. 1991. Designing Negotiation Toward a New Regime: The Case of Global Warming, dalam International Security, Vol 15, No 4 (Spring 1991), pp 110-148

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :