Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Prinsip-Prinsip dalam Ilmu Ekonomi

Kehidupan setiap individu tidak bisa lepas begitu saja kaitannya dengan ekonomi. Pengertian ekonomi sendiri, yaitu pengelola rumah tangga, yang berasal dari bahasa Yunani (Mankiw 2007, 3). Pengelola rumah tangga ini dapat dilihat dengan adanya kebutuhan yang selalu ingin dipenuhi dalam setiap kehidupan manusia baik itu dalam perencanaan yang terlibat dalam perusahaan maupun rumah tangga. Dalam pemenuhan kebutuhan ini manusia seakan berlomba untuk dapat memenuhi kebutuhannya, namun dalam kenyataannya kebutuhan yang berasal dari sumber daya tersebut terbatas adanya. Terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan terlaksana dengan baik jika menjalankannya sesuai dengan prinsip yang ada. Terdapat tiga pembagian besar mengenai prinsip-prinsip yang ada, yaitu pilihan yang dibuat oleh masyarakat tersebut, interaksi yang dijalankan oleh masyarakat, dan perekonomian secara keseluruhan bekerja.

Pada pembagian pertama terdapat empat prinsip, yaitu orang menghadapi tradeoff, biaya adalah apa yang anda korbankan untuk mendapatkan sesuatu, orang rasional berpikir pada batas-batas, dan orang tanggap terhadap intensif. Prinsip pertama, dengan adanya kebutuhan yang ingin dipenuhi akan memberikan penjelasan bahwa kebutuhan tersebut ada untuk mencapai suatu tujuan yang dikenal dengan istilah pertukaran (tradeoff). Tradeoff ini juga akan mempengaruhi dengan adanya efisiensi dengan pemerataan. Efisiensi berguna untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa dengan kebutuhan sumber daya itu langka. Sedangkan, pemerataan yang ada ini akan memberikan manfaat yang jelas dalam hal pembagian distribusinya (Mankiw 2007, 5). Prinsip kedua, menjelaskan bahwa pengambilan keputusan dalam menentukan kebutuhan yang diperlukan, namun kebutuhan yang diperlukan tersebut tidak bisa lepas tanpa adanya opportunity cost. Opportunity cost menjelaskan dengan kebutuhan yang diperlukan yang berakibat pada suatu pengorbanan untuk mendapatkannya (Mankiw 2007, 7). Prinsip ketiga, mengenai adanya perubahan marginal. Dalam perubahan ini mempengaruhi adanya penyesuaian yang membandingkan antara keuntungan marginal dengan biaya marginal dan berpengaruh dalam prinsip keempat dalam ekonomi karena pada prinsip keempat berhubungan dengan tanggapan terhadap intensif. Tanggapan intensif ini juga berakibat dengan adanya perubahan perilaku dari masyarakat karena tanggapan yang intensif ini akan memberikan keuntungan yang nantinya akan didapatkan oleh masyarakat tersebut. Namun, tidak memungkiri adanya bahwa individu tersebut akan mendapatkan hal yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya (Mankiw 2007, 7-10).

Pembagian kedua terdapat empat prinsip, yaitu perdagangan yang menguntungkan semua pihak dan  pasar merupakan tempat organisasi yang baik dalam kegiatan ekonomi, serta pemerintah terkadang mampu untuk meningkatkan hasil-hasil pasar. Prinsip pertama, persaingan yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang nantinya akan memberikan keuntungan antara satu dengan yang lain. Namun, dapat terjadi suatu pembengkakan biaya yang nantinya akan dikeluarkan oleh pihak tersebut jika tidak ada persaingan, maka dengan adanya persaingan tersebut akan memberikan hal yang menguntungkan karena memberikan perluasan wilayah yang dapat dikuasai oleh pasar. Prinsip kedua, pasar akan terdapat sebuah interaksi. Perekonomian pasar yang terjadi sehingga menimbulkan adanya interaksi ini kemudian membentuk terjadinya keputusan-keputusan yang dipengaruhi oleh harga dan kepentingan pribadi (Mankiw 2007, 11). Pengaruh tersebut muncul karena dengan adanya perubahan dalam sistem perekonomian yang dulunya tersentralisasi kemudian dikembangkan. Prinsip ketiga, pemerintah akan dapat membantu dalam melindungi pasar. Dalam hal ini terdapat kekurangan yang menjelaskan bahwa dengan adanya pemerintah nantinya akan membuat sebuah kebijakan. Namun, kebijakan tersebut bukan berarti akan dapat membantu sepenuhnya, melainkan dengan adanya kebijakan tersebut hanya sebatas untuk menghargai orang-orang yang berkuasa dakam politik (Mankiw 2007, 14).

Pembagian ketiga terdapat tiga prinsip, yaitu standar hidup suatu negara bergantung pada kemampuannya menghasilkan barang dan jasa, harga-harga meningkat jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak, dan masyarakat menghadapi tradeoff jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Prinsip pertama, mengenai adanya produktivitas yang nantinya akan memberikan perbedaan diantara satu dengan yang lain. Hal ini dapat dilihat karena perbedaan dalam besar jumlahnya barang dan jasa yang dihasilkan suatu pihak (Mankiw 2007, 15). Prinsip kedua, inflasi yang akan terjadi jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak dan hal ini juga berpengaruh pada peningkatan harga dalam perekonomian. Prinsip ketiga, mempengaruhi adanya perubahan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan berpengaruh terhadap adanya inflasi dan pengangguran yang terjadi. Hal ini kemudian akan mengundang adanya perdebatan dikarenakan pembuat kebijakan memiliki instrumen-instrumen yang besar potensinya dalam mempengaruhi (Mankiw 2007, 19).

Kesimpulan yang didapat dari ketiga pembagian dalam prinsip-prinsip ekonomi, yaitu pertama, dalam pembagian yang mengenai masyarakat mengambil keputusan dijelaskan bahwa masyarakat dihadapkan dengan adanya pilihan-pilihan yang akan dibuatnya tanpa melepaskan kaitan dengan sumber daya yang terbatas dan adanya prioritas yang diutamakan oleh masyarakat tersebut. Kedua, interaksi yang disebabkan karena adanya pasar yang membentuk sebuah harga yang ditentukan oleh pasar yang tengah terjadi di dalam masyrakat tersebut. Sedangkan, ketiga, memiliki keterkaitan diantara satu dengan yang lain karena perekonomian yang berjalan ini juga dapat menyebabkan adanya inflasi yang nantinya akan mempengaruhinya.

 

Referensi :

N.Gregory Mankiw, 2007, “chapter 1: Ten Principles of Economics”, dalam Principles of Macroeconomics, Ohio: Thomson South-Western.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :