Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Mediasi dan Negosiasi

Negosiasi yang dilaksanakan untuk mencapai kesepakatan dalam menentukan permasalahan yang sedang dialami oleh pihak-pihak tertentu tersebut mengalami masa-masa sulit dalam menentukan hasil yang diinginkan dan akhirnya akan menguntungkan untuk semua pihak. Maka, dengan adanya kejadian seperti ini diperlukan adanya sebuah mediasi yang dilakukan untuk membantu dalam persengketaan tersebut. Definisi dari mediasi sendiri, yaitu proses manajemen konflik yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang terlibat untuk menyelesaikan persengketaan, namun memerlukan adanya bantuan ataupun menerima bantuan dari pihak lain baik itu bantuan secara individu, kelompok, negara atau organisasi dalam menyelesaikan persengketaan di antara pihak-pihak tersebut. Mediasi ini dilakukan tanpa adanya kekerasan fisik ataupun kewenangan hukum karena hal ini tidak diperkenankan untuk diberlakukannya sikap seperti itu (Anagnoson dan Wille 1991).

            Mediasi ini berasal dari bahasa latin, yaitu mediare yang berarti berada di tengah. Hal ini dilakukan karena seseorang berada di tengah orang yang bertikai dan menjadi penengah (repository.unri.ac.id). Maka, dengan adanya penjelasan seperti ini menjelaskan bahwa mediasi merupakan penyelesaian sengketa (alternatif) yang terjadi dalam suatu proses perundingan yang dibantu oleh adanya seorang mediator (www.diahkei.staff.ugm.ac.id). Namun, dalam pelaksanaan mediasi ini juga memiliki adanya kelebihan ataupun kekurangan yang dimilikinya. Kelebihan dari mediasi, yaitu efisien, bersifat rahasia, adanya hubungan baik antar pihak yang saling dijaga, hasil yang terbentuk adalah sesuai dengan kesepakatan, dan berkekuatan hukum tetap, serta tidak memerlukan waktu lama. Sedangkan, kekurangan dari mediasi, yaitu dengan adanya keterlibatan dari mediator. Hal ini terjadi karena adanya keinginan dari mediator dalam bertindak kurang efektif dalam menyelesaikan masalah dan adanya sikap yang cenderung memihak karena adanya kepentingan yang ingin dicapai sendiri oleh mediator tersebut pada pihak yang dibelanya tersebut. Selain itu, dalam jalannya sebuah mediasi ini diadakan secara tertutup, namun jika pihak-pihak yang terlibat tersebut menghendaki terbukanya untuk proses mediasi tersebut ini bisa dilaksanakan juga.

            Hubungan dari mediasi dan negosiasi ini karena adanya keterlibatan dari pihak-pihak yang sedang mengalami pertikaian (bersengketa). Namun, dalam jalannya dari kedua hal ini berbeda karena dalam mediasi ini memerlukan adanya pihak ketiga, namun pada negosiasi tidak memerlukannya. Tetapi, jika dalam suatu persengketaan tersebut tidak mengalami titik kunci, maka diperlukan adanya sebuah mediasi. Dalam hal ini peran dari mediasi adalah penting karena pada abad 21, mediasi ini sudah dijadikan dan diinstitusionalisasikan ke dalam hukum internasional (Paffenholz 2001, 75). Pelaksanaan mediasi juga bisa mengalami hambatan-hambatan dalam penyelesaian persengketaan tersebut. Hal ini bisa dilihat dengan adanya sikap dari mediator dalam membangun suasana yang kondusif dalam bernegosiasi dan keputusan yang dibuat ini berdasarkan pada keadaan dan waktu yang tepat dan sesuai (Bloomfield, et al. T. t.).

            Dari penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa dengan adanya mediasi akan sangat membantu penyelesaian persengketaan yang terjadi di antara pihak-pihak yang terlibat. Selain itu, hubungan mediasi dengan negosiasi ini tidak dapat dipisahkan karena dengan adanya negosiasi ini terdapat keinginan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, namun jika terjadi hambatan dalam menyelesaikannya maka diperlukan adanya mediasi untuk membantu dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Mediasi ini dilakukan dengan adanya keinginan bersama dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dan keinginan agar pihak-pihak yang terlibat ini mendapatkan hasil yang sama dengan keuntungan yang sama.

 

 

 

Referensi:

Bercovitch, J. Anagnoson, T. & Wille, D. 1991. “Some Empirical Issues and Empirical Trends in the Study of Successful Mediation in International Relations” dalam Journal of Peace Research, vol. 28, no.1.

Bloomfield, David, Charles Nupen, dan Peter Harris. T. T. ”Negotiation Processes”, dalam Harris, Peter dan Ben Reilly. T. T. Democracy and Deep-Rooted Conflict: Options for Negotiatiors. IDEA.

N. n. T. t. “Penyelesaian Sengketa Melalui Mediasi di Luar Pengadilan di Indonesia” [online] dalam http://repository.unri.ac.id/bitstream/123456789/3621/4/BAB2.pdf [diakses 15 Desember 2013].

Paffenholz, Thania. 2001. ” Selecting Approaches to Mediation”, dalam Reychler, Luc dan Thania Pattenholz. 2001. Peace-Building: A Field Guide. London: Lynne Rienner Publisher.

Pangabean, Rizal, Riza N. Arfani, dan Poppy S. Winanti. t. t. “Mediasi” [online] dalam http://www.diahkei.staff.ugm.ac.id/file/Mediasi.rtf [diakses 15 Desember 2013].

           

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :