Amanda Rizki Yuanita


Run and Jump !

Dinamika Negara Besar di Asia Tenggara

Letak Asia Tenggara yang strategis ini telah mengundang beberapa pihak untuk saling menggencarkan kekuatannya dalam merebut perhatian dari Asia Tenggara. Asia Tenggara ini tak luput dari peran sertanya karena terbentuknya sebuah ikatan diantara negara-negara Asia Tenggara tersebut.  Selain itu, Asia Tenggara merupakan sebuah bentukan dari organisasi regional. Organisasi ini kemudian menindak lanjuti mengenai keterikatan dari negara-negara besar yang mempengaruhi Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan karena dengan adanya negara-negara luar akan berpengaruh terhadap keamanan yang terjadi di dalam kawasan Asia Tenggara (Cipto 2010, 41-42).

            Asia Tenggara merupakan wilayah strategis ini kemudian memberikan pengaruh kepada negara-negara besar untuk saling bersaing. Namun, persaingan yang terjadi di antara negara-negara besar tersebut menjadi sebuah ancaman tersendiri bagi negara-negara yang berada di dalam kawasan Asia Tenggara. Dengan masuknya pengaruh dari negara-negara besar ini, Asia Tenggara juga tidak luput dari pertumbuhan yang terjadi di dalam kawasannya. Namun, Asia Tenggara juga ikut terhasut dalam wilayah ketegangan yang terjadi diantara persaingan negara-negara besar, yaitu kekuatan Barat dan Timur (Cipto 2010, 42). Persaingan yang terjadi diantara kedua kekuatan tersebut kemudian memberikan masukan bahwa negara-negara  yang termasuk di dalam kawasan Asia Tenggara juga harus menjaga dan memelihara kesatuan dan kerjasama karena akan dapat membentuk sebuah keseimbangan kekuasaan yang terjadi dan terbentuk di dalam kawasan ini (Cipto 2010, 43).

            Kekuatan-kekuatan yang terjadi di antara negara-negara besar, yaitu Barat dan Timur ini pengaruh dari adanya keinginan dari masing-masing pihak untuk saling menyebarkan paham ideologi yang dianutnya ke kawasan Asia Tenggara. Namun, sebelumnya kedua kekuatan besar ini juga telah membentuk sebuah lubang besar karena berhasil untuk memecah belah keadaan suatu negara. Hal ini dapat dilihat dengan adanya perang yang terjadi di Korea. Akibat dari perang tersebut, yaitu memecahkan Korea ke dalam dua bentukan negara, yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Perang saudara yang terjadi ini karena pengaruh dari Perang Dingin diantara dua kekuatan besar, yaitu Amerika dan Uni Soviet. Dalam Cipto (2010) dijelaskan bahwa kedua negara ini kemudian tidak ambil diam karena ingin adanya keinginan untuk saling menarik perhatian dari Asia Tenggara, yaitu dengan cara menyebarkan pengaruhnya di kawasan tersebut. Namun, dengan masuknya kedua kekuatan tersebut bukan berarti sebuah rintangan tidak akan terjadi didalamnya, melainkan dengan adanya keinginan dari kedua negara untuk saling mempengaruhi tersebut kemudian menyebabkan terjadinya perang Vietnam. Perang Vietnam ini juga berakibat kepada terbentuknya (terpecahnya) Vietnam ke dalam dua bentukan atau bagian negara. Namun, dengan terjadinya Perang Vietnam tersebut kemudian Asia Tenggara mengenal adanya bentukan dari organisasi regional. Organisasi tersebut merupakan bentukan dari Amerika dan menjadi sebuah upaya dari negara Barat tersebut untuk membendung pengaruh komunis yang masuk ke dalam kawasan Asia Tenggara (Cipto 2010, 12).

            Asia Tenggara yang menjadi salah satu pusat atau fokus dari Amerika ini menjadi salah satu tujuan dari Amerika dalam membentuk adanya sebuah kebebasan yang nantinya akan terjadi di dunia. Kebebasan yang terjadi ini dijadikan sebuah contaiment policy untuk kekuatan Barat tersebut, yaitu Amerika. Hal ini terjadi karena adanya keinginan dari Amerika yang nantinya akan membentuk free world (Weatherbee 2005, 57). Selain itu, Asia Tenggara yang dikatakan strategis untuk mendapatkan perhatian dari kekuatan-kekuatan besar ini juga dapat dilihat dengan adanya China yang memiliki kepentingan tersendiri dengan Asia Tenggara. Namun, dengan adanya kedekatan yang dialami diantara China dengan Asia Tenggara ini juga tidak mampu untuk mengimbangi kekuatan dari Amerika pada bidang ekonomi (Goh 2007, 115).

            Hadirnya China ditengah-tengah pembentukan pertemanan antara Asia Tenggara dengan Amerika ini dianggap sebagai pembuat tersebarnya komunisme di Asia Tenggara. Pandangan tersebut juga tidak luput dari beberapa negara yang terdapat di dalam kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya pandangan seperti ini kemudian China menunjukkan bahwa dirinya bukanlah sebagai penyebar paham komunisme tersebut. Tindakan yang dilakukan China, yaitu dengan mengurangi pengaruhnya dalam gerakan komunis di Thailand. Selain itu, China juga menutup siaran radio komunis, yaitu Suara Demokrasi Malaya (Cipto 2010, 169-170). Tindakan-tindakan yang dijalankan oleh China tersebut membuktikan adanya keseriusan dari China untuk memperbaiki hubungannya dengan Asia Tenggara. Keseriusan tersebut kemudian berujung pada sebuah pembentukan hubungan kerjasama antara China dengan Asia Tenggara, yaitu dengan adanya penandatanganan perjanjian ASEAN-China Free Trade Area pada tahun 2001 (Cipto 2010, 175).

            Hubungan yang terjalin diantara China dengan Asia Tenggara ini merupakan sebuah tindakan nyata yang memiliki kepentingan-kepentingan tersendiri bagi kedua belah pihak. Menurut Cipto (2010) kasus ini telah memiliki pendapat dari masing-masing pihak mengenai hubungan diantara keduanya, yaitu bagi Asia Tenggara, China merupakan pasar raksasa yang dihasilkan ASEAN dan menjadi ancaman bagi Asia Tenggara bahwa China memiliki kekuatan militer yang semakin meningkat yang tidak mungkin akan bisa diimbangi oleh Asia Tenggara sendiri. Sedangkan, menurut China, Asia Tenggara merupakan kawasan yang mampu meningkatkan pengaruh ekonomi dan militer untuk China sendiri.

               Asia Tenggara yang menjadi pusat perhatian dari negara-negara besar ini telah menjadi daya umpan untuk saling meningkatkan hubungan yang terjalin. Hubungan tersebut tidak lepas dengan adanya kepentingan-kepentingan dari masing-masing pihak. Amerika yang menjadi salah satu pengaruh besar di Asia Tenggara ini kemudian telah membentuk sebuah pola di dalamnya. Selain itu, Amerika telah memunculkan adanya organisasi regional yang bertujuan untuk membendung pengaruh komunis. Sedangkan, kehadiran dari China ini tampak terlihat dengan adanya keinginan unutk semakin meningkatkan kemampuannya yang akan terus bersaing dengan Amerika dan menjadi salah satu pemicu untuk ASEAN, yaitu kehadiran pasar raksasa untuk ASEAN.

 

Referensi:

Cipto, Bambang. 2007. Hubungan Internasional di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Goh, Evelyn. 2007. ‘Great Powers and Hierarchical Order in Southeast Asia: Analyzing Regional Security Strategies’, International Security 32

Weatherbee, Donald E. 2005. International Relations in Southeast Asia: The Struggle for Autonomy. Lanham, MD: Rowman and Littlefield Publisher Inc.

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :