Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Pertumbuhan Sebagai Akibat dari Perdagangan Bebas

Ketiadaan dari globalisasi mungkin tidak akan sampai berulang kali untuk dipikirkan seperti apa dunia nantinya akan berkembang. Kehadiran dari globalisasi ini telah memberikan dampak yang cukup baik bagi seluruh kegiatan di dunia. Namun, dalam memahami pengertian dari globalisasi ini masih menjadi hal yang terkesan mengambang karena adanya pemahaman yang berbeda-beda dari setiap individu. Makna dari globalisasi mungkin bisa dikatakan sangat banyak. Globalisasi merupakan keterbukaan yang dilakukan oleh masing-masing pihak, disini adalah negara, dan keterbukaan tersebut lebih mengacu kepada arah yang berupa perdagangan, komunikasi, dan pertukaran budaya (usforeignpolicy.about.com). Keterbukaan yang dilakukan tersebut akan membawa dunia pada dampak negatif atau positif. Namun, dengan adanya globalisasi ini lebih memberikan keleluasaan untuk mengambil tindakan. Dengan kata lain, dengan globalisasi ini telah membuat pemudaran dalam setiap batas negara.

            Globalisasi yang ada di dunia ini tidak diketahui secara pasti kapan sebenarnya muncul, namun dengan adanya perkembangan di dalamnya akan mampu untuk memberikan bentuk dan pandangan baru terhadap sistem yang ada di dunia. Kehadiran dari globalisasi ini telah memberikan pertanyaan yang besar. Kehadiran globalisasi lebih dirasakan awal mulanya jauh sebelum Perang Dunia II. Hal ini menjadi suatu bukti karena telah terjadinya Perang Dunia I yang menjadi awal pertempuran besar diantara negara-negara superpower. Keadaan ini telah membuat tatanan dunia baru untuk saling menunjukkan kekuatan masing-masing. Dengan adanya peperangan ini kemudian menunjukkan adanya kemajuan dalam bidang teknologi maupun persenjataan. Namun, untuk melihat pendapat mengenai awal mula kehadiran globalisasi ini bisa dilihat menurut pandangan orang-orang Amerika yang memahami bahwa globalisasi dengan kemunculan North American Free Trade Agreement (NAFTA) (usforeignpolicy.about.com).

            Kehadiran globalisasi ini tidak lepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi, dan munculnya perusahaan-perusahaan transnasional (id.shvoong.com). Selain itu, globalisasi yang ditandai dengan semakin bebasnya untuk keluar masuknya perdagangan ini kemudian memberikan padangan bahwa dengan terdapatnya perdagangan bebas ini telah membentuk suatu pemikiran bahwa kemiskinan akan tidak terjadi lagi (Bhagwati 2004, 52). Namun, terdapat hal yang mengganjal mengenai globalisasi yang kemudian terbentuk karena pengaruh hadirnya dari perdagangan bebas. Perdagangan bebas yang menyelimuti cakupan seluruh wilayah di dunia ini bertujuan dengan masing-masing mengentaskan kemiskinan ataupu berupaya dengan membuat kebijakan yang berujung pada pengurangan untuk tingkat kemiskinan tersendiri (Bhagwati 2004, 53).

Berkurangnya tingkat kemiskinan ini terlihat dengan adanya kemajuan dari industri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sir Dennis Robertson, ekonom Cambridge, menyatakan bahwa perdagangan merupakan mesin pertumbuhan (Bhagwati 2004, 53). Dengan adanya strategi yang dibuat untuk mengurangi kemiskinan, yaitu pull-up. Strategi tersebut merupakan cara yang aman dengan membentuk kebijakan yang nantinya akan mampu membantu dalam mempercepat pertumbuhan dengan memperbaiki infrastruktur yang ada dan menarik dana asing. Strategi ini kemudian berimbas terhadap pembentukan karakter dalam memperbaiki pandangan bahwa pertumbuhan ini merupakan tujuan yang ingin dicapai dan strategi pertumbuhan dalam memberantas kemiskinan, yaitu dengan laissez-faire, hands-off,  dan passive strategy (Bhagwati 2004, 54).

Dalam Bhagwati (2004) dijelaskan bahwa perdagangan bebas yang bertujuan untuk menaikkan pertumbuhan ini dapat menciptakan hasil yang tidak sesuai. Ketidaksesuaian tersebut kemudian memunculkan adanya sebuah gagasan untuk pembukaan dalam aspirasi masyarakat karena dapat diketahui bahwa aspirasi dari masyarakat ini menjadi salah satu faktor penentu. Aspirasi masyarakat ini merupakan tindakan untuk mengurangi sikap ketidaksesuaian dalam perlakuan ekonomi, misalnya saja monopoli. Telah diketahui bahwa dengan adanya tindakan monopoli tersebut akan berupaya dalam pembentukan pertumbuhan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Seakan-akan dengan terdapatnya monopoli tersebut pertumbuhan akan terhambat. Maka, dengan keterbukaan tersebut juga telah memberikan perbaikan dalam segi dan posisi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi negara dalam waktu yang cukup panjang.

Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan bahwa penulis menentukan bahwa pertumbuhan yang ingin diciptakan di kawasan suatu negara ini mampu untuk dikembangkan. Namun, dalam tujuan untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi tersebut juga diperlukan adanya kebijakan yang harus dibuat. Kebijakan tersebut akan membentuk suatu peningkatan dalam pertumbuhan dan bertujuan dengan aksi untuk memberantas kemiskinan. Hal ini dapat dilihat dengan adanya pembangunan yang dirasakan Indonesia pada masa Orde Baru. Pada masa tersebut pembangunan Indonesia sedang gencar-gencarnya dan kemiskinan yang ada tersebut kemudian menghilang secara perlahan. Pembangunan Indonesia tersebut hadir dengan adanya Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) yang kemudian bermanfaat untuk memberikan pertumbuhan yang baik bagi Indonesia. Selain itu, diketahui bahwa dengan terdapatnya penanaman modal asing tersebut akan membantu dalam pembangunan pabrik-pabrik baru yang ada di wilayah negara tersebut (Indonesia), peningkatan dalam permintaan dalam negeri dalam penambahan barang-barang modal, peningkatan dalam kesempatan kerja, sumber peralihan pentinga dalam masalah pendidikan dan teknologi (www.kadin-indonesia.or.id).

 

Referensi:

Bhagwati, Jagdish. 2004. “Poverty: Enhanced or Diminished?”, dalam In Defense of Globalization, Oxford: Oxford University Press, pp. 51-67

Jones, Steve. T. t.  “What Is Globalization?: US Has Supported Globalization For Decades” [online] dalam http://usforeignpolicy.about.com/od/introtoforeignpolicy/a/What-Is-Globalization.htm [diakses 9 Maret 2014]

Yusuf, Muhammad .2008. “Globalisasi” [online] dalam http://id.shvoong.com/social-sciences/1852763-globalisasi/ [diakses 9 Maret 2014]

Tambunan, Tulus. T. t. “Daya Saing Indonesia dalam Menarik Investasi Asing” [online] dalam http://www.kadin-indonesia.or.id/enm/images/dokumen/KADIN-98-2495-06022008.pdf [diakses 9 Maret 2014]

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :