Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Multi Track Diplomacy

Multi Track Diplomacy merupakan salah satu dari beberapa macam diplomasi yang ada. Multi Track Diplomacy yang menjadi sebuah konsep dalam diplomasi untuk mencapai perdamaian internasional ini dilihat dalam berbagai sisi. Sisi-sisi tersebut antara lain dengan adanya pandangan dalam hal aktivitas, individual, komunitas, dan institusi. Keempat sisi tersebut memiliki keterkaitan dalam pelaksanaan pembentukan perdamaian internasional yang ingin dicapai. Selain itu, dalam pencapaian tersebut diperlukan adanya sebuah perjanjian yang dilibatkan dalam perwujudan perdamaian internasional.

Multi Track Diplomacy dalam pelaksanaan keterkaitannya yang berhubungan dengan perdamaian dunia juga memiliki pengaruh terhadap pembuatan peacebuilding dan peacemaking secara internasional (Diamond & McDonald 1996, 1). Dalam perkembangannya Multi Track Diplomacy dahulu hanya melingkupi putarannya dalam track one dan track two. Pada track one, Multi Track Diplomacy membahas mengenai diplomasi yang berkaitan dengan government. Sedangkan, pada track two membahas mengenai diplomasi yang dikaitkan dengan non goverment atau proffesional. Namun, dalam seiring berkembangnya konsep diplomasi juga mempengaruhi dalam perkembangan dalam perluasan konsep mengenai paradigma Multi Track Diplomacy, yaitu dengan adanya pengembangan menjadi sembilan track. Sebelumnya, perlu untuk diketahui bahwa pengembangan dalam track tersebut tidak secara langsung berkembang menjadi sembilan track, namun perlahan, yaitu dengan pengembangan dari track one dan track two yang berkembang menjadi lima track, yang kemudian berlanjut hingga mengalami perkembangan dengan adanya sembilan track.

Track one yang melibatkan adanya keterkaitan pemerintah ini membahas mengenai perdamaian dunia yang masih bersifat adanya kerahasiaan, dan terstruktur. Pelaksanaan diplomasi ini lebih menekankan dengan adanya pembuatan diplomasi seperti apa yang diinginkan atau bisa disebut sebagai negosiasi. Dalam Diamond & McDonald (1996) dijelaskan mengenai dalam pelaksanaan diplomasi ini juga dipengaruhi dengan pembuatan dan penetapan foreign policy. Namun, dalam pelaksanaannya, diplomasi ini juga dipengaruhi dengan adanya kekuasaan yang bisa menimbulkan penyalahgunaan dan kekakuan dalam diplomasi ini juga menjadi salah satu pengaruh yang lebih terlihat jika pelaksanaan diplomasi ini. Selain itu, pelaksanaan diplomasi ini juga memberikan manfaat yang nantinya akan memberikan kebebasan bagi setiap sumber daya manusia dalam memilih suatu kebijakan yang dikehendakinya.

Track two berkaitan dengan pelaksanaan diplomasi dengan non pemerintah atau profesional. Dalam pelaksanaannya, membahas mengenai cara dalam pembuatan perdamaian yang dilakukan dengan adanya resolusi dari konflik profesional. Dalam Diamond & McDonald (1996) dijelaskan bahwa track two muncul karena adanya kegagalan dari pelaksanaan track one, adanya kebutuhan dalam suatu jalur alternatif, dan jalur diplomasi yang menjadi pelengkap bagi jalannya diplomasi yang melalui pemerintah. Selain itu, dalam diplomasi ini kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seperti menganalisis, mencegah, dan mengelola konflik yang  bertujuan untuk melengkapi diplomasi jalur pemerintah. Dalam menjalani diplomasi ini tidak perlu adanya penggunaan bahasa yang kaku dan formal karena disinilah letak keuntungan dalam track two dan interaksi yang dijalankan oleh aktor-aktornya, yaitu akademisi, petinggi-petinggi NGO, aktivis sosial, dan public figure tersebut lebih bebas dalam melakukan interaksi dengan petinggi negara.

Track three membahas mengenai hubungan diplomasi yang dikaitkan business. Hubungan ini dapat terlihat dengan adanya pelaksanaan diplomasi dalam pencapaian perdamaian yang dilakukan melalui perdagangan. Diamond & McDonald (1996) menerangkan bahwa pelaksanaan diplomasi ini menggunakan soft power dan dalam kegiatan diplomasi ini ada keterlibatan kelompok-kelompok bisnis tertentu, yaitu komunitas bisnis utama dan kelompok bisnis yang memiliki kesadaran sosial. Bisnis internasional ini berhubungan dengan pembuatan peacebuilding dan peacemaking. Namun, dalam perjalanannya bisnis internasional ini juga memiliki dampak yang bisa dilihat dengan dua sudut pandang baik itu positif maupun negatif. Dampak positifnya, yaitu kesejahteraan dalam perdagangan bagi masyarakat dan pembebasan dalam hal sumber daya keuangan. Sedangkan, dampak negatifnya, yaitu sifat memanfaatkan masyarakat untuk memberi keuntungan terhadap dirinya sendiri dan kerakusan terhadap kekuasaan yang ada.

Track four, dalam Diamond & McDonald (1996) dijelaskan mengenai hubungan diplomasi dalam pelaksanaan perdamaian dengan private citizen, yang membahas adanya keterlibatan pribadi dalam pembuatan perdamaian. Dalam diplomasi ini budaya, aktivitas, masalah yang terjadi di lapangan, dan tempat terjadinya (lapangan) merupakan hal yang menjadi penjelasan dalam keterkaitan track four dalam pelaksanaan diplomasi. Selain itu, dalam diplomasi ini terbagi lima organisasi pemerintah, yaitu citizen diplomacy atau program pertukaran, private voluntary organizations atau development program, advokasi atau kelompok kepentingan yang spesial, kelompok profesional, dan institusi yang demokratis. Keberadaan organisasi ini merupakan salah satu bagian dalam pelaksanaan diplomasi yang tidak akan mencolok nantinya dalam kehidupan masyarakat karena keberadaan diplomasi ini lebih mengacu kearah transformasional.

Track five membahas mengenai diplomasi yang berhubungan dengan research, training, dan education. Pelaksanaan diplomasi ini lebih menekankan kearah pembelajaran. Menurut Diamond & McDonald (1996), track five ini lebih menekankan dalam hal pendidikan dan pembelajaran yang diusung dalam diplomasi ini mengenai bernegosiasi, mediasi, dan penyelesaian konflik. Selain itu, dalam track five terdiri dari dua komponen dan dijabarkannya ke dalam think tanks dan institusi pendidikan. Track five merupakan inti dari Multi Track Diplomacy karena dengan adanya pengaruh dalam sistem pendidikan akan mampu memberikan evolusi dan peranannya untuk generasi yang akan datang. Namun, dalam hal ini juga harus diketahui sebagai akibat buruknya, yaitu penyalahgunaan yang berkaitan dengan informasi.

Track six menjelaskan bahwa diplomasi yang berkaitan dengan activism. Dalam track ini berorientasi kepada tindakan yang tidak diikuti dengan adanya tindakan kekerasan, melainkan melakukan tindakan yang sesuai dan menghargai dalam segala aspek kehidupan. Dalam Diamond & McDonald (1996) dijelaskan bahwa activism melingkupi perdamaian dan enviromental. Kedua cakupan tersebut menyinggung dalam aspek yang berhubungan dengan disarmament, Hak Asasi Manusia, keadilan sosial, dan ekonomi, serta advokasi yang mempengaruhi kebijakan tertentu yang dibuat pemerintah. Namun, dalam pelaksanaan diplomasi ini memerlukan adanya kesabaran dalam penyelesaian yang ingin dicapai karena sering terjadinya konflik akibat dari pengaruh keinginan yang berbeda dari setiap pihak yang tergabung di dalamnya.

Track seven yang menghubungkan diplomasi dengan religious. Dalam Diamond & McDonald (1996) pelaksanaannya diplomasi ini juga berorientasi pada jalannya perdamaian yang dilakukan dengan adanya gerakan berbasis keagamaan seperti pacifisme, sanctuary dan anti-kekerasan. Dalam diplomasi ini juga dipengaruhi beberapa unsur, yaitu kebenaran spiritual yang memiliki keterkaitan antar kehidupan aksi sosial, kesetaraan dan keadilan, pemberian maaf, contrition dan rekonsiliasi, mengamalkan nilai spiritual dalam kehidupan, keramah tamahan, berbesar hati, cinta kasih, kepekaan hati, dan tanpa kekerasan dan menenangkan. Diplomasi ini merupakan diplomasi yang dijalankan dimulai dari pribadi masing-masing individu. Alasan ini kemudian memberikan penjelasan bahwa akan timbul kepekaan dari masing-masing pihak, namun karena adanya dominasi dari suatu komunitas juga akan membentuk suatu komunitas yang fanatik dan mengganggap komunitas yang berseberangan dengannya dianggap salah (pendosa).

Dalam Track eight Diamond & McDonald (1996) mengaitkan antara diplomasi dengan funding, membahas mengenai pembuatan perdamaian yang dihubungkan dengan sumber daya. Dalam diplomasi ini berkaitan dengan adanya komunitas-komunitas pembiayaan oleh para dermawan dalam meningkatkan dukungan kegiatan-kegiatan. Selain itu, bentukan dalam komunitas ini seperti halnya terdapatnya yayasan-yayasan seperti yayasan besar dan yayasan kecil. Dalam yayasan besar lebih terkesan dengan penerapan sistem birokrasi yang didominasi pria kulit putih. Sedangkan, yayasan kecil dalam penerapannya lebih terlihat casual dan pendominasian yang terlihat ini diantara aktivis dan komunitas-komunitas sosial.

Terakhir, track nine dijelaskan dalam Diamond & McDonald (1996) mengenai diplomasi yang berkaitan dengan communication and the media. Pembahasan ini mengenai pembuatan perdamaian melalui informasi. Diplomasi ini berhubungan dengan opini publik dan untuk memperoleh dukungan dan publikasi oleh media. Dalam bahasan komunikasi ini terdiri tiga dasar yang memenuhi, yaitu koran, majalah, radio, dan televisi, media edukasi, dan media komunikasi elektronik. Penyampaian informasi yang terjadi dalam diplomasi ini ditekankan dalam kecepatan penyebarannya dan keaktualan informasi. Selain itu, komunikasi yang terjadi ini lebih mudah dan tidak memberikan jarak kepada masyarakat diseluruh dunia. Namun, terjadi hal yang tidak seimbang dengan diplomasi ini, yaitu adanya tindakan yang tidak sebanding yang diterima oleh pencari berita (wartawan).

Dengan terdapatnya kesembilan track ini membantu untuk memberikan masukan bahwa pelaksanaan satu track dengan track yang lainnya mempengaruhi. Memang terlihat bahwa masing-masing track lebih terikat pada bahasan tertentu saja. Namun, penggunaannya tidak bisa dipungkiri bahwa dengan penggabungan juga akan membantu dalam penyelesaian untuk mencapai perdamaian dunia.

Referensi:

Diamond, Louis, Ambassador John Mc Donald. 1996. Multi Track Diplomacy: A System Approach to Peace. Kumarian Press.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :