Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Macam-Macam Diplomasi

Dalam memahami macam-macam diplomasi dapat dibedakan dengan milihatnya dari tujuan dan isu atau substansi yang ada. Jika melihat macam diplomasi berdasarkan pada tujuannya dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu diplomasi preventif, diplomasi penyelesaian konflik, dan diplomasi persahabatan. Sedangkan, macam diplomasi berdasarkan isu atau substansinya dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu security diplomacy, human right diplomacy, dan economic diplomacy.

            Pembahasan pertama mengenai macam diplomasi yang ditinjau dari tujuan. Pertama, diplomasi preventif muncul karena adanya keinginan untuk mencegah suatu konflik. Diplomasi ini banyak digunakan oleh negara dunia ketiga. Selain itu, diplomasi ini muncul pada masa munculnya Perang Dingin. Diplomasi preventif merupakan istilah yang disampaikan dalam pidato Hammarskjold. Dalam pidatonya dijelaskan bahwa diplomasi preventif ini memiliki kedudukan penting khusus dalam kasus-kasus yang membahas mengenai konflik permulaan. Konflik permulaan ini merupakan bagian dari akibat dari atau secara tidak sengaja menimbulkan resiko bagi, dan terciptanya suatu kekosongan kekuasaan di antara blok-blok yang ada pada saat Perang Dingin (Roy 1995, 162). Diplomasi preventif diketahui muncul karena adanya keinginan dalam menjaga perselisihan di dunia ketiga yang bertujuan untuk menjaga situasi agar tidak terpengaruh oleh adanya Perang Dingin tersebut.

            Diplomasi preventif ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah campur tangan langsung dari dua negara superpower. Hal ini dirujukkan untuk mengurangi akar permasalahan yang semakin diperluas dan menunjukkan kepada negara-negara yang berkonflik khususnya untuk menyelesaikan secara mandiri. Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengusung untuk digunakannya diplomasi preventif ini. Hal ini dapat diketahui dalam fungsi utama PBB, yaitu menegakkan diplomasi preventif, yang digunakan sebagai pembendungan dan stabilitas konflik lokal (Roy 1995, 164). Dalam pelaksanaannya yang dijelaskan di dalam artikel Bedjaoui (2000) mengenai diplomasi preventif tidak lepas dari tujuan yang ingin dicapai, yaitu mencegah konflik yang terjadi di antara pemerintah dengan kaum minoritas yang terikat dalam suatu negara, mencegah perselisihan mengenai konflik secara terbuka, dan mencegah tersebarnya suatu konflik baik itu dalam intensitas yang kecil sekalipun jika terdapat sebuah konflik.

            Kedua, diplomasi penyelesaian konflik merupakan tujuan dalam penyelesaian konflik yang terjadi. Penyelesaian ini merupakan salah satu pengaruh dari masalah yang mempengaruhi di antara dua negara. Selain itu, dengan adanya diplomasi penyelesaian konflik merupakan upaya dalam mempersempit untuk tersebarnya konflik tersebut dan memperkecil akibat yang akan dikeluarkan, yaitu dengan menggunakan power. Diplomasi penyelesaian konflik ini menjadi salah satu jalan yang ditempuh agar mampu menciptakan suatu suasana yang kondusif. Namun, dalam pelaksanaannya, diplomasi ini juga memilki kekurangan, yaitu adanya hambatan jika kedua negara yang sedang berkonflik ini bisa menimbulkan efek perang karena pengaruh negosiasi yang sukar untuk mempertemukan ujungnya. Diplomasi penyelesaian konflik juga memiliki jalan tersendiri dalam menyelesaikan suatu konflik, yang dijelaskan dalam Berridge (t. t), yaitu dengan bantuan dari Mahkamah Internasional, arbitrase, mediasi, dan penggunaan media massa, serta usaha disarmament yang dilakukan dengan sarana komunikasi, yaitu telepon.

            Ketiga, diplomasi persahabatan merupakan diplomasi yang dijalankan dengan adanya jalinan persahabatan diantara negara satu dengan lainnya. Hal semacam ini digunakan untuk menghindari terjadinya konflik. Selain itu, diplomasi persahabatan ini dijalani oleh negara-negara yang serumpun. Dalam Badri (1993) diplomasi persahabatan juga memiliki tujuan dalam meningkatkan hubungan yang terjalin baik itu mempengaruhi dari sektor ekonomi, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan. ASEAN merupakan salah satu bentuk dari diplomasi persahabatan.

            Pembahasan kedua mengenai macam diplomasi berdasarkan isu atau substansinya. Pertama, security diplomacy membahas mengenai diplomasi yang berkaitan dengan isu keamanan. Hal ini memiliki tujuan untuk melindungi keamanan negara. Securty diplomacy merupakan langkah preventif yang dilakukan dalam mencegah ancaman asing. Terdapatnya kerjasama yang dilakukan dalam diplomasi ini menjadi salah satu bukti dijalankannya security diplomacy yang dilakukan dengan adanya aktivitas yang terjalin di antara sesama negara seperti Kebijakan Keamanan Ceko yang berkembang pasca Perang Dingin (Salamah 2011, 35). Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa dalam pelaksanaan security diplomacy sudah menggunakan sistem soft power. Berbeda halnya dengan security diplomacy yang dijalankan pada masa kuno, yaitu lebih menggukan diplomasi ini dengan cara perang.

            Kedua, human right diplomacy dijelaskan bahwa dalam diplomasi ini lebih ke dalam penggunaan instrumen kebijakan luar negeri. Dikatakan seperti ini karena merupakan salah satu upaya dalam rangka memperkenalkan HAM serta penggunaan isu-isu HAM yang bertujuan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut (Salamah 2011, 36). Dalam pelaksanaannya, human right diplomacy juga menimbulkan suatu pemikiran atas dasar HAM dimasukkan ke dalam diplomasi ini. Hal ini juga menjadi penentu bahwa HAM sendiri juga dapat menyebabkan suatu negara mampu menimbulkan suatu konflik yang nantinya akan mengganggu stabilitas internasional dan menyebabkan terjadinya perang.

            Ketiga, economic diplomacy membahas mengenai kerjasama yang diciptakan untuk menciptakan keamanan ekonomi. Dalam artikel yang dijelaskan Rana (2002) keamanan ekonomi merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kerjasama yang melingkari usaha dalam hal perdagangan, investasi, dan usaha-usaha yang berkaitan dengan ekonomi yang akan memberikan dampak yang menguntungkan. Economic diplomacy dalam menjalankan strateginya membutuhkan adanya perluasan dalam pemasaran yang dilakukan semakin menjangkau luas. Hal ini akan berakibat dengan adanya pengaruh perdagangan, investasi, bantuan, dan teknologi yang nantinya akan diraih oleh negara tersebut. Bukan suatu alasan untuk pemasaran yang terjadi ini karena adanya pemenuhan kebutuhan dari setiap negara agar warga merasa terjamin.

            Dari penjelasan tersebut memberikan kesimpulan bahwa diplomasi yang ada pada masa sekarang ini sudah mengalami perkembangan. Berbeda dengan halnya dahulu hanya terdapat satu macam diplomasi saja. Terdapatnya macam-macam diplomasi akan membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada. Namun, dalam penyelesaiannya ini juga harus melihat situasi dan kondisi yang terjadi. Macam-macam diplomasi ini sebaiknya dipergunakan dengan sebaiknya pada masa sekarang ini. Selain itu, dengan adanya bentukan organisasi-organisasi dalam membantu menyelesaikan masalah yang ada ini juga dapat membantu untuk mempercepat konflik yang ada.   

 

Referensi :

Bedjaoui, Mohammed. 2000. The Fundamentals of Preventive Diplomacy. New York: Routledge and The Center International Health and Cooperation.

Rana, Kishan. 2002. Diplomasi Bilateral. DiploFoundation, Malta. 

Salamah, Lilik. 2011. Negosiasi dan Diplomasi. Surabaya: Cakra Studi Global Strategis.

Berridge, Geoff. t.t. Diplomacy: Theory and Practice, pp. 92-97.

Badri, J. 1993. Kiat Diplomasi Buku 1: Pengertian dan Ruang Lingkup. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :