Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

GLOBALISASI DALAM ASPEK LINGKUNGAN DAN KETAHANAN

Permasalahan globalisasi tidak bisa dilepaskan dari keberadaan lingkungan hidup yang mempengaruhi dalam mencukupi kehidupan manusia di dunia. Isu-isu yang terkait dengan permasalahan lingkungan tersebut sudah muncul sejak lama. Hal tersebut dapat dilihat dengan keberadaan sejak era kolonialisme dalam melakukan penjajahan di negara-negara yang kaya sumber daya alam. Penjajahan yang dilakukan merupakan penjajahan yang bermaksud untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang terdapat di daerah jajahannya. Daerah-daerah yang terkenal dengan kepemilikan sumber daya alam yang banyak adalah Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Josephson 2006, 148). Kepemilikan yang dimiliki daerah-daerah tersebut merupakan salah satu keuntungan yang diinginkan dari para kolonialis, namun sebaliknya yang dirasakan dari daerah yang merasakan tindakan kolonialisme tersebut, yaitu menjadi umpan mati. Umpan mati berakibat pada tindakan yang dilakukan oleh para penjajah dalam mengeksploitasi sumber daya alam dengan menimbang tindakan secara ekstensif, membayar murah terhadap sumber daya alam dan pekerja yang berkeja untuk mereka. Pekerja tersebut dalam hal ini merupakan masyarakat yang menjadi bagian dari masyarakat negara terjajah (Josephson 2006, 148). Selain itu, dengan pengeksploitasian lingkungan tersebut daerah yang merasakan kolonialisme tidak merasakan apapun dari hasil sumber daya yang dihasilkan oleh daerahnya sendiri.  

            Kaitan permasalahan lingkungan hidup dengan globalisasi tidak dapat dipisahkan begitu saja dari permasalahan lingkungan pada era kolonialisme. Hal tersebut terjadi karena pada era kolonialisme dikatakan sebagai awal mula dari terjadinya penyalahgunaan pada lingkungan hidup. Selain itu, permasalahan lingkungan yang terjadi pada masa globalisasi tersebut menjadi salah satu bukti dari perkembangan lain yang telah dirasakan, yaitu teknologi. Terdapat dua aspek yang mempengaruhi antara teknologi dengan lingkungan, yaitu inovasi teknologi yang memberikan keuntungan seperti listrik dan keberadaan dari sebuah negara yang tidak didasarkan pada transparansi, melainkan terhadap ketertutupan politik dan ekonomi (Josephson 2006, 150-1).

            Pada aspek pertama dijelaskan bahwa keberadaan dari inovasi teknologi mampu membantu dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, telah membawa berbagai manfaat. Namun, sisi negatif dari keberadaan inovasi dari teknologi tersebut telah membawa pada dampak yang menimbulkan polusi dan mengganggu kesehatan dari masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi jika tidak adanya kepedulian dari pemerintah terhadap pembatasan dalam tingkat produksi (Josephson 2006, 150).

            Sedangkan, aspek kedua menjelaskan bahwa tidak terdapatnya sistem regulasi dari pemerintahan suatu negara seperti Afrika (Josephson 2006, 151). Kelemahan dari sistem regulasi tersebut merupakan salah satu akibat dari sedikitnya pemasukan modal dari negara lain. Hal tersebut berpengaruh pula terhadap keberadaan dari teknologi yang tidak diimbangi dengan pembenaran dalam lingkungan yang terdapat di negaranya. Keadaan yang tumpang tindih tersebut menjadi bukti akan ketidakseriusan untuk pengelolaan dalam sistem kenegaraannya.

            Namun, keberadaan dari globalisasi tersebut seakan menjadi ancaman karena disamping keberadaannya yang membawa dampak positif juga telah membawa pada kemunduran, jika terjadi penyalahgunaan dari teknologi tersebut. Dalam Josephson (2006) dijelaskan untuk meminimalisir kesalahan tersebut, maka diperlukan adanya sistem regulasi yang jelas yang dibuat oleh pemerintah dalam negeri seperti pembatasan dalam penggunaan teknologi. Selain itu, penggunaan yang tidak dibatasi dan penyalahgunaan dari globalisasi tersebut juga dapat membawa pada kemunduran dari keberadaan suatu negara, yang nantinya akan berpengaruh terhadap lingkungan hidup yang semakin terancam keberadaannya. Kemunduran dari negara tersebut juga tidak lepas dari ketidaksiapan masyarakatnya yang tidak memiliki edukasi yang tinggi karena tidak kemampuannya dalam memikirkan rencana untuk kehidupan mendatang (Josephson 2006, 157).

            Teknologi yang muncul karena globalisasi dikatakan mengancam keberadaan dari negara. Hal tersebut tergambar dari negara Afrika yang mengalami kolonialisasi. Pengaruh dari kolonialisasi tersebut telah memberikan pengaruh dalam memudahkan masyarakatnya dalam melakukan kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian yang semakin dipermudah dengan keberadaan teknologi dan mempercepat dalam proses produksi. Namun, hal tersebut telah memberikan dampak yang buruk juga terhadap pemikiran dari masyarakat Afrika yang menggantungkan nasibnya terhadap hasil pertanian. Dampak negatif yang ditimbulkan, yaitu ketidaktahuannya terhadap pengetahuan secara tradisional untuk pertanian. Selain itu, globalisasi tersebut telah membawa pada ketidakjelasan mengenai kewarganegaraan dari komunitas suatu masyarakat. Hal tersebut terjadi karena ketidakjelasan mengenai otoritas pemerintah yang tidak terpusat (Josephson 2006, 156).

             Maka, penulis sependapat dengan persepsi yang diutarakan oleh Josepshon (2006) menjelaskan bahwa keberadaan dari globalisasi tidak hanya melulu pada bahasan mengenai teknologi saja, melainkan lingkungan hidup sudah terpengaruh terhadap keberadaan dari globalisasi. Namun, lingkungan hidup telah merasakan penurunan karena keberadaan dari globalisasi merupakan kelanjutan dari pelaksanaan pemanfaatan lingkungan pada era kolonialisme. Kesinambungan antara satu waktu telah memberikan dampak tersendiri karena lebih terlihat menimbulkan masalah yang lebih kompleks. Selain itu, perusakan terhadap lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pembatasan dari pemerintah menjadi pekerjaan rumah sendiri bagi pemerintah suatu negara. Hal tersebut berpengaruh terhadap kesiapan dari negaranya untuk menerima globalisasi atau tidaknya karena berpengaruh terhadap kebijakan dari pemerintah negara, yang menjadi hal terpenting untuk melindungi negaranya.

 

 

 

Referensi :

Josephson, Paul. 2006. “Development, Colonialism, and the Environment”, dalam Resources Under Regimes: Technology, Environment, and the State. Cambridge: Harvard University Press, pp. 148-196.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :