Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Memahami Ilmu Ekonomi

Ekonomi yang memiliki kaitan erat dalam kehidupan ini tidak dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan ekonomi merupakan studi yang menjelaskan mengenai suatu nilai. Nilai ini didasarkan pada terdapatnya sumber daya. Sumber daya yang ada ini dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu land, labor atau buruh, modal, dan kewirausahaan. Namun, sumber daya yang ada bukan merupakan sumber daya yang ada setiap saat karena dapat diketahui bahwa sumber daya yang ada ini memiliki keterbatasan (Guell 2008, 2). Sumber daya yang terbatas ini berbanding terbalik dengan sifat pemenuhan yang diperlukan oleh manusia. Hal tersebut kemudian membuat manusia dalam memanfaatkan sumber daya yang ada ini lebih baik dan menggunakannya lebih optimal.  

Penggunaan yang lebih optimal ini membutuhkan adanya pilihan yang nantinya ditentukan oleh manusia itu sendiri. Hal ini dapat diketahui karena dengan adanya pilihan ini menyebabkan adanya kebutuhan yang memang menjadi pemenuhan utama untuknya, yaitu yang lebih diprioritaskan. Hal ini dikenal dengan sebutan opportunity cost. Namun, dalam pemenuhannya ini memang diperlukan adanya pengorbanan. Pengorbanan tersebut akan memberikan dampak yang positif atau tidak karena dapat diketahui dengan adanya pengorbanan tersebut maka akan ada salah satu pilihan lain yang tidak tercapai atau yang dikorbankan (Guell 2008, 2). Hal ini kemudian menegaskan bahwa kebutuhan yang diperlukan manusia tidak sepenuhnya dapat terpenuhi, maka sebagai pilihan manusia tersebut untuk memenuhi kebutuhannya harus sesuai dengan kebutuhan yang lebih diprioritaskan.

Kebutuhan yang diprioritaskan oleh individu tersebut dapat berpengaruh terhadap adanya kelangkaan sumber daya. Kelangkaan sumber daya menyebabkan manusia untuk membedakan mengenai kebutuhan dan keinginannya. Hal ini dapat diketahui karena keinginan yang diinginkan manusia dalam pemenuhan sumber daya ini tidak harus dipenuhi, maka dapat diberikan penegasan dalam pemenuhan kebutuhan manusia ini dilihat dari kebutuhan yang memang pada saat itu menjadi kebutuhan yang menjadi prioritas utama oleh manusia itu sendiri. Selain itu, terdapat premis utama dalam ekonomi, yaitu dengan adanya sumber daya yang ada ini dapat dimanfaatkan secara langsung ataupun tidak langsung (Guell 2008, 2).

Pilihan yang dijalankan oleh manusia dalam pemenuhan kebutuhannya juga tidak lepas dengan adanya pemikiran tentang cara berpikir ekonomi. Pemikiran ini dibagi ke dalam delapan pembagian, yaitu pertama, adanya pemikiran yang berhubungan dengan opportunity cost. Pemikiran tersebut sudah dijelaskan sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia harus bijak dalam menentukan pilihan dalam penggunaan sumber daya karena dapat diketahui bahwa sumber daya yang ada ini sangat bermanfaat dan tidaklah murah harganya. Kedua, adanya sikap dari manusia itu sendiri dalam penggunaan sumber daya dan hal tersebut akan memberikan dampak manusia akan lebih memikirkan manfaat mengenai sumber daya tersebut. Ketiga, adanya pengaruh dari ego manusia itu sendiri dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Keempat, pilihan yang ditentukan oleh manusia lebih memiliki pemikiran mengenai keuntungan yang akan di dapat nantinya. Kelima, adanya biaya yang diperlukan dalam mencari sebuah informasi. Keenam, sikap waspada dan berhati-hati dalam melakukan kegiatan ekonomi. Ketujuh, adanya pilihan yang subjektif mengenai nilai yang dimiliki oleh sumber daya tersebut. Kedelapan, adanya paham mengenai teori ekonomi yang diujikan dan bermaksud untuk mengetahui kemampuannya sebagai suatu teori karena berpikir ekonomi merupakan cara berpikir ilmiah (Sobel et al. 2009, 8-15).

Kesimpulan yang didapat dari review diatas, yaitu kehidupan manusia yang tidak akan selalu jauh dengan ekonomi akan membantu dalam mencapai pemenuhan yang dibutuhkan olehnya. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan suatu prioritas. Hal ini dapat diketahui dengan adanya pengaruh dari opportunity cost yang membutuhkan suatu pengorbanan dari manusia itu sendiri karena kebutuhan manusia tidak harus selamanya akan terpenuhi, maka dengan ini manusia membutuhkan adanya prioritas kebutuhannya. Selain itu, dalam pemenuhan kebutuhannya manusia juga harus menjalankan kegiatan ekonomi tersebut dengan memegang prinsip-prinsip yang ada. Hal ini dilakukan agar manusia lebih tepat menjalankan kegiatan ekonominya.

 

Referensi :

Robert C. Guell, 2008, “Chapter 1 Economic: The Study of Opportuniy Cost” dalam Issues in Economics Today, New York: McGraw Hill.

Sobel, Gwarney, Stroup & Macpherson, 2009,”Chapter 1: The Economic Approach”, dalam Understanding Economic, Canada: CENCAGE Learning.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :